Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

NASIONAL

Wacana Integrasi BMKG-Badan Geologi, Efektivitas Mitigasi Jadi Sorotan

badge-check


 Ist Perbesar

Ist

Wartatrans.com, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mewacanakan integrasi Badan Geologi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat pemantauan ancaman bencana.

Namun, hingga Selasa (8/9/2026), belum ada keputusan penggabungan kedua lembaga.

Wacana itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas penanganan bencana di Istana Merdeka, Senin (7/9/2026). Presiden menyebut kemungkinan Badan Geologi diintegrasikan dengan BMKG, tetapi menegaskan opsi tersebut masih akan dibahas.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyatakan kesiapan mengikuti arahan Presiden jika integrasi diberlakukan.

“Untuk penggabungan itu BMKG mengikuti dan siap melaksanakan arahan Presiden ya untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan mendukung upaya mitigasi ancaman bencana,” ujar Guswanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Dukungan datang dari Ketua Komisi V DPR Lasarus.

“Memang kalau menurut saya sih saya setuju kalau itu digabungin. Ya, itu lebih efektif kalau menurut saya dan juga lebih efisien dari sisi komunikasi, ya,” ujar Lasarus.

Namun, Ketua DPR Puan Maharani meminta gagasan tersebut dikaji lebih dulu.

“Kami meminta itu untuk dikaji dulu apakah itu diperlukan, karena penugasannya dan tugasnya itu berbeda-beda,” kata Puan.

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah melihat integrasi informasi dapat mempercepat layanan kebencanaan.

“Integrasi itu bisa mempercepat layanan informasi kebencanaan. BMKG memberikan informasi cuaca, sementara Badan Geologi mempelajari kondisi kebumian. Kalau digabungkan, informasinya bisa lebih efektif untuk melihat kondisi dan mengantisipasi potensi bencana,” ungkap Trubus.

Namun, menurutnya, peleburan lembaga bukan satu-satunya pilihan.

“Kalau mereka bisa melakukan kolaborasi dan sinergitas sebenarnya sudah cukup. Yang penting bagaimana informasi kondisi kebumian dan cuaca bisa cepat diterima untuk kepentingan mitigasi,” ulasnya.

Di titik ini, persoalan kebijakan tidak berhenti pada struktur organisasi. Jika integrasi dilakukan, pemerintah perlu memastikan pembagian kewenangan, rantai komando, sistem operasional, peralatan deteksi serta anggaran tidak justru melemahkan layanan peringatan dini.

Efisiensi juga tidak semestinya hanya dihitung dari berkurangnya struktur atau belanja administratif. Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar kapasitas pemantauan dan mitigasi yang dapat diperkuat dari setiap rupiah anggaran setelah sistem kedua lembaga diintegrasikan.

Dengan demikian, wacana Presiden bukan sekadar soal penggabungan badan.

Pertanyaan besarnya adalah apakah integrasi tersebut mampu membangun arsitektur mitigasi bencana yang lebih cepat, terkoordinasi dan efektif bagi masyarakat. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

KKP-Kemenkeu Integrasikan Data Perizinan Kapal untuk Optimalkan PNBP

10 Oktober 2026 - 10:16 WIB

KKP-BPOM Bersinergi Jamin Keamanan Produk Perikanan untuk MBG

10 Oktober 2026 - 01:13 WIB

DAMRI Resmi Hubungkan Putussibau dan Kuching, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia

9 Oktober 2026 - 05:16 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

8 Oktober 2026 - 20:31 WIB

KKP Luncurkan Aturan Pengelolaan Alat Tangkap Tertinggal, Hilang, dan Rusak

8 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Trending di JALUR