Menu

Mode Gelap
Penerbangan AirAsia Terdampak Erupsi Gunung Anak Kratau, Ini Opsi untuk Penumpang Citilink Siapkan Reschedule dan Refund Seiring Perpanjangan Penutupan Bandara di Jakarta, Bandung, dan Lampung Masa Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Diperpanjang hingga 23.59 WIB MTQ Nasional XXXI di Semarang, Keterlibatan Masyarakat Jadi Bagian Penting Penyelenggaraan RUU Sistranas Masuk Tahap Pembahasan Antarkementerian Pemerintah Prioritaskan Keselamatan Penerbangan Usai Erupsi Anak Krakatau, Penutupan Bandara Dievaluasi Ketat

RAGAM

Beyond The Cage Art Exhibition: Mengungkap Kehidupan Ayam Petelur di Kandang Baterai

badge-check


 Beyond The Cage Art Exhibition: Mengungkap Kehidupan Ayam Petelur di Kandang Baterai Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Act for Farmed Animals (AFFA) menggelar pameran dengan tajuk “Beyond The Cage Let’s Learn Feel, Hope, and Act for Farmed Animals” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Pameran imersif yang mengangkat kehidupan ayam petelur dalam sistem kandang baterai dan perkembangan cage-free sebagai alternatif pemeliharaan.

Sistem produksi telur yang dibawa ke ruang publik Beyond the Cage menggunakan karya seni, cerita, dan pengalaman imersif untuk memperlihatkan proses yang biasanya tidak terlihat sebelum telur sampai ke meja makan, restoran, hotel, toko roti, dan berbagai

bisnis pangan. Pameran ini mengusung subtema Building a More Responsible Food System.

Arie Utami, Director Act for Farmed Animals (AFFA) menjelaskan, pameran instalasi seni Beyond the Cage, menceritakan dan  menarasikan kehidupan ayam petelur dalam sangkar guna mengurangi penderitaan hewan.

“Visualisasi tidak hanya gambar dan informasi tapi mengajak untuk merenung, bertanya pada diri sendiri perjalanan pangan di dalam piring hingga ke dalam tubuh,” jelasnya.

Utami menambahkan, pameran ini menjadi ruang refleksi bersama untuk bergerak menumbuhkan harapan dan tindakan nyata.  Perubahan dimulai dari kesadaran kecil, dari ayam petelur yang melahirkan  tindakan semua kalangan menciptakan kehidupan lebih baik hewan ternak.

Perjalan pameran dimulai dengan hati terbuka meresapi di dalamnya. Melangkah bersama dari sebuah kesempitan menuju kesempatan mengepakkan sayap; beyond the cage.

Pada kesempatan yang sama, Director of Farmed Animal Welfare Advocacy Program Animal Friends Jogja Elly Mangunsong mengatakan, pameran ini sebuah gerakan. Berbicara ayam petelur yang sering muncul adalah produksi telur dan banyaknya kandang, bukan pada kesejahteraan ayam.

“Yang terlupakan, ayam adalah individu yang merasakan dan membutuhkan dunia sekitarnya,” katanya.

Menurutnya, berakhirnya penggunaan kandang baterai memberikan ruang gerak bagi ayam. Cage free merupakan langkah penting untuk kesejahteraan ayam.  Ayam tak tidak semata menjadi mesin produksi saja.

“Kesadaran menjadi dasar advokasi. Berakhir penggunaan kandang baterai agar ruang gerak.

Cage free adalah langkah penting ayam bukan mesin produksi,” katanya.

Kesejahteraan ayam mencakup hidup bersama dengan makhluk lain. “Kandang harus terbuka agar ada kehidupan lebih baik selanjutnya.”

Sementara, Niti Emiliana, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengatakan, kesejahteraan bukan hanya untuk hewan saja, tapi juga dari konsumen yang akan mendapatkan manfaat dari hewan yang sejahtera.

“Konsumen bisa mendapatkan haknya, termasuk mendapatkan produk pangan yang higiensi, aman, berkualitas dan berstandar kesejahteraan bagi hewan. Ini hal strategis karena berkaitan dengan isu perlndungan konsumen,” katanya.

