Menu ✖

Mode Gelap
Catatan M. Mujiburrohman: Prabowo Akrobat Politik –  Ketika Oligarki Mulai Kehilangan Kendali KKP Gelar Puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan di 27 Titik Indonesia Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan Borong Empat Penghargaan, Terminal Teluk Lamong Perkuat Komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial Kenduri Maulid Berubah Jadi Tragedi di Pidie: Satu Warga Tewas, Transparansi Penanganan Insiden Dipertanyakan IPCC Tegaskan Komitmen Jaga Kinerja dan Perkuat Kepercayaan Investor Menuju 2027

MEGAPOLITAN

Hotel Milik Pemprov DKI Jakarta Masuk Radar Saat Menkeu Soroti Utang Daerah

badge-check


 Ist Perbesar

Ist

Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta pemerintah daerah menyiapkan mitigasi risiko sebelum menerbitkan obligasi daerah.

Sorotan itu muncul ketika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap menyiapkan obligasi Rp5,6 triliun, sementara aset daerah melalui badan usaha milik daerah (BUMD) didorong semakin produktif untuk menghasilkan pendapatan.

Purbaya mengatakan, risiko utang daerah pada akhirnya dapat berdampak kepada pemerintah pusat.

Ia merujuk pengalaman negara Amerika Latin, termasuk Brasil, ketika persoalan utang pemerintah daerah ikut menimbulkan tekanan terhadap pemerintah pusat.

“Kalau lihat pelajaran di negara Amerika Latin, Brasil kayaknya, itu dulu daerahnya, provinsi boleh ambil surat utang, dianggapnya terpisah sama pusat. Tapi ketika ramai, yang ditunjuk pusat juga,” ujar Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah perlu memastikan kemampuan membayar sebelum mengambil utang.

Ia juga mempertanyakan urgensi pinjaman bagi daerah yang memiliki dana besar.

“Hitungan saya sih kalau uangnya banyak, ya ngapain pinjam? Tapi, kalau butuh ya enggak apa-apa, pinjam saja,” katanya.

Pernyataan itu berhadapan dengan sikap Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung empat hari sebelumnya.

Pada Jumat (4/9/2026), Pramono menegaskan tetap mengajukan obligasi karena kebutuhan pembangunan Jakarta besar.

“Karena bagaimana pun Pemerintah DKI Jakarta kan tahu kebutuhan itu. Pak Purbaya menyampaikan bahwa duit DKI banyak. Kan kami juga disuruh bangun yang banyak juga. Dan untuk bangun itu kan perlu duit,” kata Pramono.

Rencana obligasi DKI diusulkan Rp5,6 triliun dan akan diterbitkan bertahap pada 2027 dan 2028. Nilai penerbitan yang direncanakan sekitar Rp4,2 triliun pada 2027 dan Rp1,3 triliun pada 2028.

Di luar pembiayaan berbasis utang, DKI sedang memperbesar kapasitas aset menghasilkan nilai ekonomi.

Pada Agustus, Pemprov DKI mempromosikan 40 barang milik daerah dengan estimasi potensi investasi awal Rp22,37 triliun.
Target pendapatan dari pemanfaatan aset pada 2026 juga dinaikkan dari Rp805 miliar menjadi Rp1 triliun.

Salah satu wajah aset komersial tersebut adalah bisnis perhotelan. Melalui PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) atau Jakarta Experience Board (JXB), Pemprov DKI memiliki 99,47 persen saham, sedangkan 0,53 persen dimiliki Perumda Pasar Jaya.

JXB mengelola sejumlah hotel dalam portofolio hospitality, antara lain Grand Cempaka Resort & Convention, The Tavia Heritage Hotel, d’Arcici Hotel Sunter, d’Arcici Hotel Plumpang, d’Arcici Cempaka Putih, C’One Hotel Pulomas dan C’One Cempaka Putih.

Secara korporasi, hotel-hotel tersebut lebih tepat dipahami sebagai bagian dari portofolio BUMD milik Pemprov DKI, bukan hotel yang seluruhnya dioperasikan langsung oleh Pemprov.

Status kepemilikan tanah dan bangunan juga dapat berbeda dengan status pengelola atau operator.

JXB mencatat pendapatan usaha 2025 tumbuh 84,15 persen menjadi Rp179,09 miliar dari Rp97,25 miliar pada 2024.

Perusahaan menempatkan pariwisata, aktivasi ruang publik dan perhotelan sebagai bagian dari fokus penguatan bisnis 2026.

Bisnis hotel DKI juga tidak berhenti di JXB. Perumda Pembangunan Sarana Jaya, BUMD milik Pemprov DKI di bidang properti, memiliki portofolio hotel seperti Hotel Novotel Cikini dan Hotel Veranda.

Lini bisnis Sarana Jaya juga mencakup properti, fasilitas publik, pusat perbelanjaan, perkantoran dan hunian.

Arah monetisasi aset terlihat lebih luas pada pengembangan lahan eks BPSDM DKI di Kuningan seluas sekitar 2,4 hektare.

Kawasan itu disiapkan menjadi Jakarta International Cultural Hub yang menggabungkan MICE, hotel, serviced apartment, perkantoran, hunian dan fasilitas gaya hidup.

Nilai investasinya diperkirakan sekitar Rp1,53 triliun melalui kerja sama pemanfaatan dengan swasta tanpa menggunakan APBD.

Skema tersebut memperlihatkan arah kebijakan yang lebih luas: aset Pemprov tidak hanya dipertahankan sebagai kepemilikan, tetapi dikerjasamakan dan dikembangkan menjadi properti komersial yang menghasilkan nilai ekonomi.

Bagi Jakarta, persoalannya bukan hanya memeroleh dana pembangunan melalui obligasi.

Tantangan berikutnya adalah memastikan aset yang dimiliki melalui BUMD benar-benar produktif, menghasilkan arus pendapatan, dan memberikan manfaat ekonomi yang sepadan dengan kewajiban fiskal yang harus ditanggung. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Borong Empat Penghargaan, Terminal Teluk Lamong Perkuat Komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial

4 November 2026 - 20:23 WIB

IPCC Tegaskan Komitmen Jaga Kinerja dan Perkuat Kepercayaan Investor Menuju 2027

4 November 2026 - 19:13 WIB

Siapkan Dashboard ACS, Pelindo Permudah Transaksi Kepelabuhanan

4 November 2026 - 15:33 WIB

ASDP Perkuat Safety Meeting dan Kesiapsiagaan Awak Kapal

4 November 2026 - 11:34 WIB

KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Perkuat Akses Transportasi Masyarakat Nias Selatan

4 November 2026 - 06:13 WIB

Empat Bulan Tinggal di Hunian Senen, Sahrul: Kami Berharap Bisa Menetap Selamanya

3 November 2026 - 13:42 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Sinergi, Dorong Transformasi Layanan Pelabuhan

3 November 2026 - 13:23 WIB

KAI Siapkan 250 Hunian di Senen untuk Warga yang Tinggal di Bantaran Rel, 181 Unit Masih Kosong

3 November 2026 - 12:09 WIB

Danantara Tinjau Hunian Senen, Siapkan Fasilitas Olahraga dan Relokasi Warga Bantaran Rel

3 November 2026 - 11:48 WIB

Danantara Siapkan Lapangan Mini Soccer di Hunian Senen, KAI Data Warga Bantaran Rel untuk Direlokasi

3 November 2026 - 11:39 WIB

Trending di MEGAPOLITAN