Menu

Mode Gelap
Menhub Dudy: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terus Dimonitor, Keselamatan Tetap Utama Bandara Soekarno-Hatta Prioritaskan Pelayanan Bagi Penumpang Terdampak Penutupan Abu Gunung Anak Krakatau Berdampak Tanding Sepak Bola, Klub Ubah Rute Pulang Persija dan Persebaya Catatan Halimah Munawir: Narosan – Ketika Tradisi Menjadi Jalan Menuju Keluarga Pasca Pelantikan, Dewan Pakar PKS Kabupaten Bogor Siap Bergerak Sesuai Panduan Haji Fikri Imbau Warga Kabupaten Bogor Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau

BANDARA

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Soetta, Halim, dan Radin Inten II Ditutup Sementara

badge-check


 Bandara Soetta Perbesar

Bandara Soetta

Wartatrans.com, TANGERANG – AirNav Indonesia menerbitkan dan memperbarui NOTAM terkait penutupan sementara tiga ruang udara dari bandara yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, yakni Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH), Bandara Internasional Soekarno-Hatta (WIII), dan Bandara Radin Inten II (WILL).

“Bandara Halim Perdanakusuma dinyatakan ditutup sementara melalui NOTAM A3345/26 (NOTAMN) sejak 6 September pukul 07.20 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 10.00 WIB,” ucap EVP of Corporate Secretary
Hermana Soegijantoro

Sebelumnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup berdasarkan NOTAM A3344/26 (NOTAMR A3341/26) sejak 6 September pukul 04.52 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 09.30 WIB.

Bandara Radin Inten II juga ditutup sementara berdasarkan NOTAM B1123/26 (NOTAMN) sejak 6 September pukul 04.18 WIB, dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 08.00 WIB.

Penutupan sementara di tiga bandara tersebut merupakan bagian dari langkah keselamatan penerbangan seiring perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Kondisi sebaran abu vulkanik bersifat dinamis sehingga memerlukan pemantauan secara berkelanjutan dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai perkembangan kondisi,” katanya.

Pihaknya terus memantau perkembangan kondisi ruang udara secara intensif.

Setiap perubahan kondisi yang berpotensi memengaruhi keselamatan penerbangan segera kami tindaklanjuti melalui pembaruan informasi aeronautika dan penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan sesuai kebutuhan.

Melalui Indonesia Network Management Center (INMC), AirNav Indonesia terus memantau kondisi ruang udara dan perkembangan sebaran abu vulkanik untuk mendukung pengelolaan lalu lintas penerbangan serta memastikan informasi aeronautika diperbarui secara tepat waktu.

“AirNav Indonesia terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan dalam memantau perkembangan kondisi ruang udara dan memastikan informasi keselamatan penerbangan tersampaikan secara tepat waktu,” ujar dia.

AirNav akan terus memperbarui informasi aeronautika sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap penyesuaian pelayanan navigasi penerbangan. (omy)

 

Baca Lainnya

Menhub Dudy: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terus Dimonitor, Keselamatan Tetap Utama

6 September 2026 - 17:36 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Prioritaskan Pelayanan Bagi Penumpang Terdampak Penutupan

6 September 2026 - 17:12 WIB

Penutupan Bandara Radin Inten II Lampung Diperpanjang hingga 18.00 WIB

6 September 2026 - 15:45 WIB

Operasional Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali Turut Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

6 September 2026 - 15:00 WIB

Indikasi Abu Vulkanik, Bandara Husein Bandung Ditutup Sementara, 8 Penerbangan Terdampak

6 September 2026 - 14:17 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kini 6 Bandara Tutup Sementara Operasional Penerbangan

6 September 2026 - 14:11 WIB

Dampak Abu Vulkanik, Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga 17.30 WIB

6 September 2026 - 13:58 WIB

Penutupan 3 Bandara Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Diperpanjang

6 September 2026 - 12:15 WIB

Eksplorasi Ruang Udara Papua, AirNav Gelar Safer Skies Through Collaboration di Timika

6 September 2026 - 08:38 WIB

AirNav Perketat Pemantauan Ruang Udara Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

6 September 2026 - 08:14 WIB

Trending di BANDARA