Wartatrans.com, JAKARTA – DPP Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) menyampaikan keprihatinan atas sejumlah musibah kecelakaan kapal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto menyampaikan, setiap kecelakaan kapal merupakan keprihatinan bersama karena menyangkut keselamatan nyawa awak dan penumpang kapal.

“INSA mendukung penuh langkah pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan dan memperkuat aspek keselamatan pelayaran nasional,” tuturnya di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Dia menilai, keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, baik itu regulator, operator kapal, operator pelabuhan, serta seluruh pengguna jasa transportasi laut.
Karena itu, kata Carmelita, setiap pihak harus menjalankan peran dan tanggungjawabnya serta mematuhi seluruh regulasi yang berlaku, baik ketentuan internasional yang ditetapkan International Maritime Organization (IMO) di antaranya SOLAS, maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
“Keselamatan tak bisa ditawar-tawar! Harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait pelayaran,” tegasnya.
Menurutnya, kecelakan kapal Roro penumpang yang terjadi belakangan ini harus menjadi bahan evaluasi bersama dalam memperkuat langkah-langkah pencegahan dan meningkatkan standar keselamatan pelayaran ke depan.
Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian adalah penguatan sistem pengawasan terhadap proses naiknya kendaraan, barang, dan penumpang ke atas kapal Roro penumpang.
Mungkin pemasangan X-Ray gate dapat membantu pengawasan serta pengendalian untuk orang dan barang di semua terminal penumpang, serta Hyco Scanner pada terminal RoRo.
Di mana kewajiban melalui X-Ray gate dan Hyco Scanner tersebut dilakukansebelum boarding, demi menjaga keselamatan penumpang, dan awak kapal serta menjaga berbagai hal yang tidak diinginkan.
Pengendalian terhadap jumlah penumpang, jenis dan jumlah barang, serta kesesuaian atau akurasi jumlah penumpang serta muatan yang tertuang dalam manifest, dengan kapasitas dan ketentuan keselamatan kapal yang diizinkan regulasi, wajib dilakukan secara lebih akuntabel dan terintegrasi.
“INSA juga mendorong agar evaluasi keselamatan tidak hanya dilakukan setelah terjadi kecelakaan, tetapi menjadi proses yang berjalan secara berkelanjutan,” imbuh dia.
Penguatan pengawasan, kepatuhan terhadap regulasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi antar stakeholder, kata Carmelita, perlu terus dilakukan agar keselamatan menjadi budaya bersama dalam setiap kegiatan pelayaran.
“INSA siap mendukung pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan keselamatan pelayaran nasional, sehingga transportasi laut dapat terus berkembang dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran,” tutup Carmelita. (omy)






























