Menu

Mode Gelap
Catatan Halimah Munawir: Dodol – Warisan Leluhur yang Tetap Lestari di Tengah Arus Modernisasi Riwayat Bandara AH Nasution dan Jejak Kebijakan di Sekitarnya (Seri 1 dari 2 tulisan) Keren! BKKP “Charge the Future”, Hadirkan Pelayanan SPKLU di Klinik Utama SMM Pemerintah Target Tambah 69,5 GW Pembangkit Listrik dan 370 MW Data Center hingga 2034 Solo Raih Hibah Penguatan Pengelolaan Sampah Rp107 Miliar KAI Buka Rekrutmen 2026, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

EKOBIS

Pemerintah Target Tambah 69,5 GW Pembangkit Listrik dan 370 MW Data Center hingga 2034

badge-check


 Pameran di JiExpo Perbesar

Pameran di JiExpo

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah menargetkan tambahan 69,5 gigawatt (GW) kapasitas pembangkit listrik dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 dan kapasitas data center sekitar 370 megawatt (MW).

Ini memperlihatkan kebutuhan energi dan infrastruktur digital Indonesia yang terus berkembang.

Target pembangkit tersebut mencakup 42,6 GW energi terbarukan dan 10,3 GW sistem penyimpanan energi.

Perkembangan itu menjadi konteks Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Energy Week 2026 yang berlangsung 2–5 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Energy Week 2026 mempertemukan tiga sektor melalui Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia–Indonesia. Ketiganya menunjukkan keterkaitan antara kebutuhan kelistrikan, teknologi penyimpanan energi, dan pertumbuhan infrastruktur digital.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia, Maxmilaan Bruinier, mengatakan penyelenggaraan Energy Week di Jakarta melanjutkan momentum Indonesia Energy Week Surabaya 2026 yang sebelumnya mempertemukan lebih dari 200 peserta pameran dari 17 negara.

“Melalui IEE Series – Energy Week di Jakarta, kami memperluas konektivitas tersebut dengan mempertemukan sektor ketenagalistrikan, penyimpanan energi, dan infrastruktur digital dalam satu ekosistem,” ujar Maxmilaan dalam pembukaan IEE Series – Energy Week 2026, Rabu (2/9/2026).

Kebutuhan listrik yang semakin besar juga menuntut jaringan yang lebih fleksibel.

Dalam Symposium Prakarsa Jaringan Cerdas Indonesia (PJCI), Ketua Umum PJCI Arsyadany G. Akmalaputri mengatakan kebutuhan industri terhadap listrik ke depan semakin besar, beragam, dan dinamis.

“Karena itu, pengembangan sistem kelistrikan perlu bergerak menuju sistem yang lebih cerdas, fleksibel, dan mampu mengintegrasikan berbagai sumber energi secara andal,” ujar Arsyadany dalam pembukaan kegiatan, Rabu (2/9/2026).

Tekanan kebutuhan tersebut semakin relevan dengan ekspansi infrastruktur digital.

Data center membutuhkan pasokan listrik yang andal, sementara peningkatan energi terbarukan membutuhkan kemampuan penyimpanan dan pengelolaan sistem yang lebih adaptif.

Dari sisi skala, Energy Week 2026 mencakup area pameran lebih dari 20.000 meter persegi, melibatkan 451 perusahaan dari 28 negara, serta menghadirkan 21 sesi seminar dengan 73 thought leaders dan dukungan 12 asosiasi industri.

Penyelenggaraan Electric & Power Indonesia ke-24 bersama IndoEBTKE ConEx ke-12 juga diarahkan untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, penyedia teknologi, dan akademisi.

Kolaborasi tersebut diharapkan mempertemukan kebutuhan pasar dengan solusi yang mendukung pengembangan sektor kelistrikan berbasis energi baru dan terbarukan.

Bagi industri, keterhubungan energi, storage, dan data center membuka ruang pasar bagi teknologi serta solusi yang lebih terintegrasi.

Prospek bisnisnya akan semakin bergantung pada kemampuan menyediakan energi yang andal, efisien, dan mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan digital. (Artha Tidar)

 

Baca Lainnya

Keren! BKKP “Charge the Future”, Hadirkan Pelayanan SPKLU di Klinik Utama SMM

3 September 2026 - 17:28 WIB

Tenggat Pemenuhan Kewajiban Pelindungan Sisa Kuota Selular 28 September

2 September 2026 - 17:21 WIB

Pertamina Perluas Layanan SAF di 5 Lokasi

2 September 2026 - 17:06 WIB

Pelindo–Australia Jajaki Kerja Sama Maritim

2 September 2026 - 11:50 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink Perkuat Sinergi Pengembangan Bisnis Logistik

2 September 2026 - 10:49 WIB

Bahas Ekosistem Perumahan, 18 Juta Rumah Tangga Menanti

2 September 2026 - 05:43 WIB

TPIA Buka Terminal Cilegon, Aset Pelabuhan Masuk Pasar Eksternal

2 September 2026 - 05:24 WIB

Perubahan Pagu Anggaran Kemenhub 2026 dan 2027 Disetujui DPR

1 September 2026 - 19:27 WIB

Fasilitasi Logistik Oversized Cargo, Pelabuhan Ciwandan Jadi Pintu Gerbang Ekspor Wind Mill Tower ke Pasar Global

1 September 2026 - 14:52 WIB

Pelaku Usaha Makin Selektif Pilih Mal

1 September 2026 - 05:51 WIB

Trending di EKOBIS