Menu ✖

Mode Gelap
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

EKOBIS

IEE 2026: Industri Baterai Dikejar Kesiapan Energi dan Teknologi

badge-check


 Istimewa Perbesar

Istimewa

Wartatrans.com, JAKARTA – Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 datang ketika kebutuhan industri nasional dikejar kesiapan energi, teknologi, dan infrastruktur terus membesar.

Di Jakarta, rangkaian ini menargetkan lebih dari 75.000 trade attendees, melibatkan 2.000+ perusahaan dari 39 negara/wilayah dan menempati area lebih dari 108.000 meter persegi di JIExpo Kemayoran.

Energy Week pada 2–5 September 2026 mempertemukan sektor ketenagalistrikan, baterai, dan data center.

Engineering Week pada 9–12 September membawa pertambangan, konstruksi, migas, air, metalurgi, serta manajemen kebencanaan dalam satu ekosistem.

Skala tersebut menunjukkan persoalan industri kini tidak berdiri sendiri. Pabrik baterai membutuhkan listrik yang andal, teknologi produksi, sumber daya manusia, utilitas, logistik, dan rantai pasok, sementara pertumbuhan data center dan hilirisasi menambah tekanan terhadap kebutuhan energi.

Deputy Event Director Pamerindo Indonesia Hanung Hanindito mengatakan, pertumbuhan IEE mencerminkan kebutuhan pelaku industri untuk mempertemukan teknologi dan kebutuhan proyek.

“Dengan 2.000+ perusahaan peserta dan target lebih dari 75.000 trade attendees, kami melihat kebutuhan yang semakin besar terhadap ruang yang dapat mempertemukan pelaku industri, penyedia teknologi, dan berbagai pemangku kepentingan,” ujar Hanung di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Namun, besarnya investasi dan kapasitas produksi belum otomatis membuat Indonesia menguasai teknologi baterai. Prof. Evvy Kartini, Founder National Battery Research Institute (NBRI), mengatakan Indonesia perlu memperkuat kemampuan domestik agar peluang sumber daya mineral dan investasi berubah menjadi keunggulan industri.

“Indonesia perlu memperkuat riset, inovasi, dan penguasaan teknologi, serta membangun kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, industri, dan lembaga riset,” kata Evvy di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Tantangan serupa terlihat pada agenda energi bersih yang akan menopang pertumbuhan industri. Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa pada Sabtu (15/8/2026) menekankan kesiapan implementasi target pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).

“Target PLTS 100 GW bukan hanya persoalan membangun pembangkit, tetapi juga membutuhkan kesiapan jaringan, penyimpanan energi, sumber daya manusia, serta rantai pasok,” kata Fabby.

Kesiapan tersebut menjadi penting ketika kebutuhan listrik industri terus bertambah. Transisi energi tidak hanya menuntut tambahan kapasitas energi bersih, tetapi juga jaringan, digitalisasi, penyimpanan, dan kemampuan industri domestik.

IEE 2026 karena itu relevan dibaca sebagai cermin kesiapan ekosistem industri. Jika investasi baterai, data center, dan hilirisasi terus bertambah, keunggulan Indonesia akan ditentukan bukan hanya oleh kepemilikan mineral, tetapi juga kemampuan memasok energi andal, menguasai teknologi, dan membangun engineering domestik.

Tekanan ini membuat agenda keberlanjutan harus dibaca bersama efisiensi biaya dan kepastian pasokan energi. Bagi pelaku usaha, persoalan tersebut menentukan biaya produksi, kepastian investasi, dan daya saing ekspor.

Transformasi industri akan bernilai ekonomi jika kapasitas yang dibangun dapat beroperasi efisien, terserap pasar, dan menghasilkan nilai tambah lebih besar di dalam negeri. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Bandara Lombok Sambut Kedatangan Ofisial, Kru, Pembalap, dan Kargo MotoGP 2026

7 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

6 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Kehadiran MotoGP Mandalika 2026 Perluas Jaringan Transportasi Lombok

6 Oktober 2026 - 05:04 WIB

Joumpa Masuk di Layanan wondr, BNI Perluas Ekosistem Perjalanan

6 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Trending di EKOBIS