Menu ✖

Mode Gelap
The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen Pegiat Sosial Lhokseumawe Mutia Sari Terima Penghargaan Kehormatan dari Ketua FPTI Kota Batam Mantap, InJourney Airports Sabet Anugerah Reksa Bandha 2026 Hadir di Interferry Conference 2026, ASDP Beberkan Transformasi Penyeberangan Indonesia  AirNav Bersama FAA ATO Bahas Modernisasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Partai Demokrat Mengecam Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo

BANDARA

Eksplorasi Ruang Udara Papua, AirNav Gelar Safer Skies Through Collaboration di Timika

badge-check


 Dirut AirNav Indonesia (dok) Perbesar

Dirut AirNav Indonesia (dok)

Wartatrans.com, TIMIKA –  Meningkatkan keselamatan penerbangan, AirNav Indonesia terus mengeksplorasi karakteristik ruang udara wilayah Papua.

Berbagai tantangan yang dihadapi dalam operasional penerbangan, mulai dari perubahan cuaca, kondisi geografis, jarak pandang, hingga karakteristik medan pegunungan, menjadi bagian yang dibahas bersama para pemangku kepentingan penerbangan.

Upaya tersebut dilakukan melalui Papua Aviation Stakeholder Forum 2026 bertajuk “Safer Skies Through Collaboration” yang diselenggarakan di Timika, Papua, Sabtu (5/9/2026).

Melalui forum ini, AirNav mempertemukan regulator, penyedia jasa navigasi penerbangan, pengelola bandara, TNI Angkatan Udara, hingga pilot untuk membahas tantangan operasional sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan di langit Bumi Cendrawasih.

Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno menyampaikan, pemahaman terhadap karakteristik ruang udara Papua perlu terus dikembangkan seiring dengan dinamika operasional penerbangan di wilayah tersebut.

”Melalui forum ini, kami berharap ada inovasi-inovasi yang dapat ditemukan dan diimplementasikan agar kita dapat terus mengupayakan peningkatan keselamatan penebangan di ruang udara Papua,” ungkapnya.

Menurutnya, karakteristik alam Papua menghadirkan kondisi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dari seluruh personel penerbangan.

Perubahan cuaca yang cepat, jarak pandang, temperatur udara, serta jajaran pegunungan dapat memengaruhi kondisi penerbangan dan persepsi visual pilot.

“Contohnya cuaca, jarak pandang, temperatur udara, hingga jajaran pegunungan yang kadang memicu fatamorgana. Pilot melihatnya seperti medan datar, padahal pegunungan,” ucapnya.

Dia menilai, kesamaan persepsi dan komunikasi antara pilot dan pemandu lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ATC) menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan penerbangan.

Menurut Avirianto, semua pihak memiliki perspektif dan tanggung jawab yang berbeda dalam operasional penerbangan.

“Pertukaran informasi secara langsung diperlukan agar masing-masing pihak dapat memahami kondisi dan tantangan yang dihadapi pihak lainnya,” kata dia.

Adapun yang dibutuhkan adalah bagaimana setiap pihak memahami tantangan pihak lainnya. Pilot harus memahami kondisi yang dihadapi ATC, begitu juga sebaliknya.

“Dengan begitu, kita bisa mengambil keputusan yang lebih baik untuk keselamatan,” ujar Avirianto.

Mencari Solusi dari Persoalan di Lapangan

Selain kondisi geografis
dan cuaca, forum juga membahas pentingnya kepatuhan terhadap berbagai ketentuan teknis penerbangan.

Salah satunya terkait kesesuaian muatan kargo dengan dokumen resmi.

Avirianto menyebut, aspek yang terlihat sederhana tersebut tetap memiliki konsekuensi terhadap keselamatan penerbangan sehingga perlu menjadi perhatian seluruh pihak.

“Hal-hal seperti ini harus kita disiplinkan bersama. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh ekosistem penerbangan,” ujarnya.

Dia berharap, diskusi dalam forum tersebut menghasilkan masukan dan solusi yang dapat segera ditindaklanjuti dalam operasional penerbangan.

“Jangan sampai forum ini hanya menjadi tempat berdiskusi. Apa yang kita temukan dan sepakati harus bisa kita tindak lanjuti,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah X Merauke Rasburhany U mengapresiasi forum yang mempertemukan berbagai unsur penerbangan tersebut.

“Karakteristik geografis Papua dan perubahan cuaca yang cepat membuat pembaruan informasi serta koordinasi antarpemangku kepentingan menjadi penting,” ulasnya.

Melihat kondisi geografis dan cuaca Papua yang cepat berubah, kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperbarui informasi dan mencari solusi atas permasalahan yang timbul.

“Kami berkomitmen berkolaborasi demi menjamin keselamatan penerbangan di Papua,” ungkap Rasburhany.

Ia mengatakan, keselamatan penerbangan membutuhkan sinergi antara regulator, penyedia jasa navigasi penerbangan, operator bandar udara, maskapai, pilot, dan unsur terkait lainnya.

Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan bisa saling berdiskusi dan memberikan masukan demi menjamin keamanan serta keselamatan penerbangan, khususnya di wilayah Papua.

Selain Direktur Utama AirNav Indonesia, Papua Aviation Stakeholder Forum 2026 menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur penerbangan, Kepala Otban Wilayah X Merauke Rasburhany U, Komandan Lanud Yohanis Kapiyau Kolonel Pnb Taufik Andriadi, perwakilan IPI/Pilot Tariku Capt. Yoseph Hugo S.K. Mirino, serta Kepala UPBU Timika Muchammad Nafiek.

“Melalui forum tersebut, AirNav terus mendorong pemahaman bersama terhadap karakteristik ruang udara Papua serta memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan penerbangan di wilayah tersebut,” pungkas Avirianto. (omy)

Baca Lainnya

Mantap, InJourney Airports Sabet Anugerah Reksa Bandha 2026

5 November 2026 - 18:41 WIB

AirNav Bersama FAA ATO Bahas Modernisasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara

5 November 2026 - 16:41 WIB

Tim AirNav Indonesia bersama Tim FAA ATO

Kemenhub Sampaikan Duka Cita Kecelakaan Helikopter Water Bombing di Kuala Pembuang Kalteng

5 November 2026 - 11:48 WIB

Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini

2 November 2026 - 19:28 WIB

Kemenhub Pastikan Fuel Surcharge Penerbangan Domestik November 2026 Tetap 40%

2 November 2026 - 16:26 WIB

Rimbun Air Bidik Rute Jakarta-Tasikmalaya

1 November 2026 - 17:29 WIB

Jelang Libur Nataru, Menhub Dudy Instruksikan Rampcheck Seluruh Moda Transportasi

31 Oktober 2026 - 10:59 WIB

Citilink Kolaborasi dengan Krispy Kreme, Hadirkan Penerbangan Lebih Berkesan

30 Oktober 2026 - 20:08 WIB

AirNav Indonesia Paparkan Inovasi Navigasi Penerbangan di AS

30 Oktober 2026 - 16:45 WIB

BKT: Pengendalian Inflasi pada Transportasi Perlu Sinergi Lintas Sektor

30 Oktober 2026 - 11:15 WIB

Trending di BANDARA