Wartatrans.com, BANDA ACEH — Menunggu waktu boarding di bandara tidak harus identik dengan duduk menanti keberangkatan. Bagi penumpang Pelita Air di Sultan Iskandar Muda International Airport, Banda Aceh, waktu tersebut dapat diisi dengan menikmati kopi khas Aceh sekaligus memperoleh keuntungan dari program PASplus.
Melalui kolaborasi dengan Port & Co yang berada di Area Keberangkatan Domestik, Pelita Air menghadirkan diskon 10 persen bagi penumpangnya. Cukup dengan menunjukkan boarding pass, baik dalam bentuk cetak maupun digital, penumpang dapat memperoleh potongan harga dengan minimum transaksi Rp50.000. Satu boarding pass berlaku untuk satu kali transaksi.

Kolaborasi ini menawarkan pengalaman yang berbeda karena mempertemukan layanan penerbangan dengan kekayaan kuliner lokal Aceh. Salah satu menu yang menjadi pilihan traveler adalah Kopi Sanger, minuman kopi susu khas Aceh yang telah menjadi bagian dari budaya ngopi masyarakat setempat.
Manager Port & Co Banda Aceh, Muhammad Fikri Haikal, mengatakan kehadiran gerai tersebut memang diarahkan untuk memberikan ruang nyaman bagi traveler, baik yang berasal dari Banda Aceh maupun dari luar daerah.
“Port & Co memang ditujukan untuk traveler dari Banda Aceh maupun luar Aceh. Kami ingin menyediakan tempat yang nyaman bagi penumpang sebelum boarding,” ujar Fikri.
Menurut Fikri, kerja sama melalui PASplus bukan hanya memberikan keuntungan kepada penumpang, tetapi juga membantu memperkenalkan Port & Co kepada calon pelanggan baru.
Ia mengungkapkan, program tersebut telah mendorong hadirnya pengunjung baru yang mengetahui Port & Co melalui berbagai informasi mengenai benefit Pelita Air.
“Alhamdulillah, kami cukup merasakan adanya pengunjung baru dari program ini. Kami berterima kasih kepada Pelita Air karena melalui PASplus, awareness terhadap Port & Co juga semakin meningkat,” katanya.
Informasi mengenai PASplus dapat diketahui pelanggan melalui e-boarding pass, website dan media sosial Pelita Air, maupun materi informasi yang tersedia di Port & Co.
Bagi Port & Co, kerja sama tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan pengalaman kuliner lokal kepada traveler yang singgah di Banda Aceh. Sementara bagi Pelita Air, kolaborasi ini memperluas manfaat yang dapat dirasakan penumpang di luar layanan penerbangan.
Fikri berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada program yang berjalan saat ini, tetapi dapat dikembangkan menjadi kolaborasi yang memberikan manfaat lebih luas.
“Kami berharap kerja sama antara Pelita Air dan Port & Co dapat terus berjalan dan semakin berkembang. Semoga ke depannya kolaborasi ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar, baik untuk Pelita Air, Port & Co, maupun tentunya untuk para penumpang,” tuturnya.
Kolaborasi Pelita Air dan Port & Co menunjukkan bahwa pengalaman perjalanan dapat dibangun sejak penumpang berada di ruang keberangkatan. Secangkir Kopi Sanger, ruang yang nyaman, dan benefit khusus menjadi bagian kecil dari perjalanan yang dapat membuat waktu menunggu penerbangan terasa lebih bernilai.
Melalui PASplus, Pelita Air pun terus mengembangkan berbagai benefit bagi penumpang, sekaligus membangun ekosistem perjalanan yang menghubungkan transportasi udara dengan berbagai layanan pendukung di daerah tujuan.*** (Jasa)






























