Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Gandeng Clothes for Charity Perpanjang Masa Guna Produk Tekstil Pabrik Sabu di Pidie Diduga Dikendalikan Jaringan Luar Daerah, Ustaz Ajak Masyarakat Lebih Waspada Dirantai Digelang Rindu Dipopulerkan Exists Band Legendaris Malaysia, Kini Diremake Indra Adhari Cut Tari Bikin Konflik Makin Panas, Rahasia Masa Lalu Terkuak di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027 Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026

PERISTIWA

Pabrik Sabu di Pidie Diduga Dikendalikan Jaringan Luar Daerah, Ustaz Ajak Masyarakat Lebih Waspada

badge-check


 Pabrik Sabu di Pidie Diduga Dikendalikan Jaringan Luar Daerah, Ustaz Ajak Masyarakat Lebih Waspada Perbesar

Wartatrans.com, PIDIE – Pengungkapan laboratorium narkotika jenis sabu di Kabupaten Pidie, Aceh, mengejutkan masyarakat dalam beberapa hari terakhir. Kasus yang menyeret 11 tersangka itu menjadi perhatian luas setelah terungkap dugaan keterlibatan jaringan internasional yang melibatkan dua warga negara China dan sejumlah warga Indonesia.

Berdasarkan foto pemetaan tersangka yang beredar, aparat mengelompokkan mereka ke dalam dua bagian, yakni kelompok yang diduga beraktivitas di lokasi laboratorium rahasia (*clandestine laboratory*) di Pidie serta kelompok yang diduga berperan sebagai pengamanan ruko, transporter, dan operator lokal di wilayah Bireuen dan Lhokseumawe.

Dalam pemetaan tersebut, dua warga negara China berinisial Liu Jianfa dan Xie Min disebut sebagai koki utama, sementara sejumlah tersangka lainnya diduga memiliki peran berbeda dalam mendukung operasional jaringan tersebut. Seluruh peran itu masih harus mengacu pada hasil penyidikan dan keterangan resmi aparat penegak hukum.

Kasus ini semakin menyita perhatian setelah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto turun langsung meninjau lokasi laboratorium narkotika di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, pada Jumat (23/10/2026). Dalam pengungkapan tersebut, aparat menyita barang bukti narkotika dengan berat bruto sekitar 1,2 ton.

## Masyarakat Pidie Tak Ingin Nama Daerah Tercoreng

Seorang ustaz yang berada di wilayah tersebut menyampaikan keprihatinannya atas terungkapnya kasus itu. Menurutnya, masyarakat Pidie merasa terkejut karena daerah mereka menjadi lokasi aktivitas laboratorium narkotika berskala besar, padahal jaringan yang terungkap diduga melibatkan pihak-pihak dari luar daerah dan jaringan internasional.

“Peristiwa ini tentu sangat mengejutkan masyarakat Pidie. Kita berharap masyarakat tidak langsung memberikan stigma kepada daerah ini, karena dugaan keterlibatan jaringan narkotika tersebut harus dilihat berdasarkan fakta dan hasil penyidikan,” ujarnya.

Ia menilai, kejadian tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap aktivitas di lingkungan masing-masing, terutama menyangkut penggunaan bangunan yang disewakan kepada orang lain.

Menurutnya, pemilik ruko, pemilik rumah sewa, tokoh masyarakat, pemuda, serta perangkat gampong perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang tidak lazim di lingkungan sekitar.

Pemilik Ruko dan Pemuda Diminta Lebih Waspada

Ia juga mengingatkan agar pemilik tempat usaha atau bangunan sewaan mengenali identitas penyewa dan memahami tujuan penggunaan bangunan tersebut. Kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila ditemukan aktivitas yang tidak wajar, tanpa harus menuduh seseorang melakukan pelanggaran sebelum ada bukti.

“Jangan sampai lingkungan kita dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Pemilik tempat sewa, pemuda, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum harus saling mengingatkan. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” pesannya.

Menurutnya, upaya menjaga keamanan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

## Bersama Menjaga Nama Baik Pidie

Pengungkapan kasus ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan lingkungan dan kerja sama antara masyarakat, pemerintah gampong, tokoh agama, tokoh pemuda, serta aparat penegak hukum.

Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan memberikan ruang kepada kepolisian untuk menuntaskan penyidikan hingga mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat.

Pidie merupakan rumah bagi masyarakat yang menginginkan kehidupan aman dan tenteram. Karena itu, kasus ini hendaknya menjadi peringatan bersama agar wilayah tersebut tidak dimanfaatkan sebagai tempat kegiatan kriminal oleh jaringan narkotika.*** (Kamaruzzaman)

Baca Lainnya

Dugaan Jaringan Narkotika Internasional di Pidie, Aparat Diminta Buka Hasil Penyelidikan

23 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Menhub Dudy Apresiasi Seluruh Pihak yang Telah Bantu Evakuasi Penumpang KMP Batumandi

23 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Pangkalan PLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batumandi dan Antisipasi Pencemaran Laut

22 Oktober 2026 - 20:57 WIB

MPU Aceh Tengah Dukung Pemekaran ALA, Karena Berorientasi pada Keadilan dan Kemaslahatan Umat

22 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Di Pati Koruptor Mendapat Simpati

22 Oktober 2026 - 17:26 WIB

Insiden di Jalan Mambruk Dalam, Korban Jalani Penanganan Medis, Polisi Belum Beri Keterangan Resmi

22 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Menhub Dudy Pastikan Penanganan dan Pemenuhan Hak-Hak Penumpang KMP Batumandi

22 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Dampak Karhutla, 3 Laga Bola Isenmulang Pindah Lokasi

22 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tidak bisa digunakan untuk laga kandang Isenmulang Kalteng FC di BRI Super League 2026/27

Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan 11 Penumpang Korban Kebakaran KMP Batumandi

21 Oktober 2026 - 14:57 WIB

ASDP Pastikan Pendampingan Penumpang Berlanjut Pascainsiden KMP Batumandi

21 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Trending di ANJUNGAN