Wartatrans.com, SEMARANG — Empat hari jelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang tanggal 11 – 20 September 2026, panitia tancap gas pol. Venue utama di Lapangan Pancasila Simpang Lima yang menjadi lokasi pembukaan dan penutupan sudah taraf finishing.
Walau sudah rampung 95 persen, pengecekan dan monitoring sarana dan prasarana masih terus dilakukan, bukan saja oleh Walikota Semarang Agustina Wilujeng, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, tapi juga Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.

Ini untuk memastikan kebutuhan pendukung di venue mulai dari listrik, air, internet, hingga kebersihan kawasan berjalan baik.

MTQ Nasional XXXI tidak hanya berlangsung di Simpang Lima tapi tersebar di berbagai lokasi di Kota Semarang. Tidak salah jika persiapannya juga melibatkan kecamatan dan kelurahan.
Camat dan lurah diminta menggerakkan masyarakat untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan. Ini demi kenyamanan kafilah dan tamu dari 37 provinsi yang jumlahnya mencapai 2.833 orang.
Sebelumnya, gerakan membersihkan masjid telah dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama pada Mei, sejumlah 177 masjid yang tersebar di kelurahan Semarang telah dipercantik.
Tahap kedua adalah pada akhir Agustus dengan menseterilkan kawasan di sekitar venue MTQ. Penataan kawasan, pemasangan spanduk termasuk penjor juga dilakukan untuk menyambut semua segmen hadirin.
Panitia juga menyiapkan sarana kesehatan. Posko disiapkan di 12 venue dengan pelayanan dari 40 puskesmas dan 18 rumah sakit 24 jam. Selain posko di venue, posko satelit juga disiapkan di sekretariat penyelenggara.

Dengan pelaksanaan yang tersebar di sejumlah lokasi, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dari penyelenggaraan, mulai dari penyambutan, pengadaan venue, seremoni pembukaan, pelaksanaan lomba, sampai penutupan mengantar tamu pulang secara aman.
Intinya, keterlibatan pemerintah dan masyarakat tidak hanya akan membuat MTQ berjalan lancar, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi kafilah dan tamu yang datang dari berbagai daerah.
Doanya, MTQ kali ini tidak saja membawa berkah bagi Kota Semarang tapi juga negara Indonesia. Semangat persatuan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, dan manfaatnya bagi masyarakat diharapkan dapat terus dirasakan setelah rangkaian MTQ XXXI selesai.***
(Aditiya Widodo Putra)


























