Wartatrans.com, JAKARTA – Ratusan kilogram lobster hasil Modeling Budi Daya Lobster di Batam, Kepulauan Riau milik Kementerian Kelautan dan Perikanan, sukses diserap pasar Singapura. Setelah Batam, KKP berencana menambah modeling budi daya lobster di Pulau Jawa.
“Ini menunjukkan kita sudah bisa membudidayakan lobster mulai dari stadia benih bening lobster (BBL) sampai ukuran konsumsi, bahkan hasilnya sudah bisa kita jual dan ekspor,” ujar Dirjen Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (10/9).

Sebanyak 339,5 kilogram lobster hasil Modeling Budi Daya Lobster Batam telah berhasil dipasarkan ke Singapura dan mendapat respons positif. Capaian ini menunjukkan hasil budi daya lobster dalam negeri memiliki peluang yang baik untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor. KKP selanjutnya menargetkan pengiriman berikutnya pada November mendatang.
Keberhasilan budi daya lobster di Batam akan ditularkan ke sejumlah wilayah untuk mendukung kebutuhan pasar lokal maupun ekspor. Selanjutnya, KKP berencana mengembangkan fasilitas budi daya lobster di Situbondo.
“Pengembangan ini diarahkan agar modeling di Batam dapat mendukung wilayah barat Indonesia, Situbondo untuk wilayah tengah, sedangkan pengembangan di Lombok dan Nusa Tenggara Barat dapat mendukung kawasan timur,” terangnya.
Di Batam, kebutuhan pakan lobster turut membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat dan pembudidaya, khususnya penyedia kekerangan sebagai salah satu sumber pakan. Pola ini diharapkan menciptakan rantai usaha yang saling terhubung dan memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Sugianto, eksportir yang bergerak dalam perdagangan ekspor kepiting dan lobster ke Singapura dan Tiongkok, menilai kualitas lobster hasil budi daya BPBL Batam memiliki prospek yang baik.
Sebelum panen dalam jumlah lebih besar, pihaknya telah melakukan uji pasar lobster hasil budi daya Batam. Menurut Sugianto, kondisi lobster tetap prima hingga tiba di tempat penampungan dan saat diuji ke pasar Singapura.
“Kualitasnya bagus, lobsternya tidak loyo. Sampai di penampungan kondisinya tetap bagus. Kita juga sudah tes ekspor ke Singapura dan responsnya sangat baik,” ujar Sugianto.
Menurut Sugianto, peluang pasar lobster budi daya Indonesia masih terbuka lebar, karena dengan metode tersebut pasokan lobster lebih terukur, sehingga pelaku usaha tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan dari alam.(fahmi)




























