Menu

Mode Gelap
Subsidi TransJakarta dan MRT Diusulkan Tambah Rp934 Miliar Kemenhub Kawal Masa Transisi Penerapan Piece Concept Bagage Garuda Indonesia 3 Kapal Perang Turut Dikerahkan, Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Meluas Ungkap Mafia Tanah, Polda Metro  Jaya Gledah Kantor BPN Kab Bogor.  Penerbangan Kembali Dibuka, Wagub Jateng Taj Yasin Pastikan MTQ XXXI di Semarang Berjalan Lancar Pembangunan Dermaga Teluk Ratai Lampung Dikebut

JALUR

Subsidi TransJakarta dan MRT Diusulkan Tambah Rp934 Miliar

badge-check


 Armada TransJakarta Perbesar

Armada TransJakarta

Wartatrans.com, JAKARTA – Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengusulkan tambahan subsidi Rp934 miliar untuk layanan TransJakarta dan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin menyampaikan usulan tersebut dalam rapat bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta saat membahas Raperda Perubahan APBD 2026, Rabu (9/9/2026).

Dalam rapat tersebut, dia menjelaskan anggaran belanja subsidi Dishub DKI Jakarta dalam penetapan APBD 2026 sebesar Rp4,621 triliun.

“Tambahan Rp934 miliar diusulkan untuk memenuhi kebutuhan subsidi layanan TransJakarta dan MRT Jakarta dalam perubahan APBD 2026,” ujarnya.

Besarnya kebutuhan tersebut menunjukkan transportasi publik Jakarta masih bergantung pada dukungan fiskal pemerintah daerah.

Perluasan operasi, armada, integrasi antarmoda, dan pengembangan layanan turut meningkatkan kebutuhan pembiayaan.

Kondisi itu juga tercermin dari penjelasan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza dalam rapat kerja bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, pekan lalu.

Welfizon menjelaskan bahwa layanan transportasi laut TransJakarta menuju Kepulauan Seribu membutuhkan dukungan Public Service Obligation (PSO) agar tetap dapat menyediakan layanan dengan tarif yang terjangkau.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana sebelumnya mengingatkan agar TransJakarta tidak hanya menggantungkan operasional pada subsidi pemerintah. Ia mendorong penguatan pendapatan non-tiket melalui penyewaan ruang, periklanan, hak penggunaan nama, kerja sama penyelenggaraan acara, dan jasa properti lainnya.

Karena itu, pembahasan tambahan subsidi Rp934 miliar perlu dikaitkan dengan indikator kinerja, seperti biaya per penumpang, produktivitas armada, efisiensi operasional, dan kontribusi pendapatan non-tiket.

Ukuran tersebut penting agar tambahan anggaran tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan operasional, tetapi juga menghasilkan manfaat layanan yang terukur.

Bagi Jakarta, tantangannya adalah menjaga transportasi publik tetap terjangkau sekaligus mengendalikan pertumbuhan kebutuhan subsidi.

Keputusan dalam perubahan APBD 2026 akan menjadi salah satu penentu arah pembiayaan transportasi publik Jakarta ke depan. (Artha Tidar)

 

Baca Lainnya

Menelusuri Jejak Kereta Api Masa Lalu lewat KAI Explore Kedungjati–Tuntang

9 September 2026 - 13:54 WIB

Pengguna Stasiun Sudirman Baru Naik 300 Persen Usai Pengalihan Layanan dari Stasiun Karet

9 September 2026 - 13:46 WIB

Dinkes Kabupaten Bogor Buka Tiga Posko Kesehatan, Tangani Dampak Asap Kebakaran TPA Galuga

8 September 2026 - 17:49 WIB

KAI Services Perpanjang Kerja Sama dengan Keraton Yogyakarta Kelola Loko Cafe Malioboro

8 September 2026 - 14:45 WIB

KAI Catat Pertumbuhan Angkutan Retail, Volume Distribusi Barang Naik 17 Persen dalam Dua Tahun

8 September 2026 - 14:25 WIB

KAI Operasikan 9 KA Tambahan 8 September, Layani Rute Jakarta hingga Malang

8 September 2026 - 10:13 WIB

Perawatan KRL Intensif, KAI Commuter Sesuaikan 17 Perjalanan Jabodetabek

8 September 2026 - 09:52 WIB

KAI, Gojek, dan Pemkot Bogor Kolaborasi Kembangkan Kawasan Stasiun Terintegrasi

7 September 2026 - 22:26 WIB

DAMRI Kembali Hadirkan Promo, Ada Diskon 20% Spesial Twin Date 9.9

7 September 2026 - 22:16 WIB

KAI Tambah Kapasitas Perjalanan KA untuk Penuhi Kebutuhan Mobilitas Pelanggan

7 September 2026 - 16:03 WIB

Trending di PERON