Menu

Mode Gelap
Belum Setahun Dikerjakan, Proyek Irigasi APBN Rp195 Juta di Bukit Tiga Ambrol, Warga Minta BPK Audit Dari Belajar Membedakan Rasa Kacang, Cokelat dan Jeruk, Sakinah Menekuni Dunia Cupping dan Roasting Kopi Swasembada 8 Komoditas, Politik Pangan Prabowo Mulai Berbuah Investasi Tembus Rp1.010,6 Triliun, Kebijakan Prabowo Mulai Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja Bertekat Benahi MBG, Kepala BGN Perketat Pengawasan MBG, 1.999 Dapur SPPG Dihentikan Sementara Presiden Prabowo Memuji SBY dan Berterima Kasih Atas Pidato ‘Kritik Tajam’ AHY

EKOBIS

Dari Belajar Membedakan Rasa Kacang, Cokelat dan Jeruk, Sakinah Menekuni Dunia Cupping dan Roasting Kopi

badge-check


 Dari Belajar Membedakan Rasa Kacang, Cokelat dan Jeruk, Sakinah Menekuni Dunia Cupping dan Roasting Kopi Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Dunia kopi bagi Sakinah Afdebi bukan sekadar tentang menikmati secangkir kopi. Perjalanannya di industri kopi justru bermula dari sebuah pengalaman sederhana pada hari pertama bekerja, ketika ia diperkenalkan dengan kegiatan coffee cupping dan diminta membedakan karakter rasa kopi.

Sakinah mulai mengenal dan bekerja di industri kopi pada 1 Januari 2017. Pada hari pertamanya bekerja di Oro Kopi Gayo, ia langsung diperkenalkan dengan kegiatan cupping.

“Waktu pertama bekerja, saya langsung dikenalkan dengan cupping. Saya diminta mencari mana kopi yang memiliki rasa kacang, mana yang rasa cokelat, dan mana yang memiliki karakter jeruk,” kenangnya.

Saat itu, Sakinah mengaku belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai kopi. Namun, pengalaman tersebut justru menumbuhkan rasa penasaran. Ia mulai tertarik mempelajari bagaimana kopi dapat memiliki karakter rasa yang berbeda-beda, bagaimana proses pascapanen memengaruhi cita rasa, hingga bagaimana proses sangrai membentuk karakter akhir kopi.

Dari rasa penasaran tersebut, Sakinah kemudian terus mendalami dunia kopi, khususnya cupping dan roasting.

Dari Coffee Cupping hingga Menjadi Roaster

Perjalanan Sakinah di industri kopi tidak berhenti sebagai seorang pekerja. Seiring waktu, ia semakin aktif dalam kegiatan cupping, quality control, dan proses penyangraian kopi untuk kebutuhan cupping.

Pada 2017, selain bekerja sebagai karyawan di Oro Kopi Gayo, Sakinah juga menjalankan aktivitas sebagai coffee cupper dan membantu proses roasting untuk kebutuhan cupping. Dalam pekerjaannya, ia turut menjelaskan karakter rasa, proses pascapanen, serta kualitas kopi kepada buyer dan tamu yang berkunjung.

Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ketika Sakinah bersama rekan mendirikan Cona Coffee, sebuah roastery di Aceh Tengah, yang dijalankan pada periode 2020–2024.

Namun, di Cona Coffee, keterlibatan Sakinah dalam proses roasting dan cupping tidak sebesar yang diharapkannya. Ia lebih banyak menangani urusan keuangan.

Kondisi tersebut membuat Sakinah merasa belum menemukan kepuasan dalam profesi yang dijalaninya.

“Saya merasa tidak puas dengan profesi yang saya jalankan saat itu. Dari situlah kemudian saya memutuskan untuk membuka roastery sendiri,” ujarnya.

Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan Sakinah. Berbekal pengalaman yang telah diperoleh sejak 2017, ia semakin yakin bahwa kopi bukan hanya produk pertanian, tetapi juga memiliki ilmu yang luas untuk dipelajari.

Perkuat Kompetensi Cupping dan Roasting

Untuk memperkuat kompetensinya, Sakinah telah memiliki sertifikat di bidang cupping dari Gayo Cuppers Team pada 2017.

Sementara untuk bidang roasting, ia baru saja menyelesaikan uji sertifikasi kompetensi Coffee Roaster di Amuya Academy, Jakarta, pada 26–27 Agustus 2026.

Dalam proses tersebut, Sakinah dinyatakan kompeten dalam bidang penyangraian kopi.

Ia mengungkapkan, proses seleksi sertifikasi tersebut cukup ketat. Dari 75 orang yang mendaftar, hanya 20 peserta yang lolos seleksi untuk mengikuti tahapan sertifikasi.

Sakinah menjadi salah satu peserta yang lolos sekaligus perwakilan dari Aceh. Ia juga tercatat sebagai satu-satunya peserta perempuan dalam uji sertifikasi kompetensi tersebut.

Sertifikat kompetensinya saat ini masih dalam proses penerbitan sesuai tahapan sertifikasi yang telah diikutinya.

