Menu

Mode Gelap
3 Kapal Perang Turut Dikerahkan, Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Meluas Ungkap Mafia Tanah, Polda Metro  Jaya Gledah Kantor BPN Kab Bogor.  Penerbangan Kembali Dibuka, Wagub Jateng Taj Yasin Pastikan MTQ XXXI di Semarang Berjalan Lancar Pembangunan Dermaga Teluk Ratai Lampung Dikebut MTQ Nasional XXXI di Semarang, juga Mengadakan Eksibisi Disabilitas Tuli Meneilisik Skema Bagasi Baru Garuda Indonesia: Bagian Penyempurnaan Layanan

RAGAM

Maulid di Perantauan, Masyarakat Pasee Serantau Rawat Tradisi dan Persaudaraan Aceh di Jakarta

badge-check


 Maulid di Perantauan, Masyarakat Pasee Serantau Rawat Tradisi dan Persaudaraan Aceh di Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Jauh dari tanah kelahiran, masyarakat Aceh Utara yang bermukim di Jakarta terus menjaga tradisi dan nilai-nilai keacehan. Salah satunya diwujudkan melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dikemas dalam kegiatan “Pasee Saerantau Berselawat”.

Kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna ASABRI, Pondok Bambu, Jakarta Timur, Minggu (6/9/2026), bukan hanya menjadi forum keagamaan. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat Pasee Serantau Aceh Utara (PSAU) untuk mempererat silaturahmi, menjaga kebersamaan serta mempertahankan tradisi Aceh di tengah kehidupan masyarakat perantauan.

Ketua Panitia Maulid PSAU Berselawat, Letda Inf Adri Idris, mengatakan kegiatan tahun ini mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW serta Mempererat Ukhuwah dan Silaturahmi Masyarakat Pasee Serantau.”

Menurut Adri, semangat kebersamaan juga diwujudkan melalui penyediaan sekitar 400 porsi makanan untuk para tamu yang hadir.

“Untuk kegiatan Maulid 1448 H ini dengan judul Pasee Saerantau Berselawat, tahun ini bertemakan ‘Meneladani Akhlak Rasulullah SAW serta mempererat ukhuwah dan silaturahmi masyarakat Pasee Serantau’. Kami menyiapkan 400 porsi makanan untuk tamu yang hadir,” ujarnya.

Menjaga Identitas Aceh di Tanah Rantau

Bagi masyarakat Aceh, Maulid memiliki posisi penting dalam kehidupan sosial dan budaya. Tradisi tersebut tidak berhenti pada peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi berkembang menjadi ruang berkumpul, berbagi dan memperkuat hubungan antarsesama.

Tradisi Maulid di Aceh dikenal berlangsung dalam tiga fase, yakni Meulod Awai pada Rabiul Awal, Meulod Teungoh pada Rabiul Akhir, dan Meulod Akhee pada Jumadil Awal.

Berbagai tradisi khas turut mewarnai perayaan tersebut, mulai dari khanduri, penyajian makanan khas seperti kuah beulangong, hingga meudikee berupa zikir, selawat dan syair pujian kepada Rasulullah SAW.

Nilai sosial juga menjadi bagian penting dalam tradisi tersebut. Jamuan kenduri tidak hanya diperuntukkan bagi keluarga dan masyarakat yang hadir, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian kepada anak yatim, fakir miskin dan mereka yang membutuhkan.

Semangat itulah yang dibawa masyarakat Pasee Serantau ke Jakarta.

Ketua Umum PSAU, Khaidir Abdulrahman, S.IP., M.A.P., mengatakan organisasi yang dipimpinnya tidak hanya berupaya menjaga silaturahmi, tetapi juga mempertahankan kepedulian sosial masyarakat Aceh Utara di perantauan.

Ia memastikan kegiatan sosial seperti membantu masyarakat yang sakit maupun pengurusan kepulangan jenazah ke kampung halaman akan terus dilakukan.

“Untuk kegiatan sosial orang sakit, orang meninggal yang jenazahnya ingin dibawa pulang ke kampung tetap kita laksanakan dan tetap bekerja sama dengan PAS,” tegas Khaidir.

