Menu ✖

Mode Gelap
Hadir di Interferry Conference 2026, ASDP Beberkan Transformasi Penyeberangan Indonesia  AirNav Bersama FAA ATO Bahas Modernisasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara Partai Demokrat Mengecam Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Perkuat Rantai Pasokan Beras, PELNI Resmikan Program Desa Mandiri di Klaten Langkah Strategis Polres Fakfak Meretas Problematika Pengangguran Daerah Jokowi Hadir di Persidangan Kasus Ijazah, Bersaksi di Hadapan Majelis Hakim

EKOBIS

Perkuat Rantai Pasokan Beras, PELNI Resmikan Program Desa Mandiri di Klaten

badge-check


 Perkuat Rantai Pasokan Beras, PELNI Resmikan Program Desa Mandiri di Klaten Perbesar

Wartatrans.com, KLATEN – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meresmikan Program Desa Mandiri melalui Pemberdayaan Petani Desa Munggung, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026).

Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menyampaikan, program Desa Mandiri merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjalankan TJSL yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sebagai perusahaan transportasi laut yang setiap hari melayani ribuan penumpang, PELNI membutuhkan pasokan bahan pangan yang terjaga kualitas dan ketersediaannya.

“Melalui program Desa Mandiri di Desa Munggung, kami ingin membangun kemitraan yang saling memberikan manfaat, yaitu petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas beras, sementara kebutuhan pasokan beras untuk pelayanan penumpang PELNI juga dapat didukung secara berkelanjutan,” tutur Ditto.

Menurutnya, Desa Munggung dipilih karena merupakan salah satu desa pemasok beras bagi PELNI Services, anak perusahaan PELNI yang menyediakan kebutuhan bahan baku makanan untuk kapal-kapal penumpang.

Ketersediaan beras yang stabil dan berkualitas menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung penyediaan makanan bagi penumpang selama perjalanan.

Pada periode Januari hingga Oktober 2026, PELNI telah melayani lebih dari 4,5 juta penumpang di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan rata-rata sekitar 14.000 hingga 15.000 penumpang setiap hari, kebutuhan bahan pangan, termasuk beras, menjadi bagian penting yang harus dipastikan ketersediaan dan mutunya.

“Program Desa Mandiri ini akan dilaksanakan selama 12 bulan dengan sejumlah kegiatan pendampingan dan peningkatan kapasitas petani,” katanya.

Kegiatan tersebut meliputi pelatihan pembuatan benih padi mandiri, budidaya padi dan penyediaan benih IR 32, demplot budidaya padi premium Japonica, pengendalian hama terpadu, serta praktik pembuatan pupuk mineral, herbisida, dan fungisida mandiri.

Selain aspek budidaya, program juga mencakup pelatihan penanganan pascapanen, pengadaan fasilitas pengering padi, penguatan kelembagaan kelompok tani, serta pendampingan dan monitoring secara berkala.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, termasuk memperbaiki proses pengemasan dan menjaga keamanan pangan.

Ditto menambahkan program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga mendorong petani agar memiliki kemampuan dan daya saing yang lebih baik dalam jangka panjang.

“Kami berharap program ini dapat menjadi langkah awal bagi petani Desa Munggung untuk semakin mandiri, produktif, dan mampu menghasilkan beras dengan kualitas yang semakin baik. Terima kasih kepada Universitas Brawijaya, Pemerintah Desa Munggung, Gapoktan Maju Lancar, serta seluruh masyarakat dan pihak yang telah mendukung program ini. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap dia.

Kegiatan ini dihadiri Staff Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sekda Kabupaten Klaten Joko Hendrawan, Direktur Utama PELNI Service Didik Martono, Vice President Treasury dan TJSL PELNI Sayyidah Sarah Ghaida, Kepala Cabang PELNI Semarang Yuniati Fatimah, dan sejumlah pejabat daerah serta tokoh masyarakat setempat.

Program Desa Mandiri PELNI di Desa Munggung sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) Nomor 10, yaitu Berkurangnya Kesenjangan, melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan kapasitas kelompok tani.

PELNI berkomitmen terus menjalankan program TJSL yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung keberlanjutan usaha dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. (omy)

 

Baca Lainnya

Hadir di Interferry Conference 2026, ASDP Beberkan Transformasi Penyeberangan Indonesia 

5 November 2026 - 16:56 WIB

Pemerintah Siapkan Diskon Tarif Angkutan Laut di Libur Nataru

5 November 2026 - 11:30 WIB

Ditjen Hubla Siapkan Langkah Strategis Hadapi Libur Nataru

5 November 2026 - 11:27 WIB

Borong Empat Penghargaan, Terminal Teluk Lamong Perkuat Komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial

4 November 2026 - 20:23 WIB

IPCC Tegaskan Komitmen Jaga Kinerja dan Perkuat Kepercayaan Investor Menuju 2027

4 November 2026 - 19:13 WIB

Siapkan Dashboard ACS, Pelindo Permudah Transaksi Kepelabuhanan

4 November 2026 - 15:33 WIB

ASDP Perkuat Safety Meeting dan Kesiapsiagaan Awak Kapal

4 November 2026 - 11:34 WIB

Hadapi Libur Nataru, Marine Inspector Siap Uji Petik Kapal

4 November 2026 - 07:16 WIB

KMP Hafamati HF Resmi Beroperasi, Perkuat Akses Transportasi Masyarakat Nias Selatan

4 November 2026 - 06:13 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Perkuat Sinergi, Dorong Transformasi Layanan Pelabuhan

3 November 2026 - 13:23 WIB

Trending di ANJUNGAN