Wartatrans.com, JAKARTA – BNI memperluas fungsi wondr by BNI dengan menghadirkan layanan airport assistance Joumpa, yang dikelola PT Gapura Angkasa, anak usaha InJourney Aviation Services (IAS).
Integrasi ini ditandai penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Mobile Banking Integration antara BNI dan IAS pada Rabu (30/9/2026), sehingga nasabah dapat memesan pendampingan perjalanan di bandara melalui aplikasi.
Langkah tersebut berlangsung ketika kanal digital BNI telah memiliki basis pengguna besar. Hingga semester I 2026, wondr mencatat 15,1 juta pengguna, 1,1 miliar transaksi, dan nilai transaksi Rp958 triliun.
Kolaborasi tersebut, menurut Direktur Komersial IAS Muchdian Muchlis, membuka peluang pengembangan sinergi antarperusahaan.
“Kami mengapresiasi dukungan BNI yang luar biasa kepada IAS Group. Bagi kami di IAS, kolaborasi ini memiliki arti yang lebih dari sekadar kerja sama komersial, tetapi merupakan bentuk sinergi ekosistem,” ujar Muchdian dalam keterangan BNI, Jumat (2/10/2026).
Joumpa memberikan pendampingan sejak kedatangan, proses check-in, pengantaran menuju boarding gate hingga pengambilan bagasi.
Layanan tersebut mempertemukan ekosistem perbankan digital dengan kebutuhan perjalanan yang berada di luar layanan utama bank dalam satu kanal digital.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking BNI Corina Leyla Karnalies menilai integrasi tersebut memperluas layanan yang dapat diakses nasabah melalui kanal digital.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memberikan kemudahan bagi nasabah BNI dalam mengakses layanan airport assistance Joumpa langsung melalui wondr by BNI,” ujar Corina.
Perluasan layanan perjalanan melalui kanal digital tersebut berlangsung seiring meningkatnya peran bisnis non-aeronautika di bandara.
InJourney Airports mencatat pendapatan usaha Rp10,23 triliun pada semester I-2026, dengan kontribusi non-aeronautika sekitar 38 persen, naik dari sekitar 30 persen sebelum transformasi.
Peningkatan kontribusi itu menjadi bagian dari arah pengembangan bisnis InJourney Airports.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan, porsi pendapatan non-aeronautika masih akan ditingkatkan.
“Saat ini kontribusi pendapatan non-aeronautika InJourney Airports mencapai sekitar 38 persen dari total pendapatan usaha,” kata Rizal, Kamis (23/7/2026).
Perluasan produk dan layanan di luar bisnis utama juga membuat nilai ekonomi dari setiap layanan perlu diperhitungkan secara menyeluruh. Pandangan mengenai pentingnya mengukur pendapatan bersih setelah memperhitungkan biaya dan dampak terhadap sumber pendanaan bank sebelumnya disampaikan Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede pada Agustus 2026.
Prinsip tersebut relevan untuk integrasi Joumpa dan wondr. Basis pengguna yang besar tidak otomatis menghasilkan nilai komersial jika pertumbuhan transaksi tidak sebanding dengan biaya teknologi, promosi, dan layanan.
BNI hingga semester I 2026 telah menghubungkan Open API dengan lebih dari 2.000 mitra melalui 283 layanan API.
Infrastruktur ini menunjukkan perluasan wondr tidak hanya bertumpu pada fitur internal, tetapi juga koneksi dengan mitra bisnis.
Dengan demikian, tantangannya bukan sekadar menghadirkan Joumpa di wondr, melainkan mengubah akses menjadi transaksi berulang yang menghasilkan pendapatan.
Dampak komersial integrasi tersebut belum dapat diukur karena BNI dan IAS belum membuka data transaksi Joumpa melalui wondr. (Artha Tidar)



