Niti mengaku, ada peningkatan indeks keberdayaan konsumen. Konsumen Indonesia semakin kritis dalam memilih produk, seperti keamanan pangan dan kesejahteraan hewan.

“Konsumen yang peduli kesejahteraan hewan akan semakin tinggi tuntutannya. Pangan tak hanya kualitas dan kuantitas, tapi juga etika,” tegasnya.

YLKI mendorong perkembangan hilirisasi melalui perbaikan sistem kandang dan produk yang dapat diawasi secara ketat. Di masa depan, konsumen Indonesia dapat membeli produk berstandar, tak hanya aman dan bergizi namun juga memperhatikan kesejahteraan hewan.

I Ketut Wirata, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Dirkesmavet) di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian Republik Indonesia menjelaskan, pangan global menghadapi tantangan yang kompleks, seperti penyakit, mikroba dan sejahteraan hewan.

Ketut mengatakan, pendekatan One Health dan One Welfare digunakan untuk menjelaskan hubungan antara kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan dalam sistem peternakan. “Etis, kesehatan, kesejahteraan hewan dan lingkugan menjadi kebutuhan dalam mencanangkan peternak dengan berkelanjutan,” katanya.

Ketut menjelaskan pentingnya ayam bebas kandang yang menyebabkan ayam dapat bebas mengekpresikan prilaku alamiahnya, seperti bebas bergerak, mengepakkan sayap hingga mandi debu. Ayam tidak.mudah stress.

“Hal ini berdampak pada penurunan penyakit, sehingga  menurun pula penggunaan obat-obatan dan antibiotika. Hal ini sejalan dengan tujuan global mencegah resistensi anti mikroba,” tegasnya.

Namun yang tidak kalah pentingnya bagi Ketut adalah konsumen semakin peduli pada etika, kesejahteraan hewan dan peternakan berkelanjutan.

Roby Tjahya Dharma Gandawijaya, pelopor peternakan ayam petelur sistem bebas sangkar (cage-free) pertama di Indonesia melalui PT Inti Prima Satwa Sejahtera (IPSS) di Sukabumi, Jawa Barat mengatakan, kebutuhan telur dari ayam dengan sistem cage free terus meningkat, meski harga lebih mahal dan ukuran lebih kecil dari telur ayam biasa.

“Harganya 30 persen lebih tinggi dari telur ayam biasa. Dan ukuran lebih kecil,” ungkapnya.

Roby bersyukur, ekosistem bisnis untuk telur ayam cage free sudah terbentuk. Ritel modern sudah bisa menampungnya.*** (Septiadi)

Baca Lainnya

MTQ Nasional XXXI di Semarang, Keterlibatan Masyarakat Jadi Bagian Penting Penyelenggaraan

7 September 2026 - 18:27 WIB

RUU Sistranas Masuk Tahap Pembahasan Antarkementerian

7 September 2026 - 18:20 WIB

KKP Imbau Nelayan Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hindari Radius 3 Kilometer

7 September 2026 - 16:10 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau Imigrasi Beri Izin WNA ITKT 30 Hari

7 September 2026 - 14:49 WIB

Legislator Provinsi PKS Serap Aspirasi Warga Cibinong, Persoalan Sampah hingga Banjir Menjadi Sorotan

7 September 2026 - 13:56 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Prabowo Perintahkan Pemerintah Siaga: BNPB, BMKG hingga Kementerian Bergerak

7 September 2026 - 13:35 WIB

BGN Hentikan Sementara Distribusi MBG bagi Siswa PJJ Terdampak Erupsi Anak Krakatau

7 September 2026 - 12:21 WIB

AHY : Partai Demokrat Bukan Semata Memenangkan Pemilu Berikutnya Tapi Memenangkan Masa Depan Generasi Berikutnya

7 September 2026 - 04:48 WIB

Alun-alun Garut Dipasangi Baner Jangan Eksploitasi Anak. Lindungi Haknya, Jaga Masa Depannya

6 September 2026 - 20:13 WIB

Waspada! Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Picu Peningkatan Pencemaran Udara di Sejumlah Wilayah

6 September 2026 - 19:10 WIB

Trending di PERISTIWA