Wartatrans.com, JAKARTA – Bagi Ananda Omesh, kereta api bukan sekadar moda transportasi untuk mengantarkannya dari satu kota ke kota lain.
Di balik perjalanan menuju kampung halaman, liburan bersama keluarga, hingga petualangan bersama rekan-rekannya, tersimpan banyak pengalaman yang membuatnya memiliki kedekatan tersendiri dengan transportasi berbasis rel tersebut.
Kedekatan itulah yang menjadi salah satu alasan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memilih Ananda Omesh sebagai brand ambassador dalam menghidupkan kembali kampanye Reactivation Campaign #AyoNaikKereta.
Dikenal sebagai figur publik yang gemar bertualang, touring, dan menjelajahi berbagai destinasi, Omesh memiliki cerita panjang bersama kereta api. Pria yang berasal dari Sukabumi itu mengaku perjalanan hidupnya tidak bisa dilepaskan dari pengalaman menggunakan kereta, terlebih setelah merantau ke Bandung dan kemudian bekerja di Jakarta.
Kebiasaan bepergian menggunakan kereta juga terbawa hingga kehidupan keluarganya. Omesh mengatakan dirinya bersama istri dan kedua anaknya cukup sering memilih kereta api ketika melakukan perjalanan wisata maupun mudik.
Bahkan, perjalanan keluarga terakhir yang menggunakan kereta dilakukan pada Juni 2026 ketika mereka berlibur ke Yogyakarta.
“Kalau mudik, kami lebih cukup lumayan sering menggunakan kereta, karena istri saya dari Surabaya. Jadi perjalanan kami penuh dengan cerita bersama kereta,” ungkap Omesh saat berbagi pengalaman dalam peluncuran kampanye #AyoNaikKereta di Jakarta.
Ia juga memiliki alasan tersendiri mengapa perjalanan darat menjadi pilihan keluarganya. Kedua anaknya disebut kurang menyukai perjalanan melalui udara karena tidak nyaman dengan ketinggian. Karena itu, kereta api menjadi salah satu alternatif perjalanan yang menyenangkan bagi mereka.
Dari sekian banyak perjalanan, pengalaman menggunakan kereta wisata bersama komunitas The Prediksi menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi Omesh. Saat itu, mereka menggunakan dua rangkaian kereta wisata untuk menikmati perjalanan bersama-sama.
Menurutnya, pengalaman tersebut menawarkan sensasi berbeda dibandingkan perjalanan biasa. Selain kenyamanan fasilitas kereta, kesempatan menikmati pemandangan alam Indonesia sepanjang jalur perjalanan menjadi daya tarik tersendiri.
Omesh bahkan menyamakan pengalaman menikmati perjalanan menggunakan kereta dengan kegiatan touring menggunakan sepeda motor.
Baginya, keduanya sama-sama memberikan kesempatan untuk melihat keindahan alam Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. Perjalanan melewati jalur utara maupun selatan Pulau Jawa menghadirkan panorama yang tidak selalu bisa dinikmati ketika seseorang memilih moda transportasi lain.
“Kalau yang di laut, ngelihatnya air. Kalau yang di langit, ngelihatnya udara, awan. Tapi kalau kita senang bertualang gitu, motoran, kereta itu sama persis menurut saya. Karena pemandangan yang kita lihat itu sama persis, betapa indahnya Indonesia, betapa indahnya jalur yang dilewati, mau jalur selatan, mau jalur utara,” tuturnya.
Ada pula pengalaman menarik ketika perjalanan kereta wisata tersebut sempat berhenti cukup lama di Purwokerto. Kesempatan itu dimanfaatkan Omesh dan rombongan untuk turun sejenak, berfoto, serta menikmati suasana di sekitar stasiun.
Pengalaman-pengalaman tersebut membuatnya menilai perjalanan menggunakan kereta bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga menikmati setiap momen selama berada di perjalanan.
Alasan KAI Memilih Ananda Omesh
Pengalaman Omesh yang dekat dengan dunia perjalanan dan aktivitas keluarga dinilai sejalan dengan pesan yang ingin disampaikan KAI melalui kampanye #AyoNaikKereta. Perusahaan ingin memperluas pandangan masyarakat bahwa kereta api bukan hanya sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman berwisata dan gaya hidup.
Direktur Komersial KAI Dendy Kurniawan mengatakan, pemilihan Omesh sebagai brand ambassador telah melalui proses kurasi dengan mempertimbangkan karakter, aktivitas, serta citra publik figur tersebut di tengah masyarakat.
Menurut Dendy, Omesh memiliki sejumlah karakter yang sesuai dengan kebutuhan kampanye, mulai dari sosok yang dekat dengan keluarga, gemar bepergian, hingga aktif membagikan pengalaman perjalanan melalui media sosial.
Selain itu, KAI juga mempertimbangkan rekam jejak dan citra publik figur yang akan menjadi representasi perusahaan.
“Kita tim melakukan kurasi kira-kira figur apa yang cocok untuk melengkapi kampanye Ayo Naik Kereta. Karena Omes ini kan public figure, family man, nah tadi kan disebut sering traveling ya, bepergian. Kalian tuh di sosial medianya juga banyak cerita, cuplikan experience yang ada, hal-hal yang penting sebagai public figure, tidak kontroversial, salah satu syarat yang kita persyaratkan untuk memilih brand ambassador,” jelas Dendy.
