Menu

Mode Gelap
3 Kapal Perang Turut Dikerahkan, Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Meluas Ungkap Mafia Tanah, Polda Metro  Jaya Gledah Kantor BPN Kab Bogor.  Penerbangan Kembali Dibuka, Wagub Jateng Taj Yasin Pastikan MTQ XXXI di Semarang Berjalan Lancar Pembangunan Dermaga Teluk Ratai Lampung Dikebut MTQ Nasional XXXI di Semarang, juga Mengadakan Eksibisi Disabilitas Tuli Meneilisik Skema Bagasi Baru Garuda Indonesia: Bagian Penyempurnaan Layanan

KABIN

Garuda Indonesia Periksa Armada Terdampak Abu Vulkanik Sebelum Kembali Terbang

badge-check


 Pemeriksaan armada Garuda Indonesia Perbesar

Pemeriksaan armada Garuda Indonesia

Wartatrans.com, JAKARTA – Kembali dibukanya bandara menjadi bagian penting dari pemulihan penerbangan setelah terdampak abu vulkanik dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Namun, sebelum pesawat kembali melayani penumpang, Direktur Teknik Garuda Indonesia, Mukhtaris menjelaskan, kesiapan teknisnya juga harus dipastikan melalui pemeriksaan dan, bila diperlukan, pembersihan serta perawatan sesuai petunjuk pabrikan.

“Proses inilah yang dilakukan Garuda seiring dengan pemulihan penerbangan secara bertahap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara terdampak lainnya,” tutur Mukhtaris, Rabu (9/9/2026).

Setiap pesawat menjalani penanganan berdasarkan kondisi dan hasil pemeriksaan masing-masing.

Sebelumnya, pada 6–7 September 2026, Garuda membatalkan sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta, Bandung, dan Lampung dengan mempertimbangkan sebaran abu vulkanik, informasi keselamatan penerbangan, kondisi operasional, serta arahan otoritas terkait.

Nah, mengapa pesawat perlu diperiksa setelah terpapar abu vulkanik?

Abu vulkanik memerlukan penanganan khusus karena partikelnya dapat menempel pada permukaan pesawat maupun masuk ke area komponen dan sistem.

Karena itu, penanganannya tidak hanya mencakup pembersihan bagian yang terlihat, tetapi juga pemeriksaan area yang berpotensi terdampak sesuai petunjuk pabrikan.

“Pada pesawat yang parkir, perhatian antara lain diberikan pada bagian atas badan pesawat, sayap, dan ekor horizontal, tempat abu dapat mengendap,” ungkapnya.

Saluran masuk udara serta bagian terbuka pada perangkat roda pendaratan juga diperiksa.

Bila pesawat mengalami paparan saat terbang, pemeriksaan turut mencakup kaca kokpit, bagian depan sayap, dan komponen mesin sesuai ketentuan pabrikan.

Menurut Muktaris, kebutuhan penanganan dapat berbeda pada setiap pesawat.

“Pemeriksaan menjadi dasar untuk menentukan tindakan yang diperlukan pada masing-masing pesawat. Kami memastikan seluruh pemeriksaan dan perawatan yang dipersyaratkan telah diselesaikan sesuai panduan pabrikan sebelum pesawat dinyatakan laik terbang dan kembali melayani penumpang,” ujarnya.

Dari Pemeriksaan Awal Hingga Dipastikan Laik Terbang

Mukhtari mengemukakan, penanganan dimulai dengan pemeriksaan awal pada bagian luar pesawat, mesin, saluran masuk udara, sensor, serta komponen lain yang berpotensi terdampak.

“Hasilnya menjadi acuan bagi teknisi untuk menentukan area yang perlu dibersihkan maupun memerlukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Area yang terdampak kemudian dibersihkan menggunakan metode dan material sesuai petunjuk pabrikan.

Pemilihan cara pembersihan menjadi penting untuk menjaga kondisi komponen sekaligus mencegah abu masuk lebih jauh ke dalam sistem pesawat.

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan perlunya penanganan tambahan, teknisi melanjutkan pemeriksaan dan perawatan sesuai ketentuan teknis yang disetujui.

Dengan demikian, tindakan yang dilakukan mengikuti kebutuhan setiap pesawat berdasarkan hasil pemeriksaan.

“Tahap berikutnya adalah verifikasi kelaikudaraan, yaitu memastikan pesawat memenuhi persyaratan teknis untuk dapat dioperasikan dengan aman,” imbuh dia.

Pesawat hanya kembali melayani penerbangan setelah seluruh pekerjaan yang dipersyaratkan selesai dan status kelaikudaraannya memenuhi ketentuan yang berlaku.

Perlindungan Saat Pesawat Berada Di Darat

Upaya menjaga kondisi pesawat dilakukan sejak armada berada di area yang berpotensi terdampak. Berkoordinasi dengan pengelola bandara, Garuda Indonesia melakukan tindakan perlindungan.

Hal itu dilakukan melalui pemasangan penutup pada mesin, saluran masuk udara, sensor, dan komponen lainnya sesuai instruksi pabrikan.

“Langkah perlindungan, pemeriksaan, pembersihan, dan perawatan tersebut menjadi bagian yang saling melengkapi dalam memastikan kesiapan armada,” ujar Mukhtaris.

Bersamaan dengan proses ini, Garuda terus memantau informasi keselamatan penerbangan dan berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandara, serta pihak terkait untuk mendukung pemulihan operasional secara bertahap.

“Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami dan landasan setiap keputusan operasional. Kami memahami bahwa penyesuaian penerbangan turut memengaruhi rencana dan waktu berharga para penumpang. Kepercayaan yang diberikan menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan kesiapan pesawat dan layanan, agar setiap perjalanan dapat kembali berlanjut dengan aman dan nyaman,” tutupnya. (omy)

Baca Lainnya

Meneilisik Skema Bagasi Baru Garuda Indonesia: Bagian Penyempurnaan Layanan

9 September 2026 - 16:23 WIB

Begini APJAPI Soroti Kebijakan Baru Garuda Terkait Piece Concept Bagage

9 September 2026 - 14:46 WIB

Harga Kopi Gelondong Arabika Gayo Bervariasi, Tertinggi di Bener Meriah Capai Rp26 Ribu

9 September 2026 - 11:19 WIB

Dunia Bahas Masa Depan AI Melalui Bandara”Bali Harmony Encounter Week 2026″

9 September 2026 - 10:53 WIB

INACA Apresiasi Stakeholder Penerbangan dalam Penanganan Pascaserupsi GAK

9 September 2026 - 09:13 WIB

SCI: Penundaan Arus Ekspor-Impor Dampak Erupsi GAK via Bandara Soetta Senilai USD168 Juta

9 September 2026 - 05:24 WIB

Hotel Milik Pemprov DKI Jakarta Masuk Radar Saat Menkeu Soroti Utang Daerah

8 September 2026 - 20:50 WIB

AirNav Indonesia Resmi Operasikan Jarkompenas

8 September 2026 - 17:32 WIB

Dari Bungbulang Menembus Pasar Ekspor, Gula Aren Susanti Dilirik Eksportir

8 September 2026 - 16:34 WIB

Mantap! PTP Nonpetikemas Terus Catat Kinerja Positif, Throughput Juli 2026 Naik 17,85%

8 September 2026 - 16:21 WIB

Trending di ANJUNGAN