Wartatrans.com, BOGOR — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos menilai kinerja Pemerintah Kabupaten Bogor menunjukkan arah perbaikan yang positif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penilaian tersebut merujuk pada sejumlah indikator pembangunan makro yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor.
Menurutnya capaian pembangunan daerah tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat melalui aspek kesehatan, ekonomi, pendidikan, serta kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Berdasarkan data BPS Kabupaten Bogor, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bogor telah mencapai 74,53 dan masuk dalam kategori tinggi. Angka tersebut mencerminkan adanya peningkatan kualitas pembangunan manusia, terutama melalui tiga dimensi utama yaitu kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
“Peningkatan IPM menjadi indikator penting bahwa pembangunan di Kabupaten Bogor mulai memberikan dampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Namun, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan publik agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat,” ujar Haji Fikri, Selasa (8/9/2026).
Dalam sektor kesehatan, peningkatan Angka Harapan Hidup (AHH) menunjukkan adanya perbaikan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari semakin baiknya akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
Haji Fikri menekankan bahwa penguatan sektor kesehatan perlu terus menjadi prioritas, terutama dalam memastikan layanan kesehatan yang mudah dijangkau, berkualitas, serta mampu menjangkau masyarakat di wilayah pelosok.
“Pemerintah daerah harus terus memperkuat pelayanan kesehatan dasar, meningkatkan kualitas tenaga kesehatan, serta memastikan tidak ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.
Dari sisi ekonomi, politisi PKS Kabupaten Bogor itu mengapresiasi tren penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Bogor. Berdasarkan publikasi BPS, tingkat kemiskinan Kabupaten Bogor berada pada kisaran 6,25 persen–6,26 persen, yang menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan berada di bawah rata-rata tingkat kemiskinan Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, angka kemiskinan ekstrem juga mengalami penurunan signifikan hingga mencapai sekitar 0,40 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa program perlindungan sosial serta berbagai upaya pemberdayaan ekonomi mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Penurunan angka kemiskinan merupakan capaian yang patut diapresiasi. Namun pemerintah tidak boleh berhenti pada angka statistik saja. Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mampu meningkatkan pendapatan dan memiliki kemandirian ekonomi,” jelasnya.
Ia juga menyoroti peningkatan standar hidup masyarakat yang tercermin dari naiknya rata-rata pengeluaran per kapita. Pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa menjadi salah satu faktor yang ikut mendukung pemulihan daya beli masyarakat.
Meski berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif, Haji Fikri mengingatkan bahwa Kabupaten Bogor masih memiliki tantangan besar mengingat jumlah penduduk yang sangat besar serta karakter wilayah yang beragam.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor perlu terus memperkuat berbagai program strategis, antara lain peningkatan kualitas lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, penguatan sektor ekonomi produktif, serta pemerataan pembangunan antarwilayah.
“Pertumbuhan ekonomi harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Pemerintah perlu memastikan bahwa pelaku usaha kecil, pekerja informal, petani, dan kelompok masyarakat rentan mendapatkan dukungan agar mampu meningkatkan taraf hidupnya,” ungkapnya.
Selain sektor ekonomi, ia juga berharap Pemkab Bogor terus meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan administrasi publik sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.
“Capaian yang sudah diraih harus menjadi pijakan untuk bekerja lebih baik lagi. Harapannya, Kabupaten Bogor dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi daerah yang maju dengan pembangunan yang inklusif,” pungkas Haji Fikri.*** (Dull)


























