Menu

Mode Gelap
KKP Imbau Nelayan Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hindari Radius 3 Kilometer Cerita Bupati Madina Jumpa Mantan: Ada Bibik-bisik Soal Bandara, Pelabuhan dan BUMD? KAI Tambah Kapasitas Perjalanan KA untuk Penuhi Kebutuhan Mobilitas Pelanggan Kisah Perempuan Gaza: Dari Persiapan Perkawinan ke Medan Pertempuran  PELNI Pastikan Operasional Kapal Tetap Terjaga di tengah Erupsi GAK 4 Layanan Penerbangan Sudah Beralih ke Bandara Kertajati, Dampak Abu Vulkanik GAK

RAGAM

KKP Imbau Nelayan Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hindari Radius 3 Kilometer

badge-check


 Nelayan diimbau untuk waspada beraktivitas di kawasan Gunung Anak Krakatau. (Ilustrasi/AI) Perbesar

Nelayan diimbau untuk waspada beraktivitas di kawasan Gunung Anak Krakatau. (Ilustrasi/AI)

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan, khususnya yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung.

Gunung Anak Krakatau mengalami peningkatan aktivitas vulkanik sejak Sabtu (5/9/2026) malam. Erupsi disertai keluarnya material vulkanik dan abu yang kemudian menyebar ke sejumlah wilayah. Sebaran abu vulkanik tersebut tidak hanya berdampak terhadap masyarakat di sekitar kawasan gunung api, tetapi juga mengganggu aktivitas transportasi udara di sejumlah wilayah.

Menyikapi kondisi tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono meminta nelayan tidak mengambil risiko dengan mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau yang telah ditetapkan sebagai wilayah berbahaya oleh otoritas terkait.

“Keselamatan nelayan merupakan prioritas utama. Kami mengimbau nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda, khususnya di wilayah yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau, untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius yang ditetapkan yaitu 3 kilometer sebagai wilayah berbahaya oleh otoritas terkait,” kata Menteri Trenggono dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).

Menurutnya, kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih dinamis mengharuskan nelayan dan masyarakat pesisir memperhatikan setiap perkembangan informasi dari otoritas berwenang. Nelayan juga diminta tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi di sekitar perairan dinilai tidak aman.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengimbau nelayan untuk selalu mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Jangan mengambil risiko dengan mendekati kawasan yang telah dinyatakan berbahaya, dan utamakan keselamatan diri serta awak kapal,” tegasnya.

Saat ini, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Otoritas terkait menetapkan radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api sebagai kawasan yang harus dihindari. Masyarakat, wisatawan maupun nelayan dilarang melakukan aktivitas di dalam wilayah tersebut karena masih terdapat potensi bahaya akibat aktivitas erupsi.

KKP menilai kondisi ini menjadi perhatian penting bagi nelayan yang beraktivitas di Selat Sunda. Selain potensi bahaya langsung dari aktivitas erupsi, perubahan kondisi cuaca, sebaran abu vulkanik, serta informasi keselamatan pelayaran juga perlu menjadi pertimbangan sebelum nelayan melakukan aktivitas di laut.

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak 5 September 2026 juga telah memberikan dampak terhadap sektor transportasi. Sebaran abu vulkanik mengganggu operasional penerbangan di sejumlah bandara, termasuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma.

KKP mengajak nelayan untuk sementara menghindari kawasan yang dinyatakan berbahaya, memantau informasi resmi sebelum melaut, serta mengikuti setiap arahan petugas di lapangan. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah risiko terhadap keselamatan nelayan dan awak kapal di tengah kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih dinamis.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Dampak Erupsi Anak Krakatau Imigrasi Beri Izin WNA ITKT 30 Hari

7 September 2026 - 14:49 WIB

Legislator Provinsi PKS Serap Aspirasi Warga Cibinong, Persoalan Sampah hingga Banjir Menjadi Sorotan

7 September 2026 - 13:56 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Prabowo Perintahkan Pemerintah Siaga: BNPB, BMKG hingga Kementerian Bergerak

7 September 2026 - 13:35 WIB

BGN Hentikan Sementara Distribusi MBG bagi Siswa PJJ Terdampak Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026 - 12:21 WIB

Empat Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan pada Minggu Pagi, Apa Akibat Buruknya ?

7 September 2026 - 10:58 WIB

AHY : Partai Demokrat Bukan Semata Memenangkan Pemilu Berikutnya Tapi Memenangkan Masa Depan Generasi Berikutnya

7 September 2026 - 04:48 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menkes Imbau Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah

6 September 2026 - 20:58 WIB

Alun-alun Garut Dipasangi Baner Jangan Eksploitasi Anak. Lindungi Haknya, Jaga Masa Depannya

6 September 2026 - 20:13 WIB

Waspada! Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Picu Peningkatan Pencemaran Udara di Sejumlah Wilayah

6 September 2026 - 19:10 WIB

Aneh! Jadi Korban Pengeroyokan di Margonda, Pria Istimewa Ini Justru Diperiksa di Polres Depok

6 September 2026 - 19:09 WIB

Trending di PERISTIWA