Wartatrans.com, BANDUNG – Mantan Gubernur Jawa Barat, Dr. H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si., menekankan pentingnya paradigma pembangunan yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghadirkan keadilan sosial, menjaga budaya dan lingkungan serta memperkuat keterhubungan antarwilayah.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Heryawan dalam pemaparan materi bertema “Sosiologi Pembangunan: Jawa Barat, Kemarin, Hari Ini dan Esok” pada acara pelantikan Dewan Pakar dan Dewan Penasehat se-Jawa Barat di Bandung, Ahad (06/09/2026)

Dalam paparannya, Aher—sapaan Ahmad Heryawan—menyampaikan bahwa pembangunan Jawa Barat ke depan perlu diletakkan pada empat prinsip utama, yakni berkeadilan, berbudaya, terhubung dan berkelanjutan.
Menurutnya, pembangunan yang berkeadilan berarti hasil pembangunan harus dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah yang selama ini belum mendapatkan akses pembangunan secara optimal.
Sementara prinsip berbudaya, kata Aher, mengandung makna bahwa kemajuan Jawa Barat tidak boleh membuat masyarakat kehilangan identitas dan akar budayanya. Pembangunan harus tetap memberikan ruang bagi nilai-nilai lokal, tradisi dan kebudayaan masyarakat Jawa Barat.
Adapun pembangunan yang terhubung menuntut adanya konektivitas yang semakin kuat, baik dalam aspek infrastruktur, transportasi, ekonomi maupun komunikasi antardaerah.
“Jawa Barat ke depan harus dibangun dengan pendekatan yang menyatukan berbagai aspek kehidupan masyarakat,” demikian pokok pemikiran yang disampaikan dalam materi Aher.
Sedangkan prinsip berkelanjutan menempatkan lingkungan sebagai bagian penting dari pembangunan. Pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian alam dan kualitas hidup generasi mendatang.
Aher juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya bukan semata-mata berapa banyak infrastruktur yang dibangun atau seberapa besar pertumbuhan ekonomi yang dicapai.
“Ujung pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat,” menjadi salah satu penekanan dalam paparannya.
Ia merumuskan setidaknya tiga indikator penting yang dapat menjadi ukuran keberhasilan pembangunan, yakni kemiskinan berkurang, pengangguran berkurang dan lingkungan tetap lestari.
Dengan demikian, pembangunan harus mampu menciptakan kesempatan ekonomi dan lapangan pekerjaan sekaligus mengurangi kesenjangan serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pandangan tersebut relevan dengan rekam jejak Aher sebagai mantan Gubernur Jawa Barat dua periode. Saat ini, Ahmad Heryawan juga tercatat sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat 2.
Melalui forum yang dihadiri para Dewan Pakar dan Dewan Penasehat tersebut, pemikiran tentang pembangunan Jawa Barat diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi menjadi bahan refleksi dan rekomendasi dalam menentukan arah pembangunan Jawa Barat pada masa mendatang.
Jawa Barat, kata Aher, tidak hanya membutuhkan pembangunan yang cepat, tetapi pembangunan yang mampu menghadirkan keadilan, menjaga jati diri budaya, menghubungkan seluruh wilayah dan tetap memberikan ruang bagi kelestarian lingkungan.*** (Dull)


























