Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Gandeng Clothes for Charity Perpanjang Masa Guna Produk Tekstil Pabrik Sabu di Pidie Diduga Dikendalikan Jaringan Luar Daerah, Ustaz Ajak Masyarakat Lebih Waspada Dirantai Digelang Rindu Dipopulerkan Exists Band Legendaris Malaysia, Kini Diremake Indra Adhari Cut Tari Bikin Konflik Makin Panas, Rahasia Masa Lalu Terkuak di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027 Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026

BANDARA

AirNav Perketat Pemantauan Ruang Udara Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

badge-check


 Salah satu gedung ATC AirNav Indomesia (dok) Perbesar

Salah satu gedung ATC AirNav Indomesia (dok)

Wartatrans.com, TANGERANG – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah terdeteksi di wilayah sekitar Jakarta dan berdampak terhadap kondisi operasional penerbangan.

Menyikapi kondisi tersebut, AirNav Indonesia memperketat pemantauan ruang udara Jakarta dan sekitarnya.

“Menyusul perkembangan terakhir, untuk alasan keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia melakukan penerbitan NOTAM A3344/26 terkait penutupan sementara ruang udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII) akibat abu vulkanik Gunung Krakatau Ahad (6/9/2026) hingga estimasi pukul 09.30 WIB,” jelas EVP of Corporate Secretary
Hermana Soegijantoro.

NOTAM A3344/26 merupakan pembaruan atas NOTAM A3341/26 yang sebelumnya diterbitkan terkait kondisi Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik Gunung Krakatau.

Pembaruan tersebut merupakan bagian dari pelayanan informasi aeronautika AirNav Indonesia untuk memastikan pengguna ruang udara dan pemangku kepentingan penerbangan memeroleh informasi terkini mengenai kondisi ruang udara dan operasional penerbangan.

Sementara itu, kondisi operasional di Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH) telah kembali normal.

Berdasarkan NOTAM A3342/26, landasan pacu 06/24 (RWY 06/24) dinyatakan resumed normal operations efektif pukul 02.28 WIB, 6 September 2026.

Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan navigasi penerbangan dilakukan secara dinamis berdasarkan kondisi aktual di masing-masing wilayah.

“Dalam menghadapi potensi bahaya abu vulkanik, perkembangan sebaran abu dan kondisi ruang udara menjadi salah satu aspek penting yang terus dipantau dalam penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan,” ucapnya.

Melalui Indonesia Network Management Center (INMC), AirNav kata dia, memperketat pemantauan terhadap kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan serta memastikan informasi keselamatan penerbangan dapat tersedia dan diperbarui sesuai perkembangan kondisi.

Informasi mengenai kondisi ruang udara dan operasional penerbangan tersebut disampaikan melalui mekanisme pelayanan informasi aeronautika, termasuk melalui penerbitan dan pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) sesuai perkembangan kondisi yang terjadi.

Kondisi ruang udara bersifat dinamis, khususnya dalam menghadapi potensi bahaya abu vulkanik.

AirNav terus memperketat pemantauan kondisi ruang udara dan memperbarui informasi penerbangan berdasarkan perkembangan kondisi terkini.

“Penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan ini dilakukan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan,” imbuh dia.

AirNav terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan perkembangan kondisi ruang udara dan informasi keselamatan penerbangan dapat diperbarui serta disampaikan secara tepat waktu.

Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pelayanan navigasi penerbangan dengan tetap mempertimbangkan kondisi aktual di ruang udara.

AirNav menyampaikan bahwa informasi aeronautika, termasuk NOTAM, bersifat dinamis dan dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi.

“Oleh karena itu, seluruh pengguna ruang udara dan pemangku kepentingan penerbangan perlu senantiasa memperhatikan informasi aeronautika terbaru dalam merencanakan dan melaksanakan penerbangan,” imbuh Hermana.

AirNav juga akan terus memperketat pemantauan kondisi ruang udara terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memperbarui informasi penerbangan sesuai perkembangan yang terjadi, dengan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama. (omy)

Baca Lainnya

AirNav Bersama Malaysia Perkuat Koordinasi Pelayanan Navigasi Penerbangan

23 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Indonesia AirAsia Dukung Kebijakan Pemerintah, Libur Nataru Harga Tiket Domestik Turun Mulai dari 12%

23 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Asap Karhutla Meluas hingga NTT, Pengguna Jasa Agar Cek Status Penerbangan

23 Oktober 2026 - 08:03 WIB

TNI AU Uji Pendaratan Pesawat Tempur di Tol Paspro

23 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Kemenpar: Penerbangan Shenzhen–Jakarta Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Tiongkok

22 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Kemenhub dan TNI AD Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara di Bandara Kalimarau

21 Oktober 2026 - 18:20 WIB

AirNav Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan

20 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Dampak Karhutla Ganggu 2.604 Penerbangan, Kemenhub Perkuat Mitigasi dan Pengawasan Keselamatan

20 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Dampak Karhutla pada Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gandeng EIGER, Garuda Daur Ulang Pelampung dan Pelapis Kursi Pesawat jadi Koleksi Menarik

17 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Trending di EKOBIS