Menu ✖

Mode Gelap
Hadir di Interferry Conference 2026, ASDP Beberkan Transformasi Penyeberangan Indonesia  AirNav Bersama FAA ATO Bahas Modernisasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Partai Demokrat Mengecam Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Perkuat Rantai Pasokan Beras, PELNI Resmikan Program Desa Mandiri di Klaten Langkah Strategis Polres Fakfak Meretas Problematika Pengangguran Daerah Jokowi Hadir di Persidangan Kasus Ijazah, Bersaksi di Hadapan Majelis Hakim

NASIONAL

Partai Demokrat Mengecam Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo

badge-check


 Partai Demokrat Mengecam Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Perbesar

Wartatrans.com JAKARTA – Lewat siaran pers Kamis (05/11/2026), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menanggapi kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo. AHY minta aparat penegak hukum mengusutnya secara tuntas. Penegasannya, penyidikan jangan hanya berhenti pada siapa yang menjalankan penyadapan, tapi juga harus mengungkap siapa yang memberikan perintah.

Dalam siaran persnya, AHY mengatakan bahwa masyarakat berhak mengetahui secara jelas kasus yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit ini. Pengungkapan pihak yang berada di balik aksi penyadapan ilegal, penting diutarakan agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diketahui secara transparan.

Selain mengecam, AHY menyebut penyadapan secara ilegal sebagai penyalahgunaan kewenangan yang dapat mengancam keamanan negara, hak privasi, dan kepercayaan masyarakat.

Untuk diketahui, penyadapan tidak hanya menyasar komunikasi Presiden Prabowo, tetapi juga pejabat negara, tokoh politik, media, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, hingga pengusaha.

“Ini menjadi ancaman serius bagi kehidupan politik dan demokrasi di Indonesia. Kalau komunikasi seorang kepala negara saja disadap secara ilegal, bagaimana dengan perlindungan privasi masyarakat ? Mengatasinya, Partai Demokrat mendukung Presiden Prabowo dan Polri untuk mengusut perkara hingga tuntas sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” demikian AHY.

Setali tiga uang, Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat juga mengecam tindakan penyadapan secara ilegal. Ini dilakukan Presiden ke – 6 Indonesia ini lewat akun X pribadinya, Rabu (04/11/2026).

“Kok jadi begini negara kita. Kok begini liar politik kita. Sepertinya untuk mendapatkan kekuasaan (kekuasaan politik) cara apapun dapat dibenarkan. Tidak peduli baik atau buruk. Bermoral atau tidak bermoral,” tulis SBY.

Selanjutnya SBY menulis dirinya khawatir kalau akhirnya rakyat merasa takut dan tidak tenteram hidup di negaranya sendiri. Sebagai warga yang sangat mencintai negeri ini, seperti juga warga Indonesia lainnya, dia memohon kepada Presiden Prabowo untuk menghidupkan kembali politik berkeadaban. SBY juga mendoakan Prabowo diberi kekuatan dan tuntunan untuk menjalankan tugas negara.

Twit SBY ini mendapat view 12 juta lebih, 137 ribu rituit dan 338 ribu like hanya dalam waktu 24 jam. Berdasarkan info Grok, rekor terakhir twit terbanyak orang Indonesia di angka 9.6 juta views. *** (Slamet Widodo)

Baca Lainnya

Jokowi Hadir di Persidangan Kasus Ijazah, Bersaksi di Hadapan Majelis Hakim

5 November 2026 - 14:41 WIB

KKP Gelar Puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan di 27 Titik Indonesia

4 November 2026 - 21:19 WIB

Borong Empat Penghargaan, Terminal Teluk Lamong Perkuat Komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial

4 November 2026 - 20:23 WIB

IPCC Tegaskan Komitmen Jaga Kinerja dan Perkuat Kepercayaan Investor Menuju 2027

4 November 2026 - 19:13 WIB

Listyo Sigit Terseret Kasus Hukum, Akankah Prabowo Segera Copot dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan?

4 November 2026 - 11:34 WIB

Eks Kapolri Sekaligus KSP Listyo Sigit Prabowo Dkk Resmi Ditahan di Rutan Mabes Polri Terkait Kasus Penyadapan Ilegal

4 November 2026 - 03:05 WIB

DAMRI Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesiapan Layanan Jelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

3 November 2026 - 21:20 WIB

Kemenhub Berkomitmen Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

3 November 2026 - 15:17 WIB

ACC Hadir Dengan Promo Menarik di OJK FinExpo 2026

3 November 2026 - 08:26 WIB

Road to IMOS 2026, FIFGROUP Berikan Pengalaman Wisata Edukatif bagi 34 Anak Panti Asuhan

2 November 2026 - 21:18 WIB

Trending di NASIONAL