Wartatrans.com, JAKARTA – Jumlah masyarakat yang menggunakan Commuter Line Jabodetabek terus mengalami peningkatan. Sepanjang Oktober 2026, KAI Commuter mencatat sebanyak 32.312.018 pengguna, naik 1,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 31.776.933 orang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan lintas Bogor menjadi jalur dengan volume pengguna tertinggi selama Oktober 2026, yakni mencapai 14.397.686 orang.
Tingginya mobilitas tersebut juga terlihat pada kepadatan penumpang saat jam sibuk atau peak hour. Berdasarkan data KAI Commuter, tingkat okupansi tertinggi di lintas Bogor pada pagi hari mencapai 170 persen, yang terjadi pada pukul 05.30–06.30 WIB.
Sementara pada sore hari, tingkat okupansi tertinggi tercatat sebesar 173 persen pada rentang waktu pukul 17.00–18.00 WIB.
Karina menjelaskan, secara kumulatif jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek sejak Januari hingga Oktober 2026 mencapai 303.792.024 orang. Angka tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Terus meningkatnya volume pengguna ini menunjukkan peran strategis Commuter Line dalam mendukung mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi Jabodetabek,” jelas Karina.
Ia menambahkan, keberadaan Commuter Line turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, baik pekerja sektor formal maupun informal, karena menawarkan biaya transportasi yang relatif terjangkau.
“Berdampak positif ke berbagai profesi, formal ataupun informal karena biaya transportasi yang sangat terjangkau. Mengingat, mobilitas pengguna umumnya berkaitan langsung dengan kegiatan ekonomi sehari-hari,” ujarnya.
Selain Jabodetabek, pertumbuhan pengguna juga tercatat pada layanan kereta api yang terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta mencatat 1.976.086 pengguna sepanjang Januari hingga Oktober 2026, meningkat 0,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun Commuter Line Merak yang melayani konektivitas wilayah aglomerasi Banten mencatat 4.036.059 pengguna selama Januari hingga Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.654.681 pengguna.
Karina mengatakan, pertumbuhan jumlah pengguna menjadi salah satu indikator meningkatnya kebutuhan terhadap transportasi publik yang aman dan efisien. Karena itu, KAI Commuter terus melakukan peningkatan kapasitas angkut dan fasilitas pelayanan.
Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah memperpanjang peron Stasiun Bogor untuk mendukung operasional rangkaian Commuter Line dengan formasi 12 kereta atau SF12. Selain itu, perusahaan juga terus mempercepat proses pengadaan sarana KRL.
“KAI Commuter akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pada Commuter Line melalui peningkatan operasional, fasilitas layanan dan percepatan pengadaan sarana KRL,” tambah Karina.
KAI Commuter menyatakan akan terus mengembangkan kualitas operasional dan fasilitas guna mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus meningkat, sekaligus mempertahankan kepercayaan pengguna terhadap Commuter Line sebagai salah satu pilihan utama transportasi publik di kawasan Jabodetabek.(fahmi)



























