
Wartattans.com, JAKARTA – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IDX: IPCC), anak usaha PT Pelindo Multi Terminal yang merupakan bagian dari Pelindo Group, membukukan laba bersih sebesar Rp177,18 miliar hingga Kuartal III 2026, didukung pertumbuhan trafik kargo konsolidasi sebesar 19,57% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Di tengah dinamika geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Selat Hormuz dan ketidakpastian perdagangan akibat perang tarif, Perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas. Pertumbuhan trafik tersebut mencerminkan agilitas operasional IPCC sekaligus memperkuat optimisme Perseroan dalam mengoptimalkan potensi pasar domestik melalui strategi Integrated Auto Solutions.
Berdasarkan laporan keuangan interim hingga September 2026, IPCC membukukan pendapatan operasi sebesar Rp645,48 miliar, dengan penyesuaian sebesar 2,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Laba usaha tercatat sebesar Rp205,64 miliar, dengan koreksi sebesar 5,85% YoY, sementara laba bersih mencapai Rp177,18 miliar dengan koreksi sebesar 6,89% YoY.
Menghadapi kondisi industri dan berbagai tantangan eksternal saat ini, Perseroan tetap mampu mempertahankan Net Profit Margin (NPM) sebesar 27,45%. Capaian ini menunjukkan soliditas profitabilitas IPCC serta kemampuan Perseroan dalam menjaga kinerja usaha di tengah tekanan lingkungan bisnis
Di sisi operasional, Perseroan juga mencatatkan pertumbuhan trafik kargo konsolidasi sebesar 1.373.926 unit hingga September 2026. Pertumbuhan ini terutama didukung oleh peningkatan aktivitas layanan domestik dan kontribusi jaringan Terminal Satelit, yang menunjukkan potensi pasar domestik sebagai salah satu penopang kinerja Perseroan di tengah dinamika perdagangan global.
Sejalan dengan capaian tersebut, IPCC semakin memperkuat strategi Integrated Auto Solutions melalui optimalisasi layanan logistik kendaraan yang terintegrasi, pengembangan layanan bernilai tambah (value-added services), serta peningkatan efisiensi dan produktivitas operasional.
Perseroan juga mengoptimalkan komposisi layanan dan potensi pendapatan dari setiap segmen operasional guna meningkatkan nilai ekonomi dari pertumbuhan volume kargo yang ditangani.
Selain itu, IPCC juga menjajaki peluang pengembangan Terminal Satelit baru di sejumlah wilayah strategis untuk memperluas jangkauan layanan, memperkuat konektivitas distribusi kendaraan domestik, dan membuka sumber pertumbuhan baru.
Direktur Utama IPCC, Wing Megantoro, menyampaikan bahwa pertumbuhan trafik operasional mencerminkan besarnya potensi pasar domestik Indonesia yang masih dapat dikembangkan. Kondisi ini menjadi momentum bagi Perseroan untuk memperkuat jaringan operasional, meningkatkan kualitas layanan, serta menangkap peluang bisnis baru melalui strategi Integrated Auto Solutions.
“Kami akan terus memperkuat layanan yang terintegrasi, mengembangkan layanan bernilai tambah, serta membuka peluang perluasan jaringan Terminal Satelit. Fokus kami tidak hanya pada peningkatan volume kargo, tetapi juga bagaimana pertumbuhan tersebut dapat memberikan kontribusi yang semakin optimal terhadap pendapatan dan profitabilitas Perseroan. Kami optimistis bahwa penguatan jaringan, diversifikasi layanan, dan optimalisasi potensi pasar domestik akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis yang berkualitas serta penciptaan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Wing.(ahmad)
























