Menu

Mode Gelap
3 Kapal Perang Turut Dikerahkan, Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Meluas Ungkap Mafia Tanah, Polda Metro  Jaya Gledah Kantor BPN Kab Bogor.  Penerbangan Kembali Dibuka, Wagub Jateng Taj Yasin Pastikan MTQ XXXI di Semarang Berjalan Lancar Pembangunan Dermaga Teluk Ratai Lampung Dikebut MTQ Nasional XXXI di Semarang, juga Mengadakan Eksibisi Disabilitas Tuli Meneilisik Skema Bagasi Baru Garuda Indonesia: Bagian Penyempurnaan Layanan

EKOBIS

SCI: Penundaan Arus Ekspor-Impor Dampak Erupsi GAK via Bandara Soetta Senilai USD168 Juta

badge-check


 Setijadi Perbesar

Setijadi

Wartatrans.com, JAKARTA – Menyikapi aktivitas erupsi gunung anak krakatau (GAK), yang terjadi beberapa hari ini, Founder & CEO Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyatakan kebutuhan antisipasi atas risiko keselamatan penerbangan sekaligus kelancaran logistik nasional.

Sebaran abu vulkanik dapat memicu penutupan ruang udara, pembatalan atau pengalihan penerbangan, perubahan jadwal, dan penumpukan kargo.

Dampaknya dapat menjalar ke kegiatan produksi dan perdagangan, terutama jika mengenai jaringan yang terhubung dengan Bandara Soekarno–Hatta sebagai pintu utama pengiriman barang bernilai tinggi dan sensitif terhadap waktu.

Pada 2025, nilai ekspor nonmigas melalui Soekarno–Hatta mencapai USD9,90 miliar dan impor USD20,77 miliar.

Nilai indikatif arus perdagangan bruto tersebut mencapai USD30,67 miliar setahun atau rata-rata USD84,03 juta per hari.

Volume impor mencapai 174,9 ribu ton setahun atau rata-rata 479 ton per hari. Angka tersebut mengacu pada data BPS dan Satu Data Perdagangan Kementerian Perdagangan, dengan data ekspor 2025 berstatus revisi.

Setijadi menjelaskan, gangguan penerbangan selama delapan jam berpotensi menunda arus ekspor-impor sekitar USD28 juta, terdiri atas ekspor USD9,04 juta dan impor USD18,97 juta, termasuk hampir 160 ton barang impor.

“Bila gangguan berlangsung selama 48 jam, nilai indikatif barang yang berpotensi tertunda meningkat menjadi sekitar USD168 juta, terdiri atas ekspor USD54,23 juta dan impor USD113,83 juta, termasuk sekitar 960 ton barang impor,” paparnya, Selasa (8/9/2026).

Perhitungan tersebut hanya mencakup perdagangan internasional melalui Soekarno–Hatta, belum termasuk pengiriman domestik, dan bukan estimasi kerugian langsung.

Ekspor menggunakan nilai FOB, sedangkan impor menggunakan nilai CIF; kerugian aktual bergantung pada pembatalan penerbangan, pengalihan kargo, karakteristik komoditas, dan waktu pemulihan operasi.

Rekomendasi Solusi

SCI merekomendasikan solusi dalam jangka pendek, yaitu pengelola bandara, maskapai, freight forwarder, Bea dan Cukai, karantina, serta pemilik barang perlu mengaktifkan koordinasi tanggap darurat.

“Prioritasnya meliputi pemantauan sebaran abu secara real-time, penjadwalan ulang penerbangan, penyediaan kapasitas tambahan, percepatan penanganan dokumen, dan pengalihan kargo melalui bandara alternatif,” beber dia.

Barang mudah rusak, farmasi, komponen produksi kritis, elektronik bernilai tinggi, dan kiriman ekspres perlu mendapatkan prioritas. Pengiriman domestik dapat dialihkan ke moda darat, kereta api, laut, atau jaringan multimoda.

Dalam jangka panjang, perusahaan perlu membangun rencana kontinuitas bisnis berdasarkan beberapa skenario durasi gangguan.

Menetapkan bandara dan moda alternatif, serta memiliki kontrak kapasitas cadangan dengan penyedia jasa logistik. Importir perlu menyesuaikan persediaan pengaman untuk bahan baku kritis, sedangkan eksportir perlu menyiapkan gudang dan fasilitas rantai dingin alternatif.

“Pemerintah perlu menyusun protokol logistik kebencanaan lintas-instansi agar gangguan penerbangan akibat erupsi tidak berkembang menjadi gangguan rantai pasok dan produksi yang lebih luas,” ujarnya. (omy)

Baca Lainnya

Garuda Indonesia Periksa Armada Terdampak Abu Vulkanik Sebelum Kembali Terbang

9 September 2026 - 11:23 WIB

Harga Kopi Gelondong Arabika Gayo Bervariasi, Tertinggi di Bener Meriah Capai Rp26 Ribu

9 September 2026 - 11:19 WIB

Dunia Bahas Masa Depan AI Melalui Bandara”Bali Harmony Encounter Week 2026″

9 September 2026 - 10:53 WIB

Hotel Milik Pemprov DKI Jakarta Masuk Radar Saat Menkeu Soroti Utang Daerah

8 September 2026 - 20:50 WIB

AirNav Indonesia Resmi Operasikan Jarkompenas

8 September 2026 - 17:32 WIB

Dari Bungbulang Menembus Pasar Ekspor, Gula Aren Susanti Dilirik Eksportir

8 September 2026 - 16:34 WIB

Mantap! PTP Nonpetikemas Terus Catat Kinerja Positif, Throughput Juli 2026 Naik 17,85%

8 September 2026 - 16:21 WIB

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Tanjung Priok Tetap Beroperasi Normal

7 September 2026 - 22:10 WIB

RUU Sistranas Masuk Tahap Pembahasan Antarkementerian

7 September 2026 - 18:20 WIB

Beyond The Cage Art Exhibition: Mengungkap Kehidupan Ayam Petelur di Kandang Baterai

6 September 2026 - 06:09 WIB

Trending di EKOBIS