Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

ANJUNGAN

ASDP Ungkap Penyebab Antrean Ketapang-Gilimanuk

badge-check


 Coffe morning ASDP, Kemenhub, dan Forwahub Perbesar

Coffe morning ASDP, Kemenhub, dan Forwahub

Wartatrans.com – JAKARTA PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkap penyebab kepadatan kendaraan yang sempat terjadi di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, Jawa Timur–Bali, pada 30 Agustus hingga 5 September 2026.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andela, mengatakan, berdasarkan evaluasi, ada beberapa faktor penyebab kemacetan tersebut.

“Penyebab antrean terjadi dampak kombinasi peningkatan produksi kendaraan, keterbatasan kapasitas sejumlah dermaga, gangguan pada dermaga alternatif, dominasi kendaraan logistik, hingga pola operasi kapal,” tutur Windy di sela coffee morning bersama Forwahub, Jumat (11/9/2026).

Ini terjadi secara bersamaan, baik dari produksi, kapasitas dermaga maupun pola operasi kapal yang ada di Pelabuhan Ketapang.

Pada periode 30 Agustus hingga 5 September 2026, terjadi peningkatan pergerakan kendaraan dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan produksi kendaraan pada periode tersebut tercatat sekitar 16 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara secara tahunan, peningkatannya berada di kisaran 8 persen.

Dalam periode tersebut, ASDP mengoperasikan sekitar 176 kapal dengan total sekitar 1.210 trip.

“Penambahan perjalanan kapal menjadi salah satu strategi untuk menyesuaikan kapasitas angkutan dengan permintaan,” kata dia.

Namun, kenaikan jumlah kendaraan tersebut berhadapan dengan kapasitas pelabuhan yang belum sepenuhnya optimal.

Dikatakan Windy, salah satu faktor yang memicu ketidakseimbangan antara permintaan dan kapasitas adalah berkurangnya daya serap lintasan alternatif, termasuk di Pelabuhan Tanjung Wangi.

Penurunan jumlah kapal di Tanjung Wangi membuat sebagian kendaraan, khususnya kendaraan logistik, beralih ke Ketapang–Gilimanuk.

Kondisi tersebut kemudian meningkatkan beban di sisi Ketapang dan Gilimanuk.

“Di sisi lain, karakteristik kendaraan logistik yang didominasi kendaraan berukuran besar turut memengaruhi pola bongkar muat kapal,” ujarnya.

ASDP mencatat hanya satu dermaga di Ketapang–Gilimanuk yang saat ini dapat mengakomodasi kendaraan dengan berat lebih dari 20 ton.

Kondisi ini membuat kendaraan berat terkonsentrasi pada dermaga tersebut dan berdampak pada lamanya proses bongkar muat.

“Ini menjadi bottleneck karena kendaraan dengan ukuran dan berat besar terkonsentrasi di satu pasang dermaga,” ungkap Windy.

Dia juga menyinggung persoalan kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL) yang seharusnya tidak masuk dalam kapasitas desain dermaga.

Dermaga Bulusan Belum Dapat Digunakan
Faktor lain yang ikut mengurangi kapasitas pelayanan adalah belum beroperasinya Dermaga Bulusan di sisi Ketapang.

Dermaga tersebut sebelumnya menjadi salah satu alternatif untuk mengalihkan sebagian kendaraan, terutama ketika terjadi lonjakan arus pada periode Natal dan Tahun Baru maupun Lebaran.

Namun, dermaga tersebut belum dapat digunakan kembali setelah mengalami kerusakan akibat ditabrak kapal pada periode Lebaran.

“Ini juga mengurangi daya serap di sisi Ketapang,” kata Windy.

Selain itu, ASDP saat ini tengah melakukan program peningkatan kapasitas dermaga secara bertahap.

Pekerjaan tersebut, di satu sisi menjadi bagian dari solusi jangka menengah dan panjang, tetapi dalam proses pengerjaannya berdampak pada pengurangan kapasitas operasi dermaga untuk sementara waktu.

ASDP menargetkan peningkatan kapasitas tersebut dapat beroperasi secara penuh maksimal di periode angkutan Lebaran tahun depan. (omy)

Baca Lainnya

Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan

10 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Kemenhub Perkuat Standar Pedoman Alat Penolong Kapal

10 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Regional Marpolex 2026: Filipina, Jepang, dan Indonesia Sinergi Penanggulangan Pencemaran Laut

10 Oktober 2026 - 13:43 WIB

Jadi Panelis Forum ICAO 2026, Dirop AirNav Paparkan Penerapan FRTO di Wilayah Kepulauan

10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

KKP-Kemenkeu Integrasikan Data Perizinan Kapal untuk Optimalkan PNBP

10 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Grab Hormati Terbitnya Perpres No 27 Tahun 2026 dan Segera Pelajari Isinya

10 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Ramaikan MotoGP Mandalika 2026, BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Bertransaksi

9 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Demi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur

9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Trending di ANJUNGAN