Wartatrans.com, BOGOR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos., melaksanakan kegiatan Pendidikan Kewarganegaraan atau Pendidikan Politik Kewarganegaraan sekaligus sosialisasi kebangsaan di Desa Jabon, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan, memperkuat kesadaran politik, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam kehidupan demokrasi.
Dalam kegiatan tersebut, penguatan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan menjadi salah satu materi utama yang disampaikan. Materi tersebut meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan dalam keberagaman, serta komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Melalui pemahaman yang disampaikan hari ini, saya berharap masyarakat tidak hanya mengenal nilai-nilai kebangsaan secara konseptual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” tutur H. Fikri.
Selain wawasan kebangsaan, pendidikan demokrasi dan kesadaran politik juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Masyarakat, khususnya generasi muda dan pemilih pemula, didorong untuk memiliki pemahaman politik yang baik, tidak bersikap apatis, serta berani mengambil bagian dalam proses pembangunan bangsa.
“Pendidikan politik penting dilaksanakan agar masyarakat dapat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, sekaligus lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi dan dinamika politik yang berkembang,” tambahnya.
Kegiatan ini juga diisi dengan dialog interaktif untuk membahas berbagai tantangan kebangsaan di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi informasi. Pemahaman peserta diperkuat melalui uji pengetahuan mengenai wawasan kebangsaan, termasuk nilai-nilai Pancasila dan konstitusi negara.
Melalui kegiatan pendidikan kewarganegaraan ini, H. Fikri Hudi Oktiarwan berharap pemahaman masyarakat terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara semakin meningkat. Kesadaran politik yang baik diharapkan dapat mendorong lahirnya masyarakat yang kritis, bertanggung jawab, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan dan mendorong kemajuan daerah.
“Pendidikan kebangsaan bukan sekadar mengenalkan dasar negara, melainkan juga membangun kesadaran bahwa setiap warga negara memiliki peran dalam menjaga demokrasi, memperkuat persatuan, dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya.*** (Dull)






















