Wartatrans.com, Semangat kemanusiaan kembali diwujudkan Blood For Life Foundation (BFLF) Lhokseumawe–Aceh Utara melalui aksi donor darah. Berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe, BFLF kembali menggelar kegiatan donor darah dalam rangkaian peringatan HUT RRI Tahun 2026.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Dalam waktu hanya dua jam, panitia berhasil mengumpulkan 65 kantong darah yang selanjutnya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan transfusi bagi pasien yang membutuhkan.

Ketua BFLF Lhokseumawe–Aceh Utara, Mutia Sari, ST, MSM, mengatakan kegiatan donor darah merupakan bagian dari komitmen BFLF untuk terus hadir membantu masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan transfusi darah.
“Semoga kegiatan ini selalu dapat kami dampingi dan mendapatkan ridho Allah SWT. Niat kami hanya ingin membantu sesama, khususnya orang-orang yang sedang membutuhkan transfusi darah,” ujar Mutia.

Menurut Mutia, aksi donor darah tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga bentuk nyata kepedulian masyarakat terhadap sesama. Ketersediaan darah yang cukup sangat penting bagi pasien yang membutuhkan transfusi, baik dalam kondisi darurat maupun untuk kebutuhan pengobatan tertentu.
Selama empat tahun hadir di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, BFLF telah menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk aksi donor darah yang dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai pihak.
Dari rangkaian kegiatan tersebut, BFLF Lhokseumawe–Aceh Utara telah berhasil menghimpun kurang lebih 2.400 kantong darah.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa gerakan kemanusiaan berbasis masyarakat dapat memberikan kontribusi nyata terhadap ketersediaan darah sekaligus membangun budaya saling membantu.
BFLF berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan PMI, lembaga pemerintah, komunitas, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat.
Bagi BFLF, setetes darah bukan sekadar bagian dari tubuh yang didonasikan, tetapi dapat menjadi harapan dan bahkan penyambung kehidupan bagi orang lain.
Semangat tersebut yang terus dijaga BFLF selama empat tahun kiprahnya di Lhokseumawe dan Aceh Utara: bergerak bersama, berdonor untuk sesama, dan menghadirkan kemanusiaan dalam tindakan nyata.*** (Jasa)

























