
Fourmansyah, Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok
Wartatrans.com, JAKARTA – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok meningkatkan kesiapsiagaan operasional guna mendukung keselamatan dan keamanan pelayaran menyusul fenomena erupsi menerus Gunungapi Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda.
Berdasarkan Laporan Khusus Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 1512.Lap/GL.03/BGL/2026 tanggal 5 September 2026 tentang Fenomena Erupsi Menerus Gunungapi Anak Krakatau, aktivitas Gunungapi Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga). Badan Geologi mencatat erupsi menerus terjadi pada 5 September 2026 dan perkembangan aktivitas gunungapi terus dipantau secara intensif.

Sebagai tindak lanjut terhadap perkembangan tersebut dan kewaspadaan keselamatan pelayaran, Pangkalan PLP Tanjung Priok meningkatkan kesiapan unsur patroli dan personel untuk mengantisipasi potensi dampak terhadap keselamatan pelayaran.
Tiga Kapal Patroli KPLP Disiagakan
Pangkalan PLP Tanjung Priok telah menyiagakan tiga kapal patroli KPLP, yaitu:

Kapal Patroli KPLP P111 KN Trisula
– KN. Trisula-P.111

Kapal Patroli KPLP P214 KN Damaru
– KN. Damaru-P.214

Kapal Patroli KPLP P215 KN Jembio
– KN. Jembio-P.215
Ketiga kapal tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan patroli, pengawasan, pemantauan kondisi perairan, serta pelaksanaan tugas keselamatan dan keamanan pelayaran sesuai perkembangan situasi dan kebutuhan operasional di lapangan.
Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok, Fourmansyah, S.H., M.M., M.H., menegaskan bahwa kesiapsiagaan kapal dan personel merupakan langkah preventif untuk memastikan KPLP dapat merespons perkembangan situasi secara cepat dan terkoordinasi.
“Pangkalan PLP Tanjung Priok telah menyiagakan tiga kapal patroli KPLP, yaitu KN. Trisula-P.111, KN. Damaru-P.214, dan KN. Jembio-P.215. Seluruh unsur tersebut siap melaksanakan patroli, pemantauan, dan tugas keselamatan pelayaran sesuai perkembangan situasi serta kebutuhan operasional di lapangan,” ujar Fourmansyah.
Perkuat Koordinasi dan Pemantauan
Fourmansyah mengatakan Pangkalan PLP Tanjung Priok terus melakukan koordinasi dengan KSOP Merak, KSOP Panjang, KSOP Panjang, KSOP Bakauheni, VTS Merak, VTS Panjang, Badan Geologi/ESDM, serta instansi terkait lainnya dalam rangka memperoleh informasi terkini dan memastikan langkah kesiapsiagaan dilaksanakan secara terpadu.
“Kami mengimbau seluruh nakhoda, operator kapal, dan pengguna jasa pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan, mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang, serta selalu mengutamakan keselamatan selama melaksanakan pelayaran,” tegasnya.
Pangkalan PLP Tanjung Priok juga mengimbau agar setiap kondisi atau potensi bahaya yang dapat mengganggu keselamatan pelayaran segera dilaporkan melalui Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai, Syahbandar terdekat, maupun instansi terkait.
KPLP akan terus melakukan pemantauan dan meningkatkan kesiapsiagaan sesuai perkembangan situasi sebagai bagian dari komitmen Kementerian Perhubungan dalam menjamin keselamatan, keamanan, dan kelancaran pelayaran.
«“Keselamatan pelayaran adalah prioritas utama. KPLP siap hadir, siap siaga, dan siap melaksanakan tugas sesuai kewenangan untuk memberikan perlindungan kepada pengguna jasa pelayaran,” tutup Fourmansyah.»(ahmad)




























