Menu ✖

Mode Gelap
Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen Pegiat Sosial Lhokseumawe Mutia Sari Terima Penghargaan Kehormatan dari Ketua FPTI Kota Batam Mantap, InJourney Airports Sabet Anugerah Reksa Bandha 2026 Hadir di Interferry Conference 2026, ASDP Beberkan Transformasi Penyeberangan Indonesia  AirNav Bersama FAA ATO Bahas Modernisasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara

ANJUNGAN

ASDP Ungkap Penyebab Antrean Ketapang-Gilimanuk

badge-check


 Coffe morning ASDP, Kemenhub, dan Forwahub Perbesar

Coffe morning ASDP, Kemenhub, dan Forwahub

Wartatrans.com – JAKARTA PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkap penyebab kepadatan kendaraan yang sempat terjadi di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, Jawa Timur–Bali, pada 30 Agustus hingga 5 September 2026.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andela, mengatakan, berdasarkan evaluasi, ada beberapa faktor penyebab kemacetan tersebut.

“Penyebab antrean terjadi dampak kombinasi peningkatan produksi kendaraan, keterbatasan kapasitas sejumlah dermaga, gangguan pada dermaga alternatif, dominasi kendaraan logistik, hingga pola operasi kapal,” tutur Windy di sela coffee morning bersama Forwahub, Jumat (11/9/2026).

Ini terjadi secara bersamaan, baik dari produksi, kapasitas dermaga maupun pola operasi kapal yang ada di Pelabuhan Ketapang.

Pada periode 30 Agustus hingga 5 September 2026, terjadi peningkatan pergerakan kendaraan dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan produksi kendaraan pada periode tersebut tercatat sekitar 16 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara secara tahunan, peningkatannya berada di kisaran 8 persen.

Dalam periode tersebut, ASDP mengoperasikan sekitar 176 kapal dengan total sekitar 1.210 trip.

“Penambahan perjalanan kapal menjadi salah satu strategi untuk menyesuaikan kapasitas angkutan dengan permintaan,” kata dia.

Namun, kenaikan jumlah kendaraan tersebut berhadapan dengan kapasitas pelabuhan yang belum sepenuhnya optimal.

Dikatakan Windy, salah satu faktor yang memicu ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas adalah berkurangnya daya serap lintasan alternatif, termasuk di Pelabuhan Tanjung Wangi.

Penurunan jumlah kapal di Tanjung Wangi membuat sebagian kendaraan, khususnya kendaraan logistik, beralih ke Ketapang–Gilimanuk.

Kondisi tersebut kemudian meningkatkan beban di sisi Ketapang dan Gilimanuk.

“Di sisi lain, karakteristik kendaraan logistik yang didominasi kendaraan berukuran besar turut memengaruhi pola bongkar muat kapal,” ujarnya.

ASDP mencatat hanya satu dermaga di Ketapang–Gilimanuk yang saat ini dapat mengakomodasi kendaraan dengan berat lebih dari 20 ton.

Kondisi ini membuat kendaraan berat terkonsentrasi pada dermaga tersebut dan berdampak pada lamanya proses bongkar muat.

“Ini menjadi bottleneck karena kendaraan dengan ukuran dan berat besar terkonsentrasi di satu pasang dermaga,” ungkap Windy.

Dia juga menyinggung persoalan kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL) yang seharusnya tidak masuk dalam kapasitas desain dermaga.

Dermaga Bulusan Belum Dapat Digunakan
Faktor lain yang ikut mengurangi kapasitas pelayanan adalah belum beroperasinya Dermaga Bulusan di sisi Ketapang.

Dermaga tersebut sebelumnya menjadi salah satu alternatif untuk mengalihkan sebagian kendaraan, terutama ketika terjadi lonjakan arus pada periode Natal dan Tahun Baru maupun Lebaran.

Namun, dermaga tersebut belum dapat digunakan kembali setelah mengalami kerusakan akibat ditabrak kapal pada periode Lebaran.

“Ini juga mengurangi daya serap di sisi Ketapang,” kata Windy.

Selain itu, ASDP saat ini tengah melakukan program peningkatan kapasitas dermaga secara bertahap.

Pekerjaan tersebut, di satu sisi menjadi bagian dari solusi jangka menengah dan panjang, tetapi dalam proses pengerjaannya berdampak pada pengurangan kapasitas operasi dermaga untuk sementara waktu.

ASDP menargetkan peningkatan kapasitas tersebut dapat beroperasi secara penuh maksimal di periode angkutan Lebaran tahun depan. (omy)

Baca Lainnya

Mantap, InJourney Airports Sabet Anugerah Reksa Bandha 2026

5 November 2026 - 18:41 WIB

Hadir di Interferry Conference 2026, ASDP Beberkan Transformasi Penyeberangan Indonesia 

5 November 2026 - 16:56 WIB

Perkuat Rantai Pasokan Beras, PELNI Resmikan Program Desa Mandiri di Klaten

5 November 2026 - 15:34 WIB

Pemerintah Siapkan Diskon Tarif Angkutan Laut di Libur Nataru

5 November 2026 - 11:30 WIB

Ditjen Hubla Siapkan Langkah Strategis Hadapi Libur Nataru

5 November 2026 - 11:27 WIB

Borong Empat Penghargaan, Terminal Teluk Lamong Perkuat Komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial

4 November 2026 - 20:23 WIB

IPCC Tegaskan Komitmen Jaga Kinerja dan Perkuat Kepercayaan Investor Menuju 2027

4 November 2026 - 19:13 WIB

Siapkan Dashboard ACS, Pelindo Permudah Transaksi Kepelabuhanan

4 November 2026 - 15:33 WIB

ASDP Perkuat Safety Meeting dan Kesiapsiagaan Awak Kapal

4 November 2026 - 11:34 WIB

Hadapi Libur Nataru, Marine Inspector Siap Uji Petik Kapal

4 November 2026 - 07:16 WIB

Trending di ANJUNGAN