Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

PERON

Dari Lubuk Linggau hingga Ketapang, Kereta Api Menjadi Bagian dari Pertumbuhan Kota Sejak 159 Tahun Lalu

badge-check


 Dari Lubuk Linggau hingga Ketapang, Kereta Api Menjadi Bagian dari Pertumbuhan Kota Sejak 159 Tahun Lalu Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Selama 159 tahun perjalanan perkeretaapian Indonesia, jalur kereta api telah menjadi bagian dari perkembangan berbagai kota di Indonesia. Rel yang dahulu dibangun untuk menghubungkan pusat aktivitas masyarakat kini berkembang menjadi jaringan transportasi yang mendukung perjalanan, kegiatan ekonomi, dan pertumbuhan kawasan.

Stasiun menjadi salah satu ruang yang merekam perubahan tersebut. Dari tempat keberangkatan dan kedatangan perjalanan, stasiun berkembang menjadi pusat pertemuan mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta konektivitas antarwilayah.

Fenomena tersebut terlihat di berbagai kota dunia. Tokyo, London, dan Paris menunjukkan bagaimana kawasan sekitar stasiun berkembang menjadi pusat aktivitas perkotaan melalui integrasi transportasi, kawasan bisnis, hunian, perdagangan, serta ruang publik. Pendekatan tersebut dikenal melalui konsep Transit Oriented Development (TOD), yaitu pengembangan kawasan yang menghubungkan transportasi publik dengan berbagai aktivitas masyarakat.

Perkembangan kota-kota dunia tersebut menunjukkan bahwa transportasi berbasis rel memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan kawasan. Ketika akses transportasi semakin terhubung, aktivitas masyarakat dan ekonomi di sekitar area tersebut ikut berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Di Indonesia, hubungan antara kereta api dan perkembangan kawasan terlihat melalui berbagai kota yang memiliki cerita berbeda bersama jalur rel.

Di Sumatera Selatan, Stasiun Lubuk Linggau menjadi bagian dari perjalanan masyarakat di wilayah barat Sumatera Selatan. Keberadaan stasiun tersebut mendukung konektivitas masyarakat serta menghubungkan aktivitas kawasan dengan jaringan kereta api.

Di Sumatera Utara, Stasiun Tebing Tinggi menjadi salah satu titik perjalanan masyarakat di kawasan Pantai Timur Sumatera. Keberadaannya mendukung hubungan antarwilayah dan aktivitas masyarakat yang terus berkembang.

Sementara itu, Stasiun Madiun memiliki hubungan erat dengan perkembangan perkeretaapian Indonesia. Selain menjadi bagian dari jalur perjalanan kereta api di selatan Jawa, Madiun juga memiliki keterkaitan dengan industri perkeretaapian nasional yang telah berkembang sejak lama.

Di ujung timur Pulau Jawa, Stasiun Ketapang Banyuwangi menjadi bagian penting dalam perjalanan masyarakat menuju kawasan Jawa Timur bagian timur dan konektivitas menuju Bali. Keterhubungan antara kereta api dan moda transportasi lainnya menjadikan kawasan ini memiliki peran penting dalam perjalanan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Hal serupa terlihat di Stasiun Cikampek yang berada pada jalur penghubung Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah. Perkembangan kawasan industri dan aktivitas masyarakat di sekitarnya menjadikan konektivitas transportasi sebagai bagian penting dalam mendukung mobilitas kawasan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa perjalanan berbagai kota bersama kereta api menunjukkan hubungan erat antara transportasi dan perkembangan kawasan.

“Kereta api memiliki perjalanan panjang bersama berbagai kota di Indonesia. Setiap stasiun menyimpan cerita mengenai mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, dan perkembangan daerah. Ke depan, KAI terus mengembangkan layanan perkeretaapian yang semakin terhubung dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan kawasan,” ujar Anne.

Menurut Anne, perkembangan kota-kota dunia menunjukkan bahwa stasiun memiliki peran yang semakin luas dalam mendukung mobilitas masyarakat. Hal tersebut menjadi referensi bagi KAI dalam mengembangkan layanan, integrasi transportasi, fasilitas stasiun, serta pengelolaan kawasan pendukung perkeretaapian.

Pengembangan tersebut sejalan dengan arah strategis KAI dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk menghadirkan layanan perkeretaapian yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan kawasan, dan pola mobilitas yang terus berubah.

Data KAI mencatat layanan KAI Group melayani 351.602.397 pelanggan sepanjang Januari–Agustus 2026, meningkat 7,09 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 328.311.868 pelanggan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 317,7 juta pelanggan atau 90,29 persen menggunakan layanan publik melalui skema Public Service Obligation (PSO) dan layanan perintis.

Pertumbuhan penggunaan transportasi berbasis rel menunjukkan semakin pentingnya peran kereta api dalam mendukung aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Dari jejak sejarah hingga arah masa depan, KAI terus mengembangkan peran stasiun sebagai bagian dari perjalanan kota dan mobilitas masyarakat Indonesia.(fahmi)

 

Baca Lainnya

KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen

10 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik

10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Pelanggan KA Purwojaya Tembus 408 Ribu, Rute Cilacap–Jakarta Makin Diminati

10 Oktober 2026 - 05:26 WIB

KAI: Lima Stasiun di Dekat Pelabuhan Catat Hampir 12 Juta Aktivitas Pelanggan

10 Oktober 2026 - 05:03 WIB

KAI Angkut 4,44 Juta Ton Petikemas, Naik 19,57 Persen

10 Oktober 2026 - 01:35 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Mulai Tempatkan Petugas Jaga di Lima Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

10 Oktober 2026 - 00:28 WIB

KAI Services Resmikan TPS3R di Stasiun Gambir, Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

9 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Angkutan Perkebunan Melesat, KAI Catat 480.121 Ton hingga September 2026

9 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Enam Wilayah KAI Tumbuh Dua Digit, Aktivitas Pelanggan Capai 89,95 Juta

8 Oktober 2026 - 23:19 WIB

Trending di PERON