Berselawat, Mengingat Sejarah Pasee

Peringatan Maulid tahun ini juga memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Aceh Utara karena berdekatan dengan momentum hari jadi Kabupaten Aceh Utara yang dikaitkan dengan sejarah Kerajaan Samudra Pasai.

Khaidir menyebut penetapan hari jadi tersebut merujuk pada Qanun Kabupaten Aceh Utara Nomor 10 Tahun 2017, yang menetapkan 7 September 1226 Masehi sebagai tanggal hari jadi Aceh Utara.

Karena itu, pertemuan masyarakat Pasee Serantau di Jakarta menjadi perjumpaan dua ingatan sekaligus: kecintaan kepada Rasulullah SAW dan ingatan terhadap sejarah daerah asal.

Tokoh masyarakat Aceh, Dr. Ir. H. Tarmizi A. Karim, M.Sc., yang hadir dalam kegiatan tersebut, mengingatkan jamaah agar Rasulullah SAW ditempatkan sebagai teladan dalam kehidupan.

“Rasulullah hanya menjadi panutan kepada orang-orang yang mencintainya,” ujarnya.

Pesan tersebut kemudian diperkuat dalam tausiah Ustadz Tgk. H. Abdul Razaq Ridwan. Ia mengajak jamaah meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menjadikan akhlak beliau sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

“Allah akan mengangkat derajat manusia yang mengangkat derajat Rasulullah SAW, demikian juga Allah akan menghinakan derajat manusia yang menghinakan derajat Rasulullah SAW,” tuturnya.

Pada akhirnya, Pasee Saerantau Berselawat memperlihatkan bagaimana tradisi dapat menjadi jembatan antara tanah kelahiran dan tanah rantau. Maulid bukan hanya tentang mengenang sejarah kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga tentang bagaimana nilai keteladanan, persaudaraan, gotong royong dan kepedulian sosial terus dihidupkan dalam kehidupan masyarakat.

Di Jakarta, masyarakat Pasee Serantau membuktikan bahwa jarak dari Aceh tidak harus membuat tradisi dan ikatan persaudaraan ikut menjauh.*** (LEP)

Baca Lainnya

Penerbangan Kembali Dibuka, Wagub Jateng Taj Yasin Pastikan MTQ XXXI di Semarang Berjalan Lancar

9 September 2026 - 16:36 WIB

MTQ Nasional XXXI di Semarang, juga Mengadakan Eksibisi Disabilitas Tuli

9 September 2026 - 16:32 WIB

H. Fikri Apresiasi Tren Perbaikan Kesejahteraan Kabupaten Bogor, Dorong Pemkab Perkuat Layanan Publik dan Ekonomi Rakyat

8 September 2026 - 23:04 WIB

Catatan Halimah Munawir: Ismet Ruchimat – Dari Panggung Budaya hingga Rektor ISBI Bandung

8 September 2026 - 22:30 WIB

Momen Hari Pelanggan Nasional, IPC TPK Perkuat Sinergi Lewat Customer Rafting

8 September 2026 - 22:23 WIB

SEUSAMA PEDULI Serahkan Tali Kasih untuk M. Alif, Balita Korban Kecelakaan Saat Banjir Aceh

8 September 2026 - 18:13 WIB

Bakomstra Partai Demokrat Klarifikasi Anggapan AHY Sibuk Nyapres 2029

8 September 2026 - 17:44 WIB

Pemprov Jateng Siapkan Jalur Alternatif jika Penerbangan Kafilah MTQ XXXI Terhalang Erupsi Gunung

8 September 2026 - 12:34 WIB

Program Sapoe Sarebu: KDM Salurkan 18 Bedah Rumah Hasil Urunan Pegawai ASN Provinsi Di Cikelet Garut

8 September 2026 - 10:47 WIB

Bakti Aksi Koramil 1123 Cisewu Garut, Sambut HUT TNI Bersih Bersih Pasar, Obwis serta Tanam Pohon 

8 September 2026 - 10:20 WIB

Trending di RAGAM