Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Services menyalurkan 2.000 lembar face towel atau handuk wajah layak guna kepada Clothes for Charity pada Jumat (23/10/2026).
Bantuan ini menjadi bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung pemanfaatan kembali produk tekstil sekaligus mengurangi potensi sampah.
Penyerahan bantuan berlangsung di Ruang Rapat Utama KAI Services, Stasiun Mangga Besar, Jakarta. Melalui kolaborasi tersebut, produk tekstil yang telah digunakan dalam pelayanan pelanggan diharapkan dapat dimanfaatkan kembali sehingga memiliki masa guna lebih panjang dan memberikan manfaat baru bagi masyarakat.
Perwakilan Clothes for Charity, Hamidah, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari Yayasan Gemilang Indonesia yang berfokus pada upaya memperpanjang masa guna pakaian dan produk tekstil agar dapat memberikan manfaat lebih luas.
“Kami adalah pembuat sistem bagaimana pakaian dan produk tekstil lainnya mempunyai nilai hidup yang lebih panjang dan lebih banyak manfaatnya,” ujar Hamidah.
Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap pengelolaan produk secara bertanggung jawab melalui kolaborasi dengan Yayasan Gemilang Indonesia.
“Penyerahan face towel ini merupakan wujud nyata kepedulian KAI Services terhadap pengelolaan rantai guna produk secara bijak bersama rekan-rekan Yayasan Gemilang Indonesia melalui gerakan Clothes for Charity (CFC). Kami percaya kolaborasi pemanfaatan kembali material tekstil seperti ini dapat memberikan dampak sosial dan lingkungan yang positif,” ungkap Ixfan dalam keterangan resminya pada Jumat (23/10).
Ixfan berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat kepedulian sosial dan upaya pelestarian lingkungan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi penerima program.
Menurut dia, kolaborasi ini juga diharapkan membuka peluang kerja sama berkelanjutan lainnya pada masa mendatang.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular (circular economy), yakni upaya memaksimalkan pemanfaatan suatu produk agar tidak langsung menjadi limbah setelah digunakan.
Melalui inisiatif tersebut, KAI Services berupaya mendukung pengurangan sampah tekstil dan jejak karbon melalui pemanfaatan kembali material yang masih layak guna.
KAI Services menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung operasional perkeretaapian, tetapi juga menjalankan program CSR yang berorientasi pada kelestarian lingkungan dan memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat.(fahmi)



























