Wartatrans.com, JAKARTA – Danantara Asset Management (DAM) bersama sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) berencana menambah fasilitas olahraga di Hunian Senen, Jakarta Pusat. Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah lapangan mini soccer untuk mendukung aktivitas anak-anak penghuni.
Rencana tersebut disampaikan CEO sekaligus Direktur Utama DAM Dony Oskaria saat meninjau kondisi Hunian Senen pada Selasa (3/11/2026). Kunjungan bersama Direktur PT KAI Bobby Rasyidin itu dilakukan untuk melihat perkembangan kehidupan warga setelah empat bulan menempati kawasan permukiman yang dibangun melalui kolaborasi sejumlah BUMN.
Dony mengatakan, pembangunan hunian tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sebelumnya tinggal di bantaran rel kereta api. Program ini melibatkan PT Kereta Api Indonesia (Persero), Angkasa Pura, dan Adhi Karya.
“Gabungan BUMN di bawah pimpinan KAI, ini kita menyediakan perumahan untuk saudara-saudara kita yang tadinya hidup di pinggir bantaran rel. Nah, kalau kita lihat, perhatikan ini kan hasilnya sangat bagus ya, mereka puas, happy, dan tentu saja ini bentuk daripada kepedulian Bapak Presiden kita Bapak Prabowo, dan juga atas arahan daripada Pak Seskab yang selalu sangat konsen terhadap detail daripada pembangunan ini. Dan kita ingin menyediakan perumahan yang baik tentunya untuk saudara-saudara kita,” ujar Dony, di lokasi, Selasa (3/11/2026).
Menurutnya, Hunian Senen tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, seperti masjid dan ruang keluarga. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan sehari-hari sekaligus memperkuat interaksi sosial antarwarga.
Setelah empat bulan dihuni, Dony menilai kondisi lingkungan permukiman semakin tertata dan bersih. Kehadiran kawasan yang lebih sehat juga dinilai penting bagi anak-anak agar dapat tumbuh dan bersosialisasi dengan baik.
Untuk pengembangan berikutnya, DAM bersama pihak terkait tengah mempertimbangkan penambahan fasilitas olahraga berupa lapangan mini soccer. Sarana tersebut direncanakan menjadi ruang aktivitas bagi anak-anak penghuni.
“Sekarang sudah ada masjid, ada ruang fasilitas buat mereka juga berkumpul, ruang keluarga, kita sedang siapkan lagi nanti ruang olahraga ya. Rencananya dari Pak Budi dan permintaan Pak Seskab itu ada lapangan mini soccer kecil buat mereka anak-anak kecil ini bisa main ya, bisa beraktivitas,” kata Dony.
Selain fasilitas fisik, perhatian juga diarahkan pada akses pendidikan anak-anak penghuni. Dony menyebut program Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi salah satu jalan bagi mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak.
Ia mengungkapkan, terdapat persoalan administrasi alamat tempat tinggal yang berpotensi menyulitkan sebagian anak dalam mengakses pendidikan. Karena itu, pemerintah akan mengupayakan penyelesaian persoalan tersebut agar seluruh anak mendapatkan kesempatan bersekolah.
“Konsen kita sebetulnya bahwa akses pendidikan itu harus dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Dengan adanya sekolah rakyat, nanti sebagian besar mereka akan masuk di sekolah rakyat,” ujarnya.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, Dony mengatakan pihaknya juga akan memetakan kebutuhan warga untuk menyiapkan program pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, sebagian besar penghuni sebelumnya bekerja sebagai pemulung. Karena itu, program pemberdayaan akan disesuaikan dengan kondisi masyarakat tanpa mengabaikan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.
Namun, ia menegaskan pendidikan bagi generasi berikutnya menjadi perhatian utama agar anak-anak penghuni memiliki masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pihaknya tengah mendata warga di sejumlah kawasan lain yang berpotensi direlokasi ke hunian yang disediakan pemerintah.
Beberapa lokasi yang menjadi perhatian berada di wilayah utara, selatan, hingga kawasan sekitar Manggarai. Proses pendataan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan relokasi berikutnya.
“Ada beberapa lokasi ya. Ya, yang ke arah utara, kemudian yang ke arah selatan juga, yang ke arah Manggarai gitu ya. Yang sedang kita data, ya nanti kita akan segera kerjakan,” kata Bobby.
Hunian Senen diketahui memiliki kapasitas sebanyak 250 unit. Program ini diharapkan menjadi percontohan penataan permukiman yang lebih sehat dan layak bagi masyarakat yang sebelumnya tinggal di sekitar jalur kereta api.
Selain menyiapkan fasilitas tambahan, Dony juga meminta tim teknis melakukan pemeriksaan terhadap sistem drainase kawasan tersebut menjelang musim hujan. Pemeriksaan diperlukan untuk mengidentifikasi titik-titik yang berpotensi mengalami masalah pembuangan air.
Langkah tersebut dilakukan agar kawasan hunian tetap terjaga dan tidak mengalami kerusakan akibat persoalan genangan maupun sistem drainase yang kurang memadai.(fahmi)


























