Menu

Mode Gelap
Jelang MotoGP Mandalika 2026: Ada 27 Penerbangan Tambahan ke Lombok Gempa di Kepulauan Seribu, BMKG: Guncangan Jauh Hingga Ratusan KM Menunggu Penerbangan Sambil Menikmati Kopi Sanger, Kolaborasi Pelita Air dan Port & Co Hadirkan Pengalaman Berbeda Gempa M6,5 Guncang Laut Jawa, Getaran Dirasakan di Jakarta hingga Jawa Tengah KRL Terdampak Gempa, KAI Commuter Lakukan Pemeriksaan Jalur Sabtu Pagi Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Pati Ditetapkan Sebagai Kejadian Luar Biasa, Korban Bertambah Banyak

MEGAPOLITAN

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Target Angkut hingga 80.000 Penumpang/Hari

badge-check


 LRT Jakarta Perbesar

LRT Jakarta

Wartatrans.com, JAKARTA – LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai ditargetkan mengangkut 60.000-80.000 penumpang per hari.

“Namun, angka itu belum otomatis menunjukkan kemacetan Jakarta berkurang karena keberhasilannya bergantung pada seberapa banyak pengguna kendaraan pribadi yang berpindah moda,” jelas Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Rudy Saptari Sulesuryana, Jumat (11/9/2026).

Dia berharap LRT mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik dan membangun habbit masyarakat menggunakan transportasi publik.

LRT Kelapa Gading-Manggarai memiliki lintasan 12,2 kilometer dengan 11 stasiun dan waktu tempuh sekitar 28 menit.

Direktur Teknik dan Pengembangan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Robert Sarjaka mengatakan, penambahan jaringan diproyeksikan meningkatkan pengguna secara bertahap hingga 60.000-80.000 penumpang per hari.

Proyeksi tersebut jauh di atas layanan Kelapa Gading-Velodrome yang sebelumnya sekitar 4.000 penumpang per hari.

Namun, satu penumpang LRT tidak otomatis berarti satu mobil atau sepeda motor hilang dari jalan.

Penumpang dapat berasal dari KRL, TransJakarta, ojek online, atau perjalanan yang sebelumnya dilakukan dengan berjalan kaki.

Ukuran pentingnya adalah modal shift. Jika 60.000 penumpang tercapai dan secara hipotetis 15 persen sebelumnya menggunakan kendaraan pribadi, sekitar 9.000 perjalanan kendaraan pribadi berpindah. Bila proporsinya 50 persen, angkanya menjadi 30.000 perjalanan.

Simulasi itu bukan proyeksi resmi LRT.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rany Mauliani menilai keberhasilan LRT perlu dilihat dari seberapa banyak pengguna kendaraan pribadi yang benar-benar beralih.

“Kalau jumlah penumpangnya meningkat dan integrasinya semakin baik, tentu LRT ini bisa menjadi salah satu instrumen penting untuk mengurangi kemacetan Jakarta,” ujarnya, Selasa (25/8/2026).

Karena itu, pemerintah perlu mengukur perubahan volume mobil dan sepeda motor serta kecepatan perjalanan di koridor Kelapa Gading-Rawamangun-Pramuka setelah LRT beroperasi penuh.

Integrasi dengan KRL, TransJakarta dan KA Bandara di Manggarai dapat memperbesar peluang perpindahan moda.

Jika volume kendaraan turun dan kecepatan perjalanan meningkat seiring pertumbuhan penumpang LRT, barulah klaim pengurangan kemacetan memiliki dasar data.

Namun jika tidak, LRT baru membuktikan bahwa Jakarta memiliki lebih banyak pilihan transportasi publik, bukan bahwa kemacetan telah berkurang. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Gempa di Kepulauan Seribu, BMKG: Guncangan Jauh Hingga Ratusan KM

12 September 2026 - 08:30 WIB

KRL Terdampak Gempa, KAI Commuter Lakukan Pemeriksaan Jalur Sabtu Pagi

12 September 2026 - 07:14 WIB

Lawang Sewu Tarik 376 Ribu Pengunjung hingga Agustus 2026, Sejarah Kereta Api Jadi Daya Tarik

11 September 2026 - 21:59 WIB

Serukan Peningkatan Keselamatan Transportasi, Menhub Dudy Kumpulkan UPT se-Jawa Timur

11 September 2026 - 21:47 WIB

Dukung Pencarian Jurnalis, Pelindo Banten Buka Akses Pelabuhan Ciwandan untuk Kapal SAR Basarnas

11 September 2026 - 13:49 WIB

Angkutan Petikemas KAI Tumbuh 19,24 Persen, Tembus 3,9 Juta Ton hingga Agustus 2026

11 September 2026 - 05:06 WIB

Dari Lubuk Linggau hingga Ketapang, Kereta Api Menjadi Bagian dari Pertumbuhan Kota Sejak 159 Tahun Lalu

11 September 2026 - 01:06 WIB

Jakarta Turunkan 6.500 Km Kabel, Babak Baru Ketahanan Infrastruktur

10 September 2026 - 17:57 WIB

IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 - 15:03 WIB

Kebutuhan Pembangunan LRT Jakarta Fase 2A Rp7,8 Triliun

10 September 2026 - 12:57 WIB

Trending di PERON