Wartatrans.com, SEMARANG – Senior Manager Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas Fiona Sari Utami sabet PR Indonesia Women Communication Leaders Awards (PRIWOLA) 2026.
Kategori Special Awards pada Sub Kategori Rising Women Communications Leaders berhasil diterima Fiona di Semarang, Kamis (10/9/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara PRIWOLA 2026 yang berlangsung di Auditorium Ir. Widjatmoko, Universitas Semarang (USM).
Acara turut dihadiri Rektor Universitas Semarang Dr. Supari dan Founder & CEO PR Indonesia Asmono Wikan bersama para pemimpin perempuan dan praktisi komunikasi dari berbagai sektor.
Mengusung tema “Lead with Impact, Inspire with Communications”, PRIWOLA 2026 memberikan apresiasi kepada pemimpin perempuan yang mampu menunjukkan kontribusi, keteladanan, dan kepemimpinan, melalui komunikasi strategis dalam membangun reputasi, kepercayaan, serta dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Penetapan penerima penghargaan dilakukan melalui riset terhadap puluhan kandidat dari berbagai korporasi dan lembaga di kanal digital, serta analisis kualitatif oleh dewan juri dan tim redaksi PR Indonesia.
Terdapat tiga indikator utama yang menjadi pertimbangan, yaitu kinerja kepemimpinan yang unggul di bidang komunikasi; kapasitas sebagai pemimpin komunikasi perempuan muda yang memiliki visi, karya, dan prestasi; serta potensi untuk menjadi pemimpin yang berdampak bagi ekosistem komunikasi yang semakin transparan, profesional, kredibel, dan terpercaya.
“Saya berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan ini. Bagi saya, penghargaan bukan sekadar apresiasi, tetapi juga sebuah pengingat bahwa komunikasi memiliki peran yang semakin strategis bukan hanya untuk membangun reputasi, tetapi juga untuk membangun kepercayaan dan menghadirkan dampak nyata bagi organisasi maupun masyarakat,” urainya.
Dia menilai, praktik komunikasi publik dan kehumasan di Indonesia terus berkembang seiring perubahan teknologi dan kebutuhan publik.
Fiona meyakini, masa depan ekosistem komunikasi membutuhkan profesional yang adaptif, berbasis data, namun tetap mengedepankan sisi humanis.
“Ke depan, saya percaya ekosistem komunikasi Indonesia akan semakin dituntut untuk profesional, adaptif terhadap perkembangan digital, berbasis data, sekaligus tetap humanis. Teknologi akan terus berkembang, tetapi pada akhirnya komunikasi tetap berbicara tentang manusia—tentang bagaimana kita mendengar, memahami, membangun dialog, dan menjaga kepercayaan,” jabarnya.
Dia mengapresiasi tinggi pada penyelenggara PR Indonesia dan juri PRIWOLA 2026 serta seluruh tim yang mendukung, keluarga dan mentor serta rekan kerja juga media yang membersamai dalam perjalanan karirnya.
Penghargaan PRIWOLA menjadi bagian dari upaya PR Indonesia dalam mendorong lahirnya pemimpin komunikasi perempuan yang mampu memberikan kontribusi bagi organisasi.
“Sekaligus membawa dampak lebih luas bagi perkembangan ekosistem komunikasi di Indonesia,” tutupnya. (omy)




























