Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengembangkan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta Selatan, dengan memperkuat integrasi antara stasiun, konektivitas pejalan kaki, perpindahan antarmoda, ruang publik, hunian, dan aktivitas perkotaan.
Stasiun Manggarai saat ini melayani sekitar 162 ribu pelanggan per hari dengan sekitar 700–750 perjalanan kereta api setiap hari.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan tingginya mobilitas tersebut menjadi alasan penting bagi KAI untuk mengembangkan kawasan Manggarai secara lebih terintegrasi.
“Manggarai memiliki peran besar dalam mobilitas masyarakat Jabodetabek. Karena itu, pengembangannya perlu melihat stasiun dan kawasan di sekitarnya sebagai satu kesatuan agar perpindahan antarmoda, akses pejalan kaki, dan aktivitas masyarakat semakin terhubung,” ujar Bobby, Rabu (19/8/2026).
Aktivitas pelanggan KRL yang melakukan gate in di Stasiun Manggarai tercatat 5.142.739 pelanggan pada 2023, meningkat menjadi 5.575.711 pelanggan pada 2024 atau naik sekitar 8,42 persen. Pada 2025 jumlahnya mencapai 5.456.309 pelanggan, sedangkan Januari–Juni 2026 telah mencapai 2.716.932 pelanggan.
Peran Manggarai juga diperkuat layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta. Layanan tersebut melayani 1.970.531 pelanggan pada 2023, meningkat menjadi 2.242.536 pelanggan pada 2024, dan kembali naik menjadi 2.346.934 pelanggan pada 2025. Khusus di Stasiun Manggarai, sebanyak 230.314 pelanggan tercatat sepanjang Januari–Juni 2026.
Secara keseluruhan, kawasan TOD Manggarai memiliki delineasi sekitar 129 hektare, dengan sekitar 64 hektare merupakan lahan KAI. Pengembangannya dilakukan secara bertahap dan diarahkan untuk memperkuat konektivitas dengan KRL Commuter Line, Commuter Line Bandara, TransJakarta, Terminal Manggarai, serta rencana LRT Jakarta.
“KAI ingin memastikan pertumbuhan mobilitas di Manggarai diikuti dengan kualitas konektivitas kawasan yang semakin baik. Tujuannya agar masyarakat semakin mudah menggunakan transportasi publik dan menjalani aktivitas sehari-hari,” tutup Bobby.(fahmi)






























