Wartatrans.com, JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan keprihatinan terkait insiden hilangnya kapal yang membawa lima jurnalis foto di Selat Sunda, Senin (7/9/2026).
“Harapannya dapat segera diketahui keberadaan mereka,” ungkap Menhub di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Dalam kesempatan itu, dia juga mengimbau agar masyarakat masyarakat lebih berhati-hati dalam beraktivitas di tengah kondisi dan situasi Gunung Anak Krakatau, yang masih berstatus level III atau siaga.
“Masyarakat agar lebih berhati-hati, waspada, khususnya yang di wilayah sekitar Gunung Anak Krakatau, kalau memang tidak perlu sekali, tidak perlu melakukan aktivitas sekitar sana,” katanya.
Memhub juga mengingatkan pentingnya melapor dan memberitahukan kepada otoritas kepelabuhan sebelum berlayar sehingga.
“Kami sudah mengeluarkan notice to marine untuk wilayah-wilayah yang sekitar situ. Jadi pentingnya kondisi yang harus dipatuhi oleh semua kapal-kapal yang berkegiatan di Selat Sunda,” ujarnya.
Pada hari saat kejadian, arah angin menuju barat daya dengan kecepatan sekitar 15 knot yang berpengaruh terhadap ombak laut.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud turut menekankan pentingnya komunikasi maupun pemberitahuan berlayar.
Meski kegiatan berlayar menjadi kegiatan sehari-hari bagi masyarakat setempat, tetapi dalam kondisi tertentu, perlu adanya konsultasi terhadap kegiatan yang akan dilakukan.
“Konsultasi dahulu dengan syahbandar. Itu penting,” ulasnya.
Berdasarkan data yang diperoleh Kemenhub, kapal berjenis speed boat tersebut hendak berlayar dari Dermaga Carita menuju Pulau Sebesi yang telah masuk wilayah Lampung dengan waktu tempuh sekitar dua jam.
Masyhud menyatakan, tidak ada pemberitahuan maupun izin berlayar terhadap speedboat fiber berukuran kecil, yang tidak didesain untuk gelombang besar itu.
Kapal tersebut juga diketahui tidak memiliki peralatan navigasi yang dapat dipantau untuk mengetahui rute pelayaran yang dilalui.
“Kemungkinan mereka bergeser dari rencana tujuan semula, ke Pulau Sebesi. Ini masih kemungkinan karena sinyal terakhir ada di situ. Mudah-mudahan bisa ketemu,” imbuhnya.
Sebelumnya, lima jurnalis dilaporkan bertolak menggunakan speedboat dari Dermaga Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan, dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 2 jam.
Pada pukul 14.42 WIB, rombongan dilaporkan kehilangan kontak saat berada di antara kawasan Carita dan Gunung Anak Krakatau. Selanjutnya, berdasarkan informasi posisi yang diterima, pada pukul 18.13 WIB rombongan diketahui berada di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan tengah melakukan pencarian dan penyisiran untuk memastikan keberadaan seluruh rombongan.
Kantor KSOP Kelas I Banten bersama tim SAR Basarnas dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten juga terus melakukan pencarian terhadap kapal yang mengangkut lima jurnalis yang dilaporkan hilang tersebut. (omy)































