Menu ✖

Mode Gelap
Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE melalui Pelatihan Tanggap Darurat DAMRI Uji Coba Bus Listrik di Kota Serang, Dukung Transportasi Publik Berkelanjutan IDSurvey Perkuat Pencegahan Stunting di Temanggung, dari Edukasi Keluarga hingga Pangan Bergizi KPLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batu Mandi dan Antisipasi Pencemaran Laut Hari Santri Nasional Diperingati Sederhana, SICE EO Acungi Jempol WCCE 2026 Hasilkan Jakarta Vision, Indonesia Bidik Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia

BANDARA

Menhub Dudy: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terus Dimonitor, Keselamatan Tetap Utama

badge-check


 Menhub Dudy di Bandara Soetta Perbesar

Menhub Dudy di Bandara Soetta

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan, keselamatan dan keamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama pemerintah dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi berimbas pada operasional transportasi, termasuk penerbangan di sejumlah wilayah.

“Langkah penghentian sementara atau penutupan operasional bandar udara dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi abila kondisi abu vulkanik dinilai dapat membahayakan keselamatan penerbangan,” ungkap Menhub saat memantau langsung Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (6/9/2026).

“Bila paper test-nya masih positif, maka kami tidak akan memaksakan bandara dibuka atau pengoperasian pesawat dilakukan.”

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik dan penyebaran abu vulkanik, termasuk dampaknya terhadap ruang udara dan operasional bandar udara.

Berdasarkan NOTAM A3348/26, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada 6 September 2026 pukul 13.23–17.30 WIB (EST) dampak sebaran volcanic ash Gunung Krakatau.

NOTAM ini menggantikan Notam A3346/26. Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan menyusul adanya indikasi sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Penutupan serupa juga dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bandara Taufik Kiemas, serta Bandara Atung Bungsu.

Dari penutupan tersebut, diketahui lebih kurang 150.000 penumpang tertahan, di mana ada 467 penerbangan yang terdampak, terdiri dari 58 penerbangan internasional dan 409 penerbangan domestik.

Menhub minta seluruh operator penerbangan mengutamakan keselamatan dalam setiap pengambilan keputusan operasional, serta menyampaikan informasi secara cepat, akurat, dan transparan kepada masyarakat.

Di sisi lain, dia juga menegaskan meskipun terjadi gangguan operasional akibat kondisi alam, pelayanan terhadap penumpang tetap harus menjadi perhatian utama.

Maskapai penerbangan diminta memberikan informasi yang jelas kepada penumpang terkait perubahan jadwal, pembatalan maupun pengalihan penerbangan, serta memastikan hak-hak penumpang dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menhub juga membuka kemungkinan pengalihan penerbangan ke bandara lain seperti ke Kertajati, Semarang, Surabaya, serta Yogyakarta.

“Airlines untuk segera menyampaikan kepada para penumpang supaya mereka tidak menunggu terlalu lama. Mengingat kondisinya juga belum bisa kita prediksi sampai kapan,” ucapnya.

Paling penting bahwa hak-hak mereka untuk pengembalian tiket itu harus dijamin oleh para airlines supaya mereka tidak menunggu.

Karena memang ada banyak penumpang yang masih berharap bahwa mereka masih bisa terbang.

“Namun dengan kondisi yang bisa teman-teman saksikan bahwa kemungkinan tidak dalam waktu dekat kita bisa membuka bandara. Kita akan membuka kalau memang kita jamin bahwa kondisi keselamatan itu sudah bisa kita ketahui dengan pasti,” kata Menhub.

Dia juga meminta operator memastikan tersedianya petugas dan saluran informasi yang dapat membantu penumpang terdampak, sehingga setiap perubahan perjalanan dapat ditangani secara tertib dan terkoordinasi.

Kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Bandar Udara terdampak, Menhub mengimbau untuk tidak datang ke bandara selama periode penutupan dan senantiasa memantau informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangannya.

Angkutan Penyeberangan

Sementara pada angkutan penyeberangan, Menhub menyampaikan, berdasarkan pemantauan Kementerian Perhubungan, operasional penyeberangan lintas Merak–Bakauheni masih berjalan normal.

Kemenhub terus melakukan pengawasan terhadap kondisi cuaca, perairan, keselamatan pelayaran, serta kelancaran pelayanan pada lintasan tersebut.

“Merak masih beroperasi. Terhadap gelombang, sampai sejauh ini belum ada laporan yang mengatakan bahwa kita harus menghentikan operasionalnya. Namun dampak daripada sebaran abu perlu kita perhatikan dengan baik dan kita cermati. Bila ternyata sebaran debu ini sangat berpengaruh kepada kesehatan para penumpang maupun awak, agar tidak dipaksakan melaksanakan operasi penyebrangannya,” ujar Menhub.

Dia harap seluruh operator kapal dan pengelola pelabuhan untuk tetap menjalankan prosedur keselamatan secara disiplin, termasuk memperhatikan kondisi cuaca dan perairan serta memastikan kesiapan kapal, awak kapal, fasilitas pelabuhan, dan pelayanan kepada pengguna jasa. (omy)

Baca Lainnya

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE melalui Pelatihan Tanggap Darurat

23 Oktober 2026 - 05:24 WIB

KPLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batu Mandi dan Antisipasi Pencemaran Laut

22 Oktober 2026 - 20:57 WIB

ASDP Pastikan Penanganan Klaim dan Kawal Pemenuhan Hak Penumpang KMP Batumandi

22 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Kejati Bengkulu dan Pelindo Regional 2 Bengkulu Perpanjang MoU, Perkuat Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan

22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Menhub Dudy Pastikan Penanganan dan Pemenuhan Hak-Hak Penumpang KMP Batumandi

22 Oktober 2026 - 12:17 WIB

ASDP Gerak Cepat Tangani Tenggelamnya KMP Batumandi Usai Terbakar

22 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Kemenpar: Penerbangan Shenzhen–Jakarta Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Tiongkok

22 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Menperin Lantik Pengurus Pusat Iperindo Periode 2026–2030

22 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Little Harbour, Dermaga Aman bagi Anak dan Ruang Tenang bagi Orang Tua di Pelindo Regional 2

21 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama

21 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Trending di ANJUNGAN