Menu

Mode Gelap
Catatan Halimah Munawir: Dodol – Warisan Leluhur yang Tetap Lestari di Tengah Arus Modernisasi Riwayat Bandara AH Nasution dan Jejak Kebijakan di Sekitarnya (Seri 1 dari 2 tulisan) Keren! BKKP “Charge the Future”, Hadirkan Pelayanan SPKLU di Klinik Utama SMM Pemerintah Target Tambah 69,5 GW Pembangkit Listrik dan 370 MW Data Center hingga 2034 Solo Raih Hibah Penguatan Pengelolaan Sampah Rp107 Miliar KAI Buka Rekrutmen 2026, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

EKOBIS

Keren! BKKP “Charge the Future”, Hadirkan Pelayanan SPKLU di Klinik Utama SMM

badge-check


 Kerja sama stategis BKKP hadirkan SPKLU di Klinik Perbesar

Kerja sama stategis BKKP hadirkan SPKLU di Klinik

Wartatrans.com, JAKARTA – Keren! Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, terus mendorong transformasi menuju lingkungan kerja yang modern dan berkelanjutan, “Charge The Future”.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan PT Voltara Energi Nusantara dalam pelayanan penyediaan dan pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dilaksanakan Kepala BKKP Wisnu Wardana dan Direktur Utama PT Voltara Energi Nusantara Fani Helena di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Melalui kerja sama ini, PT Voltara Energi Nusantara akan menyediakan dan mengoperasikan tiga unit EV Charger berkapasitas 120 kW di Klinik Utama Sentra Maritim Medika managed by BKKP.

Dengan tiga unit tersebut, fasilitas SPKLU BKKP nantinya dapat melayani pengisian daya hingga enam kendaraan listrik secara bersamaan dan direncanakan beroperasi selama 24 jam, sehingga dapat memberikan kemudahan akses pengisian daya bagi pengguna kendaraan listrik.

“Penyediaan dan pemasangan fasilitas SPKLU ditargetkan selesai dalam waktu 45 hari kerja, dan akan resmi beroperasi di pertengahan Oktober 2026, sesuai dengan tahapan pelaksanaan yang telah disepakati dalam kerja sama,” urai Kepala BKKP Wisnu Wardana.

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan salah satu langkah BKKP dalam merespons perkembangan ekosistem kendaraan listrik sekaligus menghadirkan fasilitas yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masa depan.

“Hari ini bukan sekadar tentang penandatanganan sebuah dokumen kerja sama. Ini merupakan salah satu langkah BKKP untuk terus bertransformasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus memberikan kontribusi dalam mendukung ekosistem transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Wisnu.

Menurutnya, transformasi menuju penggunaan energi yang lebih bersih membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kehadiran SPKLU di lingkungan Klinik Utama SMM diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendukung bagi lingkungan internal, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat pengguna kendaraan listrik, khususnya dengan layanan pengisian daya yang dapat diakses selama 24 jam.

“Dengan kapasitas pelayanan hingga enam kendaraan listrik secara bersamaan dan operasional selama 24 jam, kami berharap keberadaan SPKLU ini nantinya dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi pegawai maupun masyarakat pengguna kendaraan listrik. Ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi BKKP dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik,” ujarnya.

Dia menambahkan, semangat dari kerja sama ini sejalan dengan upaya BKKP untuk terus berinovasi dan mengembangkan fasilitas pelayanan yang semakin modern.

“Transformasi tidak selalu harus dimulai dengan langkah yang besar. Namun, setiap langkah harus mempunyai arah yang jelas. Melalui semangat ‘BKKP Charge the Future’, kami ingin BKKP menjadi organisasi yang terus bergerak, berinovasi, dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan masa depan,” kata dia.

Kerja sama penyediaan dan pengoperasian SPKLU tersebut berlangsung mulai 1 September 2026 hingga 1 November 2030.

BKKP berharap seluruh tahapan penyediaan dan pemasangan SPKLU dapat berjalan sesuai target, sehingga fasilitas tersebut dapat segera dioperasikan dan dimanfaatkan. Implementasi kerja sama juga diharapkan dilaksanakan secara profesional, transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati kedua belah pihak.

“Setelah perjanjian ini ditandatangani, pekerjaan kita sesungguhnya baru dimulai. Target berikutnya adalah memastikan SPKLU ini dapat segera hadir dan beroperasi secara optimal. Berkolaborasi hari ini, untuk energi dan transportasi yang lebih berkelanjutan di masa depan,” pungkas Wisnu. (omy)

 

Baca Lainnya

Catatan Halimah Munawir: Dodol – Warisan Leluhur yang Tetap Lestari di Tengah Arus Modernisasi

3 September 2026 - 17:57 WIB

Pemerintah Target Tambah 69,5 GW Pembangkit Listrik dan 370 MW Data Center hingga 2034

3 September 2026 - 17:09 WIB

Bukan Sekadar Tandon Air, Warga Simpang Renggali Bangun Semangat Kebersamaan

3 September 2026 - 15:37 WIB

Dari Naskah Kuno ke Meja Politik: Diskusi Literasi Gayo Memicu Wacana Pemekaran Kota Madya Takengon dan Penataan Dapil DPRI

2 September 2026 - 21:06 WIB

Tenggat Pemenuhan Kewajiban Pelindungan Sisa Kuota Selular 28 September

2 September 2026 - 17:21 WIB

Pertamina Perluas Layanan SAF di 5 Lokasi

2 September 2026 - 17:06 WIB

Pelindo–Australia Jajaki Kerja Sama Maritim

2 September 2026 - 11:50 WIB

Pelindo Bersama BNN Edukasi Antinarkoba Siswa SMAN 80 Jakarta

2 September 2026 - 11:35 WIB

Menteri Trenggono Pastikan Enam Program Prioritas Nasional Berdampak bagi Masyarakat

2 September 2026 - 10:49 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink Perkuat Sinergi Pengembangan Bisnis Logistik

2 September 2026 - 10:49 WIB

Trending di EKOBIS