“Bagi saya ini sebuah kehormatan, bisa menjadi roaster perempuan pertama yang bersertifikasi BNSP di Aceh Tengah,” katanya.

Mendirikan Ruang Roastery

Setelah bertahun-tahun memperoleh pengalaman di industri kopi, Sakinah kemudian mengambil langkah lebih besar dengan membangun usaha roastery sendiri pada akhir 2024.

Usaha tersebut diberi nama Ruang Roastery, yang beralamat di Reje Bukit, Kampung Simpang Empat, Kecamatan Bebesen, Aceh Tengah.

Berbeda dengan pengalaman sebelumnya ketika menjalankan roastery bersama rekan, Ruang Roastery dibangun dan dikelola Sakinah secara mandiri.

“Saya ingin memiliki ruang sendiri untuk mengembangkan kopi, mulai dari proses roasting, quality control, cupping, sampai melayani kebutuhan pelanggan dan buyer,” jelasnya.

Ruang Roastery sekaligus menjadi wadah bagi Sakinah untuk mengembangkan pengalaman yang telah diperolehnya selama bertahun-tahun di industri kopi dan membangun identitasnya sebagai seorang coffee roaster dari Aceh Tengah.

Menjadi Perempuan di Dunia Roasting

Bagi Sakinah, menjadi perempuan yang terjun langsung ke dunia roasting merupakan tantangan sekaligus motivasi.

Menurutnya, industri kopi saat ini semakin terbuka bagi perempuan. Namun, ketika berbicara mengenai pekerjaan teknis seperti roasting, bidang tersebut masih kerap dianggap lebih identik dengan laki-laki.

Justru kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri baginya.

“Karena perempuan yang terjun langsung dan serius di bidang roasting masih belum banyak, saya merasa tertantang untuk menjalani usaha roastery ini,” katanya.

Sakinah ingin membuktikan bahwa perempuan juga mampu mempelajari aspek teknis kopi, memahami proses roasting, melakukan quality control dan cupping, sekaligus membangun usaha sendiri di industri kopi.

Bukan Sekadar Menjual Kopi

Bagi Sakinah, membangun Ruang Roastery bukan hanya tentang menjual biji kopi sangrai.

Ia ingin terus memperdalam pengetahuan sekaligus memberikan pemahaman kepada konsumen mengenai kopi yang mereka minum.

Pengalamannya sejak 2017 membuat Sakinah memahami bahwa secangkir kopi memiliki perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen.

Mulai dari varietas, ketinggian kebun, proses pascapanen, kualitas green bean, hingga profil roasting, semuanya dapat memengaruhi karakter kopi yang dihasilkan.

Perjalanan yang pada awalnya dimulai dari pertanyaan sederhana-membedakan rasa kacang, cokelat dan jeruk-akhirnya membawa Sakinah semakin jauh ke dalam dunia kopi.

Kini, melalui Ruang Roastery, ia terus mengembangkan kemampuannya sebagai coffee roaster, cupper, sekaligus pelaku usaha kopi dari Aceh Tengah.

“Saya ingin terus belajar dan berkembang. Karena semakin dipelajari, semakin saya sadar bahwa dunia kopi itu sangat luas,” tuturnya.

Dari Aceh Tengah, Sakinah berharap Ruang Roastery dapat menjadi bagian dari perkembangan industri kopi Gayo. Ia juga ingin membuka ruang bagi lebih banyak perempuan untuk berani masuk, belajar dan berkembang di industri kopi, khususnya dalam bidang cupping dan roasting.*** (Kamaruzzaman)

Baca Lainnya

Swasembada 8 Komoditas, Politik Pangan Prabowo Mulai Berbuah

10 September 2026 - 20:02 WIB

Investasi Tembus Rp1.010,6 Triliun, Kebijakan Prabowo Mulai Dorong Hilirisasi dan Lapangan Kerja

10 September 2026 - 19:42 WIB

Pasar Tablet Indonesia Tumbuh, TECNO Tambah Varian

10 September 2026 - 17:42 WIB

AirNav Paparkan Materi Kesetaraan Gender di Forum DGCA/61

10 September 2026 - 15:56 WIB

IPCC Raih Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2026

10 September 2026 - 15:03 WIB

Citilink-Tzu Chi Teken Kesepakatan Perkuat Kesiapsiagaan dan Respons Tanggap Darurat

10 September 2026 - 12:46 WIB

AirNav Indonesia Sabet TOP GRC Awards 2026 #5 Star

10 September 2026 - 08:24 WIB

Angkutan Perkebunan KAI Tembus 683.214 Ton, Tumbuh 91,77 Persen hingga Agustus 2026

9 September 2026 - 23:10 WIB

APPSI Dorong Pasar Rakyat Berinovasi, dari Pusat Kuliner hingga Pemasok MBG

9 September 2026 - 21:02 WIB

Direktur Operasi dan Teknik PJM Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan di Banten dan Panjang

9 September 2026 - 20:31 WIB

Trending di ANJUNGAN