Wartatrans.com, TAKENGON – Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 1 Takengon (IKA SMA Negeri 1 Takengon) merencanakan pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) pada 28–29 November 2026. Agenda ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi lintas angkatan, memilih Ketua Umum, serta membentuk kepengurusan baru periode 2026–2031.
Mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Memperkuat Persatuan Alumni, dan Membangun Organisasi yang Bersinergi untuk Kemajuan Almamater”, Mubes diharapkan menjadi ruang musyawarah yang demokratis sekaligus wadah menyatukan potensi alumni untuk berkontribusi bagi kemajuan almamater dan masyarakat Aceh Tengah.
Selain pemilihan Ketua Umum, Mubes akan membahas evaluasi organisasi, perumusan visi dan misi, serta penyusunan arah kebijakan dan program kerja kepengurusan mendatang.
SMA Negeri 1 Takengon merupakan salah satu sekolah tertua di Kabupaten Aceh Tengah yang berdiri sejak 1957. Dalam perjalanan sejarahnya, sekolah ini mengalami beberapa kali perubahan nama, mulai dari SMA Swatantera Laut Tawar, SMA Negeri ABC, SMA Aceh Tengah, hingga SMA Negeri 1 Bebesen pada 1997, sebelum kembali dikenal sebagai SMA Negeri 1 Takengon.
Selama puluhan tahun perjalanan pendidikan, sekolah ini telah melahirkan ribuan alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang, baik di Aceh Tengah, berbagai daerah di Indonesia, maupun mancanegara.
Untuk mematangkan persiapan, panitia pengarah (Steering Committee) dan panitia pelaksana (Organizing Committee) telah dibentuk. Sejumlah tokoh senior alumni turut memberikan dukungan dan mengawal persiapan kegiatan.
Jajaran Pelindung dan Penasihat antara lain Ir. H. Tagore Abu Bakar, Ir. H. Nasaruddin, MM, Ir. H. Ruslan Abdul Gani, Dipl. HE, serta Drs. H. Khairul Asmara, MM. Sementara posisi Penanggung Jawab diisi oleh H. Muchlis Gayo, SH., MM., Firmandes, dr. Darma Tapa Gayo, Sp.Rad., dan sejumlah tokoh alumni lainnya.
Ketua Panitia Pengarah (Steering Committee), drh. Sofyan Mansoer, bersama Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee), Ir. Yan Budianto, terus mengoordinasikan persiapan kegiatan. Proposal dan pembagian tugas kepanitiaan telah disusun sebagai pedoman agar seluruh rangkaian Mubes dapat berjalan tertib dan sesuai rencana.
𝐑𝐞𝐮𝐧𝐢 𝐀𝐤𝐛𝐚𝐫 𝐀𝐤𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐛𝐚𝐡𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐌𝐮𝐛𝐞𝐬
Selain agenda Mubes, panitia juga membuka ruang pembahasan mengenai rencana penyelenggaraan Reuni Akbar seluruh alumni SMA Negeri 1 Takengon.
Sebagaimana disampaikan Yan Budianto selaku Sekretaris Panitia Pelaksana (OC), waktu pelaksanaan Reuni Akbar akan ditentukan dalam forum Mubes dengan mempertimbangkan momentum yang paling tepat di Aceh Tengah. Dengan demikian, keputusan tersebut diharapkan dapat mengakomodasi aspirasi dan kesiapan alumni dari berbagai angkatan.
Untuk mendukung kelancaran dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan, panitia mengajak seluruh alumni untuk berpartisipasi, termasuk melalui infak atau sumbangan sukarela sesuai keikhlasan dan kemampuan masing-masing.
Dukungan tersebut diharapkan menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap keberlangsungan organisasi alumni. Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan akan memiliki arti bagi suksesnya kegiatan dan terbangunnya kebersamaan.
Bagi alumni yang berkenan memberikan infak, dapat menyalurkannya melalui rekening panitia:
Bank Syariah Indonesia (BSI)
Nomor Rekening: 7384 0113 19
Atas Nama: Panitia Mubes IKA SMA 1 Takengon
Salah seorang alumni, Ardhiansyah Putra SE yang juga Bendahara Mubes, menyampaikan bahwa pelaksanaan Mubes ini bukan sekadar agenda organisasi atau momentum pergantian kepengurusan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlangsungan berbagai kebaikan yang telah dibangun oleh para alumni selama ini.
Menurutnya, organisasi alumni perlu terus dirawat agar silaturahmi tetap terjaga, kebersamaan semakin kuat, dan potensi alumni dapat dihimpun untuk memberikan manfaat bagi almamater maupun masyarakat. Karena itu, Mubes diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya semangat baru dalam melanjutkan hal-hal baik yang telah dirintis sebelumnya.
Panitia berharap seluruh alumni dari berbagai angkatan dapat mengambil bagian dalam menyukseskan agenda ini. Perbedaan angkatan, profesi, dan tempat pengabdian hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun persatuan.
Sebab, almamater bukan sekadar tempat pernah menimba ilmu, melainkan bagian dari sejarah perjalanan hidup yang patut dijaga, dikenang, dan diperjuangkan bersama.***
[Mahbub Fauzie/Jasa]






















