Menu

Mode Gelap
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menkes Imbau Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah Dampak Abu Anak Krakatau Tak Hilang Seketika, Ikatan Pilot Jelaskan Risiko Penerbangan Alun-alun Garut Dipasangi Baner Jangan Eksploitasi Anak. Lindungi Haknya, Jaga Masa Depannya InJourney Airports Siapkan Bus Gratis Bagi Penumpang ke Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya dari Bandara Soekarno-Hatta Waspada! Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Picu Peningkatan Pencemaran Udara di Sejumlah Wilayah Aneh! Jadi Korban Pengeroyokan di Margonda, Pria Istimewa Ini Justru Diperiksa di Polres Depok

RAGAM

Alun-alun Garut Dipasangi Baner Jangan Eksploitasi Anak. Lindungi Haknya, Jaga Masa Depannya

badge-check


 Alun-alun Garut Dipasangi Baner Jangan Eksploitasi Anak. Lindungi Haknya, Jaga Masa Depannya Perbesar

Wartatrans.com, GARUT — Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dinas Pendidikan dan pihak terkait lainnya resmi memasang banner serta spanduk imbauan pencegahan eksploitasi anak di berbagai titik strategis.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat perlindungan anak dan meminimalkan kekerasan serta pemanfaatan anak di bawah umur secara ilegal di wilayah Garut.

Tulisan Baner dan spanduk tersebut berupa himbauan “Jangan Eksploitasi Anak. Lindungi Haknya, Jaga Masa Depannya.”

Pemasangan banner itu dilakukan sejak Jumat sore (4/9/2026) oleh gabungan Dinas DPPKB-PPPA Kabupaten Garut bersama Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

Ini bukan aksi seremonial.Lokasinya dipilih sengaja. Selain Alun-Alun Garut, banner serupa dipasang di Ceplak, Alun-Alun Tarogong Kaler, kawasan IBC, dan perempatan Lampu Merah Maktal.

Semua titik adalah ruang publik yang setiap hari dipadati warga dan anak-anak.

Kepala DPPKBPPPA Kab. Garut Yanyan menyebut ini langkah paling dasar tapi paling penting, edukasi.

“Eksploitasi ekonomi terhadap anak masih kita temui. Ada yang jualan, ngamen, bahkan kerja di tempat yang tidak layak. Padahal anak punya hak untuk sekolah, bermain, dan tumbuh tanpa beban ekonomi,” ujarnya.

Data Dinas Sosial mencatat, kasus anak yang bekerja di jalanan masih muncul meski jumlahnya fluktuatif. Faktor kemiskinan dan putus sekolah jadi pemicu utama.

Nah melalui banner, pemerintah ingin mengetuk kesadaran publik. Anak bukan alat untuk menambah penghasilan. Anak adalah subjek yang harus dilindungi.

“Gerakan ini mengajak kita semua. Orang tua, pengusaha, sampai pembeli di jalan. Jangan manfaatkan anak untuk kepentingan ekonomi,” kata petugas dari Satpol PP saat memasang banner di Ceplak.

Selain pemasangan banner, tim gabungan juga membagikan selebaran dan berdialog singkat dengan warga.

Selain itu Dinas Pendidikan Kabupaten Garut menekankan pentingnya memastikan anak tetap di sekolah.

Sementara Disnakertrans mengingatkan bahwa perusahaan agar tidak mempekerjakan anak di bawah umur.

Langkah ini menjadi pengingat bahwa kota ramah anak dimulai dari ruang publik. Dari alun-alun, lampu merah, sampai pusat perbelanjaan.*** (Chryst/Buy)

Baca Lainnya

Waspada! Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Picu Peningkatan Pencemaran Udara di Sejumlah Wilayah

6 September 2026 - 19:10 WIB

TOP BRSN PKS Kabupaten Bogor Diikuti Lebih 180 Peserta, Perkuat Relawan Menuju Pemilu 2029

6 September 2026 - 18:58 WIB

Warga Sinis Sementara Cak Imin Memuji Keberhasilan Gubernur Jateng Menurunkan Kemiskinan

6 September 2026 - 18:34 WIB

Pasca Pelantikan, Dewan Pakar PKS Kabupaten Bogor Siap Bergerak Sesuai Panduan

6 September 2026 - 16:50 WIB

Haji Fikri Imbau Warga Kabupaten Bogor Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau

6 September 2026 - 16:25 WIB

Ahmad Heryawan: Pembangunan Jawa Barat Harus Berkeadilan, Berbudaya, Terhubung dan Berkelanjutan 

6 September 2026 - 16:11 WIB

DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dengan Mengikuti Arahan Terkait Aktivitas Terkini Gunung Anak Krakatau

6 September 2026 - 13:39 WIB

Antisipasi Erupsi Gunung Anak Krakatau, PLP Tanjung Priok Siagakan Tiga Kapal Patroli KPLP

6 September 2026 - 13:13 WIB

Prabowo Dorong BUMN Lebih Ramping, Efisiensi Rp100 Triliun dan Hilirisasi Dipercepat

6 September 2026 - 13:12 WIB

BFLF Lhokseumawe–Aceh Utara Kumpulkan 65 Kantong Darah dalam Dua Jam

6 September 2026 - 12:23 WIB

Trending di RAGAM