Wartatrans.com, JAKARTA — Media online Wartatrans.com memperluas jejaring kontributornya dengan menggandeng sejumlah akademisi dari berbagai latar belakang keilmuan. Sedikitnya lima akademisi telah bergabung sebagai kontributor Wartatrans.com untuk ikut memperkaya pemberitaan dan artikel, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, kebijakan publik, seni budaya, politik, dan kehidupan sosial.
Pemimpin Umum Wartatrans.com, Putra Gara, menyampaikan rasa syukurnya atas bergabungnya para akademisi tersebut. Menurutnya, kehadiran kalangan akademisi akan memberikan warna sekaligus memperkuat perspektif keilmuan dalam konten yang disajikan Wartatrans.com.

“Alhamdulillah, setelah banyak yang bergabung menjadi wartawan Wartatrans.com, kali ini giliran para akademisi yang menjadi kontributor di media online yang saya gawangi,” ujar Putra Gara.
Lima akademisi yang bergabung tersebut memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam.
Pertama, Prof. Dr. Maman Lesmana, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Bagi Putra Gara, Maman bukan hanya seorang akademisi, tetapi juga salah satu sosok yang pernah memberikan ruang dan kesempatan penting pada awal perjalanan jurnalistiknya.
Putra Gara mengenang, ketika dirinya masih duduk di bangku SMA, Maman Lesmana telah memberinya kesempatan menjadi redaktur tamu di Majalah Amanah untuk mengelola lembar Cica.
“Beliau salah satu abang dan guru saya,” kata Putra Gara.
Nama kedua adalah Assoc. Prof. Dr. Rahmat Salam, Ketua Pusat Kajian Kebijakan Publik (PKKP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Putra Gara menyebut Rahmat Salam sebagai salah satu inspiratornya, termasuk dalam kiprahnya mendorong isu pemekaran Aceh Lauser Antara (ALA).
Selain menjalankan aktivitas akademiknya, Rahmat Salam dikenal aktif dalam berbagai diskursus kebijakan publik dan isu pembangunan daerah.
Akademisi ketiga yang bergabung adalah Dr. Usep Nukliri, Rektor Universitas Prabu Siliwangi (UNPRAS). Hubungan Putra Gara dengan Usep tidak sebatas sebagai sesama pegiat pendidikan.
Putra Gara mengungkapkan, UNPRAS sebelumnya merupakan Institut Agama Islam Bogor (IAIB). Ia menjadi salah satu sahabat yang turut terlibat dalam proses awal pendirian lembaga tersebut, bahkan kemudian pernah menjadi dosen di sana.
“Kontributor yang satu ini adalah sahabat perjuangan,” ungkapnya.
Berikutnya, Dr. Salman Yoga, dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Salman Yoga merupakan rekan Putra Gara dalam berbagai aktivitas pergerakan seni dan budaya. Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya ruang pemberitaan Wartatrans.com terkait kebudayaan, sastra, tradisi, serta dinamika masyarakat.
Sementara itu, Dr. H. Juwito Faisal, dosen Universitas Juanda, juga bergabung sebagai kontributor. Putra Gara menyebut Juwito Faisal sebagai kawan diskusi dalam berbagai persoalan, mulai dari pendidikan, seni budaya, politik hingga agama.
Putra Gara berharap bergabungnya kelima akademisi tersebut tidak hanya memperluas jaringan Wartatrans.com, tetapi juga menghadirkan perspektif yang lebih beragam dan bernas bagi pembaca.
“Dengan hadirnya mereka di Wartatrans.com, semoga makin mewarnai pemberitaan dan artikel seputar dunia pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan akademisi di ruang media menjadi penting untuk menghadirkan tulisan yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan perspektif, analisis dan gagasan bagi masyarakat.
Wartatrans.com dengan demikian berupaya membangun ruang pertemuan antara dunia jurnalistik dan akademik, sehingga isu-isu publik dapat dibaca dari berbagai sudut pandang dan tidak berhenti pada pemberitaan peristiwa semata.*** (Dulloh)

























