Wartatrans.com, JATENG — Kejadian dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerahnya, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menetapkan statusnya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kedaruratan medis.
Seperti diketahui, ratusan murid dan puluhan guru SMPN 1 Gembong dan Madrasah Tsanawiah Negeri (MTsN) 3 Pati mengalami sakit mual, muntah, dan pusing setelah menyantap menu MBG pada Rabu (09/09/2026).

“Kami mengutamakan pelayanan kesehatan dan keselamatan nyawa para anak didik. Karena itu sejak awal saya putuskan statusnya adalah KLB agar bisa kami handle secara langsung dan cepat,” jelas Chandra.
Selanjutnya pada minggu depan Pemkab Pati bersama jajaran Forkopimda, Kodim, Polres. dan Dinas Kesehatan akan menerjunkan tim khusus untuk menyisir dan mengaudit dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pati.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh SPPG menjalankan proses penyiapan makanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), sekaligus mengecek kelayakan fasilitas dan kapasitas dapur dalam melayani penerima manfaat.
“Sejumlah 172 dapur SPPG di Kabupaten Pati akan kami cek ulang kelayakan fasilitas dan kapasitas porsinya. Jangan sampai dapur kecil dipaksakan mengelola 2.500 hingga 3.000 porsi. Hasil evaluasi lapangan akan kami rekomendasikan ke BGN untuk diambil keputusan,” ujar Chandra.

Sementara itu Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil sikap tegas dengan membekukan operasional SPPG Gembong 1 Pati tempat asal menu MBG bermasalah. Tidak menutup kemungkinan akan jadi suspend permanen jika hasil evaluasi menunjukkan fasilitas dan kelayakan dapurnya memang buruk. Hal ini dikatakan Wakil Kepala BGN Trenggono saat menjenguk korban terdampak MBG, Kamis (10/09/2029).
Dia menambahkan, BGN akan terus berupaya membenahi tata kelola MBG di seluruh daerah. Evaluasi ketat dan inspeksi langsung maupun virtual akan ditingkatkan untuk memastikan seluruh dapur SPPG mematuhi SOP.
Di sisi lain, BGN juga menekankan penanganan terhadap korban keracunan tetap menjadi prioritas.Terkonfirmasi hingga Jumat (11/09/2026), korban dugaan keracunan menu MBG di Pati bertambah menjadi total 401 orang. Sebanyak 48 masih menjalani perawatan di rumah sakit. Rinciannya di RSUD ada 10 orang, RS Mitra Bangsa 15 orang, RS KSH 20 orang, dan RS Fastabiq ada 3 orang. Tentang biaya pengobatan akan ditanggung seluruhnya oleh BGN dan Pemkab Pati.***
(Aditiya Widodo Putra)





























