Menu

Mode Gelap
Menhub Dudy: Hasil Monitoring, Penutupan Sementara 8 Bandara Diperpanjang Hingga 24.00 WIB Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menkes Imbau Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah Dampak Abu Anak Krakatau Tak Hilang Seketika, Ikatan Pilot Jelaskan Risiko Penerbangan Alun-alun Garut Dipasangi Baner Jangan Eksploitasi Anak. Lindungi Haknya, Jaga Masa Depannya InJourney Airports Siapkan Bus Gratis Bagi Penumpang ke Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya dari Bandara Soekarno-Hatta Waspada! Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Picu Peningkatan Pencemaran Udara di Sejumlah Wilayah

BANDARA

Dampak Abu Anak Krakatau Tak Hilang Seketika, Ikatan Pilot Jelaskan Risiko Penerbangan

badge-check


 Dampak Abu Anak Krakatau Tak Hilang Seketika, Ikatan Pilot Jelaskan Risiko Penerbangan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga Ahad (6/9/2026) pukul 10.35 WIB masih terus terjadi.

Enam bandara ditutup sementara, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara Bandung, Radin Inten II Lampung, Budiarto Curug, dan Bandara Pondok Cabe.

Ini menunjukkan gangguan penerbangan tidak otomatis berakhir ketika aktivitas erupsi berubah atau mereda.

Abu vulkanik juga tidak memiliki batas waktu tunggal untuk dinyatakan hilang. Partikel di atmosfer dapat terbawa angin, sementara abu yang mengendap di runway dapat kembali beterbangan dan membutuhkan pembersihan sebelum operasi dipulihkan.

United States Geological Survey (USGS) menjelaskan, abu vulkanik merupakan ancaman serius bagi penerbangan dan operasi bandara.

Akumulasi abu beberapa milimeter di landasan dapat memaksa penutupan, sementara pemulihan membutuhkan pembersihan abu dari fasilitas dan area operasi.

Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menegaskan risiko tidak berhenti ketika pesawat keluar dari awan abu.

“Partikel yang keras dan abrasif dapat mengganggu mesin, sistem pitot-static, kaca kokpit, ventilasi dan pressurization, sehingga pesawat yang dicurigai mengalami ash encounter tetap memerlukan evaluasi sesuai prosedur operator,” jelas Capt. Muammar Reza Nugraha.

IPI juga menekankan keselamatan penerbangan harus bekerja sebelum pesawat berhadapan dengan bahaya.

Karena abu tidak selalu terlihat, keputusan operasi perlu mengacu pada informasi vulkanologi, meteorologi, peringatan penerbangan, laporan pilot dan penilaian risiko, bukan semata pengamatan visual.

Hal itu terlihat juga dari pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Plt.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan sebaran abu bergerak pada dua lapisan ketinggian.

“Pembaruan SIGMET terkini mencatat sebaran debu bergerak hingga ketinggian 20.000 kaki ke arah timur serta ketinggian 50.000 kaki ke arah barat,” kata Andri.

BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu yang melingkupi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu. Pergerakan tersebut membuat risiko penerbangan mengikuti dinamika atmosfer, sehingga kondisi ruang udara harus terus dipantau. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Menhub Dudy: Hasil Monitoring, Penutupan Sementara 8 Bandara Diperpanjang Hingga 24.00 WIB

6 September 2026 - 21:23 WIB

InJourney Airports Siapkan Bus Gratis Bagi Penumpang ke Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya dari Bandara Soekarno-Hatta

6 September 2026 - 19:52 WIB

42 Operasional Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

6 September 2026 - 18:41 WIB

Diperpanjang Lagi, Penutupan Bandara Soekarno-Hatta hingga Senin Dinihari

6 September 2026 - 18:21 WIB

Menhub Dudy: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau Terus Dimonitor, Keselamatan Tetap Utama

6 September 2026 - 17:36 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Prioritaskan Pelayanan Bagi Penumpang Terdampak Penutupan

6 September 2026 - 17:12 WIB

Penutupan Bandara Radin Inten II Lampung Diperpanjang hingga 18.00 WIB

6 September 2026 - 15:45 WIB

Operasional Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali Turut Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

6 September 2026 - 15:00 WIB

Indikasi Abu Vulkanik, Bandara Husein Bandung Ditutup Sementara, 8 Penerbangan Terdampak

6 September 2026 - 14:17 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kini 6 Bandara Tutup Sementara Operasional Penerbangan

6 September 2026 - 14:11 WIB

Trending di BANDARA