Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

PERON

Angkutan Perkebunan KAI Tembus 683.214 Ton, Tumbuh 91,77 Persen hingga Agustus 2026

badge-check


 Angkutan Perkebunan KAI Tembus 683.214 Ton, Tumbuh 91,77 Persen hingga Agustus 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan pada layanan angkutan perkebunan sepanjang Januari–Agustus 2026. Volume angkutan perkebunan KAI mencapai 683.214 ton, tumbuh 91,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 356.794 ton.

Kenaikan tersebut mencapai 326.420 ton dalam satu tahun. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi komoditas perkebunan melalui moda kereta api yang memiliki kapasitas angkut besar, perjalanan terjadwal, serta jaringan yang menghubungkan berbagai kawasan industri dan sentra produksi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, angkutan perkebunan menjadi bagian dari layanan logistik KAI yang mendukung aktivitas industri nasional melalui konektivitas berbasis rel.

“Kereta api memiliki peran dalam mendukung rantai distribusi berbagai sektor industri, termasuk perkebunan. Dengan karakteristik angkutan yang mampu membawa volume besar dalam satu perjalanan, layanan ini membantu menghadirkan pilihan transportasi logistik yang efisien dan andal bagi pelanggan industri,” ujar Anne.

Indonesia memiliki posisi penting dalam industri perkebunan dunia, khususnya komoditas kelapa sawit. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang dikutip Kementerian Pertanian, produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 51,66 juta ton. Komoditas sawit memiliki pemanfaatan luas untuk kebutuhan pangan, industri, hingga energi nasional.

Pada sektor energi, produk turunan kelapa sawit menjadi salah satu bahan baku program biodiesel nasional. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalankan implementasi B50 mulai 1 Juli 2026, yaitu penggunaan campuran biodiesel sebesar 50 persen pada bahan bakar diesel, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri.

Sejalan dengan perkembangan industri tersebut, KAI melayani pengangkutan komoditas perkebunan melalui jaringan kereta api barang yang menghubungkan kawasan produksi dengan berbagai tujuan distribusi. Layanan ini mendukung kebutuhan pelanggan industri yang membutuhkan pengiriman dengan kapasitas besar dan jadwal perjalanan yang konsisten.

“Pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi salah satu indikator berkembangnya kebutuhan logistik berbasis rel. KAI terus melakukan evaluasi terhadap layanan angkutan barang agar mampu menjawab kebutuhan industri dan memberikan layanan transportasi yang semakin optimal,” kata Anne.

Secara global, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas minyak nabati utama dunia. Data United States Department of Agriculture (USDA) melalui Oilseeds: World Markets and Trade tahun 2026 menunjukkan Indonesia dan Malaysia menjadi negara dengan kontribusi terbesar terhadap produksi minyak sawit dunia.

Melalui layanan angkutan barang, KAI terus menghadirkan konektivitas logistik yang menghubungkan berbagai sektor ekonomi. Pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi bagian dari perjalanan transformasi kereta api sebagai moda transportasi yang mendukung aktivitas industri dan perdagangan nasional.(fahmi)

 

Baca Lainnya

KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen

10 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan

10 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik

10 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jadi Panelis Forum ICAO 2026, Dirop AirNav Paparkan Penerapan FRTO di Wilayah Kepulauan

10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Grab Hormati Terbitnya Perpres No 27 Tahun 2026 dan Segera Pelajari Isinya

10 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Pelanggan KA Purwojaya Tembus 408 Ribu, Rute Cilacap–Jakarta Makin Diminati

10 Oktober 2026 - 05:26 WIB

KAI: Lima Stasiun di Dekat Pelabuhan Catat Hampir 12 Juta Aktivitas Pelanggan

10 Oktober 2026 - 05:03 WIB

KAI Angkut 4,44 Juta Ton Petikemas, Naik 19,57 Persen

10 Oktober 2026 - 01:35 WIB

Trending di PERON