Ia berharap kehadiran Omesh dapat membantu memperluas jangkauan kampanye melalui jaringan pertemanan, komunitas, serta pengikutnya di media sosial.
Dendy bahkan mengibaratkan kampanye #AyoNaikKereta seperti rangkaian kereta yang membutuhkan lokomotif untuk menggerakkan seluruh gerbong.
“Kalau kita ibaratkan kotak-kotaknya ini adalah kereta satu box yang harus ditarik, kita harapkan Kang Omes jadi lokomotifnya. Amin. Dengan network yang beliau miliki untuk bisa mengampanyekan Ayo Naik Kereta,” kata Dendy.
Lima Inovasi KAI dalam Kampanye Ayo Naik Kereta
Kampanye #AyoNaikKereta kembali diaktifkan KAI dengan membawa lima inovasi layanan yang dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan lebih menarik bagi masyarakat.
Peluncuran tersebut digelar di Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Lima inovasi yang diperkenalkan meliputi AI Services Agent KAI121 Kaila, Extra Seat 50 Persen, Warteg On Train, The Nusantara Explorer, dan Rame Deals.
Direktur Komersial KAI Dendy Kurniawan mengatakan, kampanye tersebut sebenarnya bukan slogan baru. KAI kembali menghidupkannya untuk meningkatkan minat masyarakat bepergian menggunakan kereta api, sekaligus menjadikan perjalanan kereta sebagai bagian dari gaya hidup.
“Ya, hari ini kita mereaktivasi lagi mengenai kampanye ‘Ayo Naik Kereta’. Jadi ini bukan tagline yang baru, dulu sudah pernah ada nih di KAI Indonesia. Jadi kita reaktifkan kembali dengan tujuan untuk meningkatkan animo masyarakat bepergian dengan kereta api,” ujar Dendy.
Inovasi pertama adalah AI Services Agent KAI121 Kaila, yakni layanan berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan untuk mempermudah pelanggan mendapatkan informasi perjalanan kereta api. Pengembangan layanan dilakukan secara bertahap, termasuk untuk membantu proses pemesanan tiket.
Kedua, Extra Seat 50 Persen, fasilitas yang memungkinkan pelanggan membeli kursi di sebelah tempat duduknya dengan harga 50 persen. Program ini ditujukan bagi pelanggan yang menginginkan ruang lebih luas dan kenyamanan tambahan selama perjalanan.
KAI menargetkan layanan tersebut dapat mulai diterapkan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Namun, penerapannya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat keterisian penumpang pada relasi tertentu.
Pelanggan nantinya harus melakukan pemesanan secara daring dan mendaftarkan nama penumpang sejak awal untuk menghindari penyalahgunaan fasilitas.
Inovasi ketiga, Warteg On Train, menghadirkan konsep warung tegal ke dalam perjalanan kereta api. Layanan ini menawarkan pilihan makanan yang lebih dekat dengan selera masyarakat Indonesia.
Uji coba pada perjalanan relasi Gambir-Solo Balapan mendapat respons positif. Bahkan, makanan yang disediakan dilaporkan habis sebelum kereta tiba di Stasiun Purwokerto.
KAI berencana mengembangkan variasi menu dengan menyesuaikan waktu perjalanan dan karakteristik pelanggan. Menu seperti bakso, ronde, dan sekoteng dapat menjadi pilihan untuk perjalanan malam, sementara makanan ringan disiapkan untuk waktu di luar jam makan utama.
Pengembangan kuliner juga akan mempertimbangkan kekhasan daerah yang dilalui kereta, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
“Kita akan terus tingkatkan, baik dari varian makanannya dan juga nanti experience yang didapatkan,” kata Dendy.
Selanjutnya, The Nusantara Explorer merupakan program perjalanan wisata menggunakan kereta api yang sebelumnya telah diperkenalkan pada periode Lebaran. Kali ini, KAI kembali menawarkan pengalaman tersebut melalui relasi Gambir-Bandung dan sebaliknya.
Sementara itu, inovasi kelima adalah Rame Deals, program yang ditujukan untuk pelanggan yang bepergian bersama keluarga maupun rombongan kecil. Melalui layanan pemesanan daring ini, KAI menghadirkan penawaran perjalanan yang disesuaikan dengan kondisi dan tingkat okupansi pada masing-masing relasi.
Dendy menegaskan, kelima inovasi tersebut merupakan langkah awal perusahaan dalam mengembangkan kembali kampanye #AyoNaikKereta. KAI akan terus melakukan pembaruan layanan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Tentu juga inovasi yang kita tampilkan hari ini, kita launching, itu hanya permulaan saja, nanti kita akan terus lakukan inovasi-inovasi yang akan kita berikan kepada masyarakat,” tuturnya.
Dengan keterlibatan Ananda Omesh sebagai brand ambassador serta hadirnya lima inovasi layanan, KAI berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan kereta api sebagai pilihan untuk bepergian. Bukan hanya karena kemudahan mencapai tujuan, tetapi juga karena pengalaman, kenyamanan, dan cerita yang bisa dibawa pulang dari setiap perjalanan.(fahmi)























