Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Services memperkuat layanan kebersihan di sejumlah stasiun dengan menerapkan teknologi Smart Cleaning.
Penggunaan mesin pembersih modern ini ditujukan untuk mempercepat pekerjaan petugas, meningkatkan kualitas kebersihan fasilitas stasiun, sekaligus menekan penggunaan air dan energi.
Inovasi tersebut dijalankan melalui unit bisnis Resclean dengan mengoptimalkan berbagai peralatan pembersih berteknologi modern. Pemanfaatan mesin ini memungkinkan proses pembersihan dilakukan lebih efektif dan menjangkau area stasiun dengan karakteristik serta kebutuhan penanganan yang berbeda.
Sejumlah mesin yang telah dioperasikan di antaranya Ride-on Scrubber untuk membersihkan area stasiun yang luas. Peralatan tersebut digunakan di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Jatinegara, Purwokerto, Solo Balapan, dan Yogyakarta.
KAI Services juga mengoperasikan Automatic Scrubber yang memiliki fleksibilitas lebih tinggi dalam mendukung pemeliharaan kebersihan. Mesin ini telah digunakan di Stasiun Cikoko, Jatimulya, Dukuh Atas, Harjamukti, Tanah Abang, dan Bekasi.
Sementara itu, teknologi Floor Polisher High Speed dimanfaatkan untuk menghasilkan permukaan lantai yang lebih bersih, mengilap, dan terawat. Mesin tersebut telah diterapkan di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Solo Balapan, dan Purwokerto.
Selain ketiga teknologi tersebut, Resclean KAI Services juga menghadirkan Milo, mesin pembersih lantai modern yang menjadi salah satu inovasi terbaru perusahaan. Peralatan ini dirancang untuk membantu petugas menjaga kebersihan lantai stasiun, terutama di tengah tingginya aktivitas penumpang setiap hari.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan penerapan Smart Cleaning merupakan bagian dari transformasi perusahaan untuk meningkatkan standar kebersihan sekaligus produktivitas kerja.
“Melalui pemanfaatan teknologi Smart Cleaning, kami ingin memastikan proses pemeliharaan kebersihan stasiun dapat berjalan lebih efektif, cepat, dan efisien. Kehadiran mesin-mesin modern ini juga membantu petugas dalam memberikan hasil pembersihan yang lebih maksimal. Tidak hanya itu, penggunaan teknologi ini turut mendukung penghematan air dan energi sehingga operasional perusahaan semakin memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” ujar Nyoman dalam keterangan resminya, Kamis (5/11/2026).
Penerapan teknologi tersebut juga dirasakan langsung oleh petugas kebersihan di lapangan. Agil Setiawan, salah seorang petugas Resclean KAI Services, menilai keberadaan mesin modern membantu mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan hasil pembersihan.
“Dengan adanya mesin-mesin ini, pekerjaan menjadi lebih cepat dan hasil pembersihannya lebih maksimal. Kami juga lebih terbantu dalam menjaga kebersihan area stasiun yang setiap hari ramai oleh aktivitas penumpang,” ungkap Agil.
KAI Services menilai penerapan Smart Cleaning tidak hanya berkaitan dengan modernisasi peralatan, tetapi juga menjadi bagian dari pembenahan sistem operasional agar lebih produktif dan berkelanjutan.
Langkah tersebut sekaligus mendukung transformasi digital di sektor transportasi serta penerapan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam efisiensi pemanfaatan sumber daya dan pengurangan dampak operasional terhadap lingkungan.(fahmi)
























