Menu ✖

Mode Gelap
Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

ANJUNGAN

ASDP Nyatakan Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

badge-check


 Layanan di Ketapang-Gilimanuk Perbesar

Layanan di Ketapang-Gilimanuk

Wartatrans.com, BANYUWANGI – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan bahwa layanan di Ketapang-Gilimanuk kembali lancar.

Namun pihaknya terus memperkuat pengaturan operasional di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

Setelah sempat mengalami peningkatan antrean kendaraan, kondisi layanan di Pelabuhan Ketapang telah kembali lancar sejak Jumat (2/10/2026) sore.

Pemulihan kondisi tersebut didukung melalui optimalisasi armada, penyesuaian pola operasi kapal dan dermaga, rekayasa lalu lintas, serta koordinasi intensif bersama regulator, operator kapal, kepolisian, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, kelancaran arus kendaraan harus tetap berjalan beriringan dengan penerapan standar keselamatan dalam setiap proses pelayanan penyeberangan.

“Fokus kami bukan hanya mempercepat penguraian antrean, tetapi memastikan setiap kendaraan dapat dilayani secara aman sesuai karakteristik kendaraan, kapasitas kapal, dan kesiapan fasilitas pelabuhan. Keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap pengaturan operasional,” tutur Heru, Selasa (6/10/2026).

Sebagai bagian dari penguatan operasional, distribusi kendaraan diatur berdasarkan jenis, dimensi, dan bobot kendaraan serta disesuaikan dengan karakteristik kapal dan fasilitas dermaga yang tersedia.

Movable Bridge (MB) I, II, dan III difokuskan untuk melayani kendaraan kecil dan truk sedang.

Sementara itu, LCM dan MB IV diarahkan untuk melayani kendaraan logistik berukuran besar, termasuk kendaraan dengan bobot di atas 20 ton.

“Pengaturan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemuatan berlangsung secara tertib serta menjaga kesesuaian antara karakteristik kendaraan, kapasitas kapal, dan fasilitas sandar,” ungkapnya.

Dengan demikian, aspek keselamatan dan stabilitas kapal selama pemuatan maupun pelayaran dapat tetap terjaga.

Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah menuju penerapan kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) 2027.

ASDP mendukung penguatan pengawasan terhadap kendaraan barang sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan keselamatan transportasi dan memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi ketentuan yang berlaku.

Perkuat Kapasitas dan Optimalkan Pola Operasi

Dalam mendukung percepatan pemulihan layanan, ASDP turut memperkuat kapasitas angkut dengan menghadirkan KMP Portlink dan KMP Jatra I sebagai kapal perbantuan untuk mendukung layanan pada lintasan Ketapang–Gilimanuk dan Tanjung Wangi–Lembar.

ASDP juga mengoptimalkan Dermaga 2 Ketapang untuk mendukung pengoperasian kapal perbantuan sehingga kapasitas pelayanan dapat dimanfaatkan secara lebih efektif.

Bersama BPTD dan pemangku kepentingan terkait, pola operasi kapal dan dermaga terus disesuaikan secara dinamis dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Pada saat terjadi peningkatan antrean, pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) dapat diberlakukan untuk mempercepat pergerakan kapal dan meningkatkan produktivitas layanan.

Optimalisasi pola operasi juga dilakukan terhadap kapal berkapasitas di atas 2.000 GT, sehingga kapasitas angkut yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengurangi standar keselamatan pelayaran.

Perkuat OTP dan Distribusi Kendaraan

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan konsistensi operasional juga diperkuat melalui peningkatan disiplin On Time Performance (OTP) yang dilaksanakan bersama Gapasdap, INFA, ASDP, BPTD, dan KSOP.

Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan kapal beroperasi sesuai pola dan waktu yang telah ditetapkan, sehingga produktivitas kapal dan dermaga dapat terus terjaga.

“Kendaraan yang telah masuk ke area pelabuhan dilayani secara tertib sesuai antrean. Distribusi kendaraan selanjutnya dilakukan berdasarkan karakteristik kendaraan serta kesesuaian kapasitas kapal dan dermaga. Dengan pola tersebut, kelancaran pelayanan dapat tetap dijaga tanpa mengurangi aspek keselamatan,” jelas Media.

ASDP mengapresiasi dukungan dan koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam proses pemulihan layanan Ketapang–Gilimanuk.

Evaluasi operasional akan terus dilakukan secara berkala, termasuk melalui penyesuaian pola kapal, dermaga, dan distribusi kendaraan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan.

“Kelancaran lintasan Ketapang–Gilimanuk membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Karena itu, kami akan terus memperkuat koordinasi dengan regulator, operator kapal, kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat berjalan lancar, aman, dan berkelanjutan,” tutup Heru. (omy)

Baca Lainnya

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Viral Dugaan Penganiayaan Awak Kapal, KKP Amankan KM Maulana 23 di Laut Aru

4 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Menhub Dudy Dukung Rencana Transjakarta Laut, Utamakan Keselamatan

4 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Cegah Risiko Kecelakaan, IPC TPK Berikan Layanan Kesehatan dan Kacamata Gratis bagi Sopir Truk

3 Oktober 2026 - 20:13 WIB

KKP Tangguhkan Operasional KM Maulana 23 Terkait Dugaan Kekerasan Awak Kapal

3 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Menhub Dudy Tegaskan  Keselamatan Transportasi Harus jadi Perhatian Utama

3 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Hore, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali, Antrean Menyusut jadi 0,5 KM

2 Oktober 2026 - 19:48 WIB

IPCC Raih Penghargaan Trusted & Popular Brand 2026 Kategori Infrastruktur Logistik & Transportasi

2 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Trending di ANJUNGAN