Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai mendata warga yang masih menempati kawasan bantaran rel kereta api di sejumlah wilayah Jakarta untuk dipindahkan ke Hunian Senen, Jakarta Pusat.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pendataan dilakukan di beberapa lokasi, termasuk kawasan Jakarta Utara, Jakarta Selatan, hingga sekitar Manggarai. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya penataan permukiman di sekitar jalur kereta api sekaligus menyediakan tempat tinggal yang lebih layak bagi masyarakat.
“Ya, ada beberapa lokasi ya. Ya, yang ke arah utara, kemudian yang ke arah selatan juga, yang ke arah Manggarai gitu ya. Yang sedang kita data, ya nanti kita akan segera kerjakan,” ujar Bobby saat meninjau Hunian Senen bersama CEO sekaligus Direktur Utama Danantara Asset Management (DAM) Dony Oskaria, Selasa (3/11/2026).
Bobby menjelaskan, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan relokasi warga ke hunian yang telah disediakan melalui kolaborasi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN).
Hunian Senen sendiri memiliki kapasitas 250 unit. Namun, hingga kunjungan tersebut dilakukan, baru 69 unit yang telah terisi. Dengan demikian, masih tersedia 181 unit yang dapat dimanfaatkan untuk menampung warga lainnya sesuai hasil pendataan dan proses relokasi.
Program penyediaan hunian ini melibatkan sejumlah BUMN, di antaranya KAI, Angkasa Pura, dan Adhi Karya. Pembangunan tersebut ditujukan bagi masyarakat yang sebelumnya tinggal di kawasan bantaran rel dengan kondisi lingkungan yang kurang memadai.
Dalam kesempatan yang sama, Dony Oskaria mengatakan keberadaan hunian tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Dony, setelah empat bulan ditempati, kondisi lingkungan Hunian Senen semakin tertata dan bersih. Kawasan tersebut juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti masjid dan ruang keluarga.
Ke depan, pengelola berencana menambah fasilitas olahraga berupa lapangan mini soccer agar anak-anak penghuni memiliki ruang untuk bermain dan beraktivitas.
Selain fasilitas fisik, perhatian juga diberikan terhadap akses pendidikan anak-anak penghuni melalui program Sekolah Rakyat. Pemerintah juga akan memetakan kebutuhan pelatihan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi bagi warga.
Dony menegaskan, pembangunan hunian tidak hanya sebatas menyediakan tempat tinggal, tetapi juga harus diikuti upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.(fahmi)


























