Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Services memperkuat kesiapsiagaan petugas garis depan dalam menghadapi situasi darurat melalui pelatihan bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Sebanyak 46 frontliner dibekali keterampilan penanganan kebakaran, pertolongan pertama, hingga evakuasi korban dalam pelatihan yang berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di Dipo Kereta Api Cipinang, Jakarta.
Pelatihan tersebut melibatkan petugas dari berbagai wilayah operasional KAI Services di Pulau Jawa dan Sumatera. Peserta terdiri dari prama dan prami, petugas kebersihan, praja praji, serta petugas keamanan (security) yang sehari-hari bertugas mendukung pelayanan operasional perkeretaapian.
Selama dua hari, peserta mendapatkan materi teori sekaligus praktik untuk meningkatkan kemampuan menghadapi berbagai kondisi darurat. Materi yang diberikan mencakup triase korban, penilaian awal kondisi korban, Resusitasi Jantung Paru (RJP), penanganan korban pingsan, pengendalian perdarahan, pembidaian cedera, serta teknik evakuasi korban sesuai prosedur keselamatan.
Selain penanganan korban, peserta juga mengikuti simulasi pemadaman kebakaran. Dalam praktik tersebut, mereka mempelajari penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan selimut api (fire blanket) sebagai langkah awal untuk mengendalikan api agar tidak meluas.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, mengatakan pelatihan bersama Basarnas menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan petugas, terutama dalam menghadapi keadaan yang membutuhkan respons cepat dan tepat.
“Dalam operasional pelayanan, keselamatan pelanggan merupakan prioritas utama. Karena itu, setiap frontliner perlu memiliki kesiapan dan pemahaman yang baik dalam menghadapi kondisi darurat. Melalui kolaborasi dengan Basarnas ini, kami ingin memastikan para petugas tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk mengambil tindakan awal secara cepat, tepat, dan profesional,” ujar Nyoman dalam keterangan resminya, Kamis (22/10).
Salah satu peserta, Muhtar, menilai pelatihan tersebut memberikan pengalaman berharga karena peserta dapat mempraktikkan secara langsung materi yang sebelumnya dipelajari secara teori.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami yang bertugas di lapangan. Kami belajar bagaimana menghadapi keadaan darurat, mulai dari menggunakan APAR dan selimut api hingga memberikan pertolongan awal kepada korban. Dengan praktik secara langsung, kami menjadi lebih memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat saat bertugas,” ungkap Muhtar.
KAI Services berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan frontliner dalam mengambil tindakan awal ketika menghadapi keadaan darurat di lingkungan perkeretaapian. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai, petugas diharapkan mampu memberikan respons sesuai prosedur serta mendukung terciptanya pelayanan kereta api yang aman dan nyaman bagi pelanggan.(fahmi